Takdir Kehidupan & Cinta

Takdir Kehidupan & Cinta
Kabar buruk


__ADS_3

Setelah pulang dari kampus lalu ia pulang ke restoran dengan jalan kaki, karena jarak antara kampus dan tempat kerja cuman butuh waktu 10 menit apabila di tempuh dengan jalan kaki.


Sedangkan Khoya bertemu Novia di taman dekat kampus, karena Novia akan berangkat


kuliah keluar negri dan berpamitan.


Khoya pun duduk di taman, lalu Novia datang menghampiri.


"Sayang, maafin aku ya? lebih baik kita putus aja, karena aku gak mau ngebuat kamu lama menunggu, butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa pulang lagi ke Indonesia. Jadi aku mem bebaskan kamu barangkali kamu mau mencari pengganti ku, Novia mengucapkan nya sambil berkaca-kaca menatap Khoya.


"Iya..! Mungkin ini keputusan terbaik, aku ngikut aja apa mau nya kamu dan aku cuman mau bilang, semoga selamat sampai tujuan terus kamu jaga kesehatan dan juga semua urusan nya lancar dan jaga diri kamu baik- baik yah? "ujar Khoya sambil menatap wajah novia.


Khoya pun merasa kehilangan, terus Novia memeluk Khoya, dengan refleks nya Khoya mencium bibir Novia dan mereka pun berciuman, bahkan mereka begitu menikmati sampai- sampai memejamkan mata nya.


Ketika Naima berjalan melewati taman.


"Gubrak..!"


Suara orang terjatuh.


"Aduh...Sakit banget lutut ku!"pekik Naima.


Karena Naima tidak sengaja melihat khoya berciuman dengan Novia.


Mendengar suara orang jatuh, Khoya dan Novia pun berhenti berciuman mesra.


Khoya memandang ke arah Naima yang sedang merasa kesakitan.


"Ya ampun gue malu banget dan kaget juga


ternyata Naima melihat gue sedangan ciuman, apakah Naima cemburu kenapa wajah nya begitu kesal?,gumam Khoya"


"Sayang! Sepeti nya aku pernah melihat cewek itu deh? "Novia bertanya ke khoya.


"Kamu emang kenal?"tanya Khoya sambil mengerutkan dahi nya.


"Iya aku baru ingat, dia kan waiters restoran,kamu ingat gak pas malam itu kita makan,"ucap Novia.


"Benar dia waiters yang waktu itu,"sahut Khoya pura-pura baru tahu.


Naima pun langsung pergi dan jalan begitu cepat nya.


"Khoya sialan, kenapa sih gue harus melihat semua itu gue kan jadi kesal dan cemburu. Dasar...Cowok gitu ya, begitu gampang melupakan cinta pertama,"umpat Naima ngedumel terus saking kesal nya.


"Klontang!" Suara orang menendang kaleng.


"Aduh siapa sih? yang nendang bekas minuman nyampe kena jidat gue, "ucap seorang cowok yang merasa kesakitan.


"OMG..! Kaleng bekas minuman yang gue tendang kena orang,"ucap Naima kaget.


Naima pun menghampiri nya.


"Sorry ya kak, gak sengaja,"ungkap Naima sambil memelas minta maaf.


"Hati-hati dong? ngapain juga main tendang-tendang sampah kena jidat gue kan?"ucap cowok itu dengan kesal nya.


"Sekali lagi gue minta maaf ya?"sahut Naima.


"Ya udah gue maafin, "ucap cowok itu.


"Boleh kita kenalan? "cowok itu bertanya ke Naima.


Ketika Naima mau menjawab.


Drrt..Drtt..Drrtt, bunyi ponsel bergetar.


"Siapa nih nomer tidak dikenal. Halo? ini dengan siapa?"tanya Naima, ketika sedang menjawab telepon.


"Halo juga apa ini dengan Naima? "ucap seseorang yang nelpon.


"Iya, ini dengan siapa? "ucap Naima.

__ADS_1


"Ini dengan mamah nya Agung.


"Oh iya tante ada apa?"tanya Naima.


"Tante mau ngasih tau kamu kabar buruk,"ungkap mamah Agung, sambil menangis dan Suara bergetar.


"Kabar buruk apa tante?"tanya Naima yang begitu penasaran.


"Begini Naima, Agung jadi korban kecelakaan pesawat dan meninggal."ucap mamah nya Agung.


"Apa tante, kok bisa? "tanya Naima dan menangis sejadi-jadi nya.


"Tante sekarang dimana? "Naima bertanya. "Tante ada di rumah tante di jakarta,"ucap mamah nya Agung.


"Tante aku mau ke sana boleh? "tanya naima


"Iya boleh, tante share lokasi pemakaman nya,"ucap nya.


"Iya tante sekarang aku ke sana,"sahut nya dalam telepon.


Naima berlari meninggal kan cowok yang mau berkenalan dengan nya.


Hiks..Hiks..Hiks..


Naima menangis dengan air mata yang tiada henti nya menetes.


Naima mencari kendaraan umum, tapi tidak kendaraan umum yang lewat. ketika khoya sudah berpamitan dengan Novia


khoya pulang memakai motor gede.


ketika sedang mengendarai motor nya, khoya melihat ada Naima di pinggir jalan lalu berhenti dan menghampiri Naima.


"Kenapa lo nangis di pinggir jalan seperti ini? apa lo butuh tebengan sini biar gue antar, "sambil tersenyum khoya menawarkan tumpangan.


karena tidak ada kendaraan umum yang lewat dengan terpaksa Naima pun naik ke motor nya Khoya.


"Mau gue antar kemana? "tanya Khoya.


Naima pun menunjukan lokasi yang di share oleh mamah nya Agung.


"Pegangan ya, ntar lo jatuh lagi?"ucap khoya sambil tersenyum.


"Enggak usah gak bakalan jatuh juga,"sahut Naima.


"Tadi lo melihat gue di taman?"tanya


Khoya sambil mengendarai motor nya.


"Gue enggak sengaja lihat dan lewat situ,"tegas Naima.


"Gue udah putus sama dia?"Khoya menjelaskan.


"Terus..Gue gak peduli tuh, "sahut Naima.


"Dia akan kuliah di luar negri dia pamitan sama gue, terus dia minta putus juga dan gue ciuman sama dia buat ninggalin kenangan romantis, "ucap Khoya dengan tegas.


"Apaan sih, gue kan udah bilang gue gak peduli, "Naima berkata dengan kesal nya.


"Maafin gue ya Naima? "ungkap Khoya.


"Lo kenal nama gue? "Naima bertanya, dengan kaget nya.


"Gue kan satu kampus sama lo, gue tau aja nama lo dari orang lain, "Khoya sambil berbohong bicara ke naima dan Naima hanya terdiam.


Akhir nya mereka sampai di tempat yang mereka tuju yaitu pemakaman nya Agung.


Kebetulan sekali jenazah agung pun tiba


dan langsung di laksana kan proses penguburan nya.


Kedua orang tua agung menangis dan Naima pun menangis di pemakaman Agung tersebut.

__ADS_1


"Nak! Kenapa kamu pergi secepat ini kamu masih muda kenapa tuhan begitu cepat mengambil nyawa kamu? "ucap mamah Agung dan pipi nya di basahi air mata.


"Tante yang sabar ya? aku pun turut berduka cita, aku pun begitu kehilangan Agung. Dia adalah sahabat terbaik aku tante "ucap Naima sambil menangis.


Sedangkan mamah nya Agung hanya mengangguk sedih dan berusaha di tenangkan ayah nya Agung sambil merangkul bahu nya.


Khoya pun mengenali agung karena mereka satu kelas pas masih sekolah SMP dan Khoya pernah cemburu ke Agung karena dia adalah teman dekat nya Naima.


"Kamu yang sabar ya? "ucap khoya sambil menepuk bahu Naima.


Khoya hampir meneteskan air mata tapi dia tahan karena pasti merasa malu karena dia seorang cowok, masa nangis.


Setelah pemakaman selesai semua orang pada pulang termasuk kedua orang tua Agung dan tinggal lah Naima dan khoya yang ada di pemakaman.


Hiks,hiks,hiks.


Naima masih menangis sambil memegang tulisan nisan, Naima pun mengambil hp yang ada di tas nya lalu menelpon Ibu & Bapak nya.


"Assalamualaikum Bu, "Naima berbicara di dalam telepon.


Waalaikumsalam, ada apa sayang? kok suara kamu seperti sedang menangis? "ucap Ibu Naima sambil merasa khawatir.


"Agung meninggal,"Naima menangis bicara ke Ibu nya di dalam telpon.


"Apa? nak, inalillahi wa ina ilaihi raji'un."ucap Ibu Naima. Terus memanggil suami nya.


"Pak...!"teriak Ibu naima.


"Ada apa Bu? "tanya Bapak Naima.


"Naima menelpon ngasih tau kabar buruk,"ucap Ibu nya.


"kabar buruk apa? "tanya Bapak Naima.


Naima pun menjawab di dalam telepon.


"Agung meninggal pak, "sahut Naima.


"Kok bisa, kenapa bisa meninggal? "tanya Bapak Naima.


"Agung kecelakaan pesawat Bu,Pak begitu banyak korban meninggal termasuk Agung,"ucap Naima yang sedang menjelaskan.


"Ibu dan Bapak turut berduka cita, semoga Agung tenang di alam Sana, di tempat kan di tempat yang terbaik di Sisi Nya, "ucap kedua orang tua Naima.


"Amin, "Naima pun menjawab doa kedua orang tua nya untuk Agung.


"Nak! Gimana kuliah kamu dan gimana pekerjaan kamu? "tanya Bapak Naima di dalam telepon.


"Seru kok pak! Itu kan kampus yang aku inginkan selama ini, terus di tempat kerja juga seru! "ucap Naima sambil tersenyum.


"Bagus dong, Ibu dan Bapak merasa senang mendengar nya "ucap Ibu nya Naima.


"Ya udah Bu, Pak, udah dulu aku mau pulang ke tempat kerja, soal nya aku masih di pemakaman, pas pulang dari kampus langsung ke sini "ucap Naima.


"Ya udah kamu jaga diri baik- baik ya, jangan lupa makan dan jangan lupa istirahat selesai kerja langsung tidur, pokok nya jaga kesehatan ya? "ucap kedua orang tua Naima.


"Iya, kalian juga jaga kesehatan ya, ya udah Bu! Pak! Naima tutup telepon nya. Assalamu'alaikum, "ucap Naima Dalam telepon.


"Iya nak, Wa'alaikumsalam.


Khoya hanya diam mendengarkan Naima bicara dalam telepon.


"Mau pulang sekarang? "tanya Khoya.


"Iya gue mau pulang,"jawab Naima.


"Gue anterin lo pulang kemana?"tanya Khoya.


"Emang lo mau nganterin lagi gue pulang?"Naima bicara sambil menatap Khoya.


"Iya dong, gue anterin lo lagi, "sahut Khoya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Anterin gue ke restoran dekat kampus, "ucap Naima.


Khoya pun mengangguk dan akhir nya mereka sampai di restoran.


__ADS_2