
Kini Nayya sedang dalam perjalanan menuju toko nya untuk memeriksa nya. Dia memang sudah kembali beraktivitas normal dengan kembali mengambil alih tugas nya seperti sedia kala. Dia akan memulai hidup nya kembali. Tidak dari awal karena dia tetap ingin menyimpan semua kenangan bersama suami nya itu di lubuk hati nya. Dia hanya ingin menata kembali hati nya untuk bisa menjalani kehidupan nya ke depan nya nanti bersama ketiga buah hati nya yang kini menjadi cahaya penerang nya setelah kehilangan sang matahari.
Nayya pun segera turun dari mobil nya itu begitu dia parkirkan dan seperti biasa para karyawan nya itu menyambut nya dengan penuh hormat. Tidak ada yang berubah. Sikap mereka tetap sama saja kepada Lila. Mereka tidak pernah membuat Nayya tidak nyaman. Selain itu juga bagi mereka Nayya tetap lah orang yang sama.
Nayya pun menyapa para karyawan nya itu dulu sebelum dia melakukan pengecekan semua nya.
__ADS_1
“Okay, semua nya aman yaa. Terima kasih atas hasil kerja kalian. Kalian hebat walaupun tanpa saya.” ucap Nayya.
“Tetap saja nyonya jangan sedih lagi yaa. Kami butuh pantauan dari nyonya. Karena kadang kami juga bingung.” Jawab salah satu karyawan nya itu.
Nayya yang mendengar itu pun tersenyum, “Terima kasih atas perhatian kalian kepada saya. Doakan saja bahwa saya tidak akan sedih lagi dan bisa menjalani semua nya dengan baik ke depan nya. Saya butuh dukungan kalian.” ucap Nayya memandangi para karyawan nya itu satu per satu.
__ADS_1
Setelah merasa cukup bicara dengan para karyawan nya itu. Dan juga setelah memastikan bahwa pembukuan toko nya itu baik-baik saja tidak ada yang aneh. Nayya pun segera ke lantai dua menikmati ruangan yang pertama kali dia tempati bersama sang suami setelah mereka memutuskan untuk tinggal sendiri tidak bareng kedua orang tua dan mertua mereka.
“Mas, lihat lah. Aku masih bisa melihat bayanganmu di sini. Kau bisa nya selalu tersenyum menyambut kepulanganku dari puskesmas dengan penuh senyuman karena memang kau yang selalu pulang lebih dulu dariku. Hubungan kita memang aneh. Jika biasa nya seorang istri yang menyambut kepulangan suami nya tapi hal itu tidak berlaku untuk kita karena kita melakukan hal yang berbeda dan sangat bertolak belakang. Tapi justru karena hal itu membuat hubungan kita lebih menarik. Aku menyukai nya. Maafkan istrimu ini mas yang tetap belum bisa melupakanmu sepenuh nya. Seperti nya memang tidak akan bisa karena aku tidak ingin melakukan nya. Aku akan selalu mengingatmu sebagai suami terbaik yang ku punya di dalam lubuk hati terdalamku.” Gumam Nayya.
Nayya pun menuju dapur di sana dan lagi-lagi dia tersenyum melihat gelas couple mereka yang tersisa di sana, tidak di pindahkan ke kediaman milik mereka.
__ADS_1
“Lihat lah mas. Ini gelas couple kita yang pertama kali kita beli bukan? Ini gelas yang kita gunakan saat menikmati minuman pagi hari dan menikmati angin sore sambil bersantai. Kita sepakat untuk tidak membawa nya ke kediaman baru kita saat itu karena kita ingin jika kita ke sini maka kita akan menggunakan nya. Tapi sekarang lihat lah gelas nya masih ada dan masih couple tapi aku hanya sendiri. Kau sudah tidak ada lagi di sini.” Ucap Nayya lagi.
“Aku merindukanmu mas.”