Takdir Kehidupan & Cinta

Takdir Kehidupan & Cinta
Kesiangan


__ADS_3

Naima menangis tersedu-sedu. Karena hubungan percintaannya telah usai.


"Naima, ini semua bukan keinginanku. Ya Tuhan, apa aku dan Naima tidak takdirkan bersama apa aku dengan Naima tidak berjodoh? "Khoya merintih. di depan pintu kediaman Naima, lalu ia pergi menaiki mobilnya dengan raut wajah frustasi.


Sedangkan Naima tidak bisa tidur semalaman hingga waktu menunjukan pukul 06:00 pagi, disitulah ia mulai merasa ngantuk dan tertidur sampai-sampai tidak lupa untuk kuliah.


Di rumah keluarga Haidar.....


"Bi, bangunin Khoya sana, suruh mandi dulu lalu habis itu sarapan! "perintah Bu Zahirah kepada asisten rumah tangganya. Ia sedang sarapan bersama Pak Haidar.


"Bibi, tau gak pas malam Khoya pulang jam berapa?"tanya Pak Haidar ke ART nya itu.


"Jam setengah 1 malam Tuan! "sahut Bibi. Kebetulan bibi belum tidur jadi tahu Aden Khoya pulang jam segitu, "ungkapnya.


Asisten rumah tangga itu, naik keatas menaiki tangga menuju kamarnya Khoya. Ia membangunkan Khoya yang masih tertidur pulas karena Khoya semalam kurang tidur gara-gara menangis memikirkan Naima dan sama seperti Naima, ia pun hatinya merasa hancur.


"Aden! Aden! "panggil Bibi, sambil mengetuk pintu kamarnya. Kenapa ya kok Aden enggak menjawab padahal sudah berteriak, apa masih tidur kali ya karena semalam pulangnya larut banget, mungkin dia masih ngantuk! "ujar Bibi, lalu dia turun lagi dan menghampiri Tuan dan Nyonya nya itu.


"Nyonya! Tuan! Sepertinya Aden Khoya masih tidur, mungkin karena semalam pulangnya larut jadi dia masih mengantuk. "ungkap Bibi.


"Ya udah enggak apa-apa nanti Bibi bangunkan lagi suruh dia untuk kuliah, "ucap Bu Zahirah.


"Baik Nyoya! "sahut Bibi menganggukkan kepalanya.


"Mah! Papah pergi kekantor sekarang, Mamah mau sekalian ikut gak katanya mau pergi ke salon? "tanya Pak Haidar.


"Iya pah! Kalau ke salon sekarang, sepertinya masih tutup karena masih pagi. Tapi Mamah ikut aja anterin Mamah dulu ke rumahnya Novia biar Mamah ke salonnya bareng calon mantu! "ucap Bu Zahirah tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat! "ajak Pak Haidar.


"Bi! Jangan lupa ya sekitar jam 07:30 bangunin Khoya takutnya dia tidurnya kebablasan dan nanti pergi kuliahnya kesiangan kalau gak di bangunin, "perintah Bu Zahirah kepada ART nya itu.


"Iya Bu pasti saya bangunin gak bakalan lupa, "sahut Bibi.


"Semangat kerjanya ya Pah! Mamah mau ngobrol-ngobrol dulu bareng Novia sebelum ke salon, "ucap Bu Zahirah, turun dari mobil setelah mobil itu sampai di kediamannya Novia.


"Iya Mah! Terus setelah selesai dari salon langsung pulang kerumah, terus kalau sudah nyampe rumah langsung menghubungi Papah kalau bisa pulangnya jangan terlalu sore, "tegas Pak Haidar merasa khawatir, dan agak sedikit overprotektif karena kecelakaan yang pernah menimpa istrinya itu.


Mobil melaju menuju kantor tempat Pak Haidar bekerja. Tinggal lah Bu Zahirah sendiri di depan rumah Novia. Lalu ia bertemu dengan Novia setelah itu pergi ke salon bareng, mereka sangat akrab sekali sudah seperti menantu dan mertua sungguhan.


"Aden! Aden! Bangun takutnya nanti telat pergi ke kampusnya, "teriak Bibi, mengetuk pintu dan akhirnya Khoya bangun dari tidurnya.


"Iya! Iya! "sahut Khoya merasa kesal. Si Bibi bawel banget sih udah kaya Ibu tiri aja, "umpat Khoya.


"Naima, aku kangen kamu! Berat banget rasanya harus putus, tapi aku tidak bisa mengendalikan keadaan ini, "Khoya meratapi hubungan cintanya yang telah berakhir. Ia memegang hp dan di lihatnya isi chat mesra ketika berpacaran, terus mengenang masa-masa indah ketika menjalin cinta. Sungguh dirinya belum larut dalam kesedihan, entah sampai kapan dia bisa move on. Membutuhkan waktu sekitar berapa Minggu atau berapa bulan bahkan satu tahun entah lah hanya dia yang merasakan kapan waktunya bisa move on.


"Bi aku berangkat kuliah ya sekarang, kayanya bakalan pulang malam. Kalau Mamah dan Papah nanyain bilang aja lagi ngerjain tugas kampus, di rumah teman, "ucap Khoya kepada Bibi. ketika sedang duduk di meja makan, walaupun tidak berselera makan hanya memainkan sendok dan garpu, sarapannya berupa roti tidak dia makan sama sekali. Lantas ia pergi ke kampus.


"Si Aden kenapa gak sarapan? Cuman mainin sendok dan garpu doang. "lirih Bibi, ketika Khoya sudah pergi.


Mungkin sudah kebiasaan berangkat bareng ke kampus Khoya mengendarai motornya menuju ke arah tempat tinggal Naima dan telah sampai di depan mess.


"Kenap kesini sih? "ucap Khoya bicara sendiri dan sedikit meneteskan air mata.


"Brem! Brem! Brem! "Khoya menghidupkan motornya kembali lalu pergi ke kampus.

__ADS_1


Naima masih saja tertidur lelap mungkin dia sedang bermimpi.


"Khoya! "teriak Lita dan Putri. Mana Naima kok gak bareng sih? "tanya mereka, kepada Khoya yang sedang berada di parkiran kampus. Khoya tidak menggubrisnya, ia malah pergi meninggalkan mereka tanpa bicara satu patah katapun.


"Ih dasar! Di tanya gak menjawab malah pergi ninggalin kita, "ucap Putri.


"Mungkin mereka sedang berantem, jadi gak berangkat bareng. Apa jangan-jangan terjadi sesuatu di antara mereka?"Lita bertanya-tanya.


"Jangan ngawur deh! Kita masuk aja udah kelas akan segera di mulai, "sahut Putri.


Kelas telah di mulai tapi Naima tidak kelihatan batang hidungnya. Khoya terus melihat kearah tempat duduk yang biasa Naima tempati, dalam hatinya bertanya-tanya, apa Naima sedang sakit, dia merasa khawatir takutnya terjadi sesuatu atau hal yang buruk menimpa Naima. Membuatnya gelisah gak karuan, tidak fokus dalam belajar, dia malah izin keluar dan pergi meninggalkan pelajaran.


"Kenapa sih, kelihatan gelisah banget itu si Khoya. Jadi tambah yakin deh gue kan tadi menebak Naima dan Khoya sedang mengalami masalah dalam hubungannya. "Putri berbisik ke Lita. Tanpa di sadari Dosen memperhatikan mereka.


"Lagi apa? asyik banget kayanya ngobrolin sesuatu, ngobrolin apa sih? "tegas Dosen.


"Itu lagi ngomongin si Khoya, "sahut Putri, kaget.


"Kenapa pakai di jawab sih, dasar! "lirih Lita.


"Terus, Terus? "tegas Dosen. Kali ini Putri diam tidak menjawab pertanyaan Dosen tersebut.


Khoya langsung pergi dan mengendarai Motornya. Walaupun di cegat satpam tapi Khoya bisa keluar entah memakai alasan apa sehingga di perbolehkan satpam.


"Tin! Tin! "Khoya membunyikan klakson. Setelah sampai di kediaman Naima.


"Tok!..Tok!..Tok! "suara ketukan pintu. Beberapa kali. Naima terbangun dan dilihatnya waktu menunjukan pukul 11:00 pagi. Sontak ia terkejut, karena tidurnya kebablasan sampai lupa untuk pergi kuliah.

__ADS_1


"Siapa sih, ganggu aja? "teriak Naima.


__ADS_2