
Agung belum bisa menemukan Naima masih berkeliling mencarinya, sedangkan Khoya tidak mengetahui keberadaan Naima. Tapi ia mengingat tempat yang sering di datangi Naima ketika sedang berada di sekolah yaitu di atap sekolah. Sambil berjalan cepat dan menaiki anak tangga, ternyata benar Naima berada di atap sekolah dan dilihatnya Naima sedang menangis.
Khoya langsung memeluk Naima yang sedang menangis.
"Sayang, kamu gak apa- apa? "tanya Khoya.
Naima tidak menjawab dia hanya memeluk erat Khoya dan menangis tiada henti nya
"It's ok, Naima gak apa- apa lo di bully satu sekolah, tenang aja ada gue yang akan slalu membela, melindungi lo, akan ada gue yang menjaga lo dan mencintai lo. Tidak peduli dengan perkataan orang, gue kagum sama lo bangga sama lo, udah jangan nangis terus, kamu kan cewek strong, "ujar Khoya, sambil menyemangati Naima.
Mendengar semua itu Naima merasa lebih tenang dan berhenti menangis.
"Terima kasih sayang karena kamu mau menerima aku apa ada nya, "ucap Naima yang sudah merasa tenang.
Khoya terus menatap bibir Naima,
ketika dia akan mencium bibir Naima.
"Naima....!"
Agung berteriak dan menghampiri Naima yang sedang bersama khoya dan menggagalkan ciuman mereka.
"Lo gak apa- apa, lo baik- baik aja kan?"tanya Agung karena khawatir.
"It's ok gue baik-baik aja kok, lo gak usah khawatir, "sahut Naima.
Sebelum menghampiri Naima Agung baru mengetahui bahwa Naima dan Khoya berpacaran. Bahkan Agung merasa geli dengan bahasa mereka, aku dan kamu membuat Agung tertawa kesal.
Ketika melihat Khoya akan mencium Naima,
dengan cepat nya agung menghampiri Naima untuk menggagalkan ciuman mereka. Karena dia pasti kesal dan cemburu apabila melihat cewek yang dia suka berciuman dengan orang lain.
Agung memberikan selamat kepada Naima dan Khoya.
__ADS_1
"Selamat ya! Karena kalian sudah resmi pacaran."ucap Agung walau dalam hati nya merasa cemburu dan kesal, kenapa Naima lebih memilih khoya di banding dirinya.
Khoya menjawab, Iya sama- sama dan kita memang pasangan serasi! "sahut Khoya yang begitu bangga karena Naima menjadi pacar nya.
...****************...
Hari demi hari berlalu dan tidak terasa
Naima dan Khoya memasuki hari jadi yang ke lima bulan. Lima bulan yang penuh arti bagi mereka, karena setiap hari mereka selalu bertemu dan pacaran.
Tanpa memberi kan kabar, tiba-tiba Khoya pindah sekolah dan pindah rumah ke ibu kota karena berbagai macam hal. Sebenar nya ia sangat berat hati untuk meninggal kan Naima tapi apa boleh buat Khoya mengikuti keputusan orang tua nya untuk pindah rumah ke jakarta.
Karena tidak ingin membuat Naima sedih,
ia pergi begitu saja tanpa berpamitan dan mengatakan sesuatu.
"Naima, maafin gue karena gue harus pergi ninggalin lo, "khoya menangis ketika dia akan menaiki mobil dan membawa barang-barang dalam koper nya.
Walaupun Naima tinggal di kampung terpencil, tapi Naima bersekolah di sekolahan elit di kota. Dengan jarak tempuh 2 jam perjalan jadi setiap sekolah Naima selalu menginap di pasar sambil berjualan.
Kembali lagi ke cerita Khoya pindah sekolah.
Ketika di kelas Naima terus melihat bangku Khoya, karena belum datang hingga bel sekolah berbunyi Khoya pun tidak ada.
Begitu guru datang dan memberi tahu bahwa khoya pindah sekolah, Naima merasa sedih,
seperti biasa pas jam istirahat Naima pergi ke atap sekolah.
"Khoya...!" Naima berteriak.
"Khoya kenapa lo ninggalin gue, lo jahat banget, lo pergi tanpa ngasih tau gue sebelum nya dan juga gak pamitan. Apa emang gue itu gak ada arti nya di mata lo, apa lo benar-benar malu karena kejadian kemarin, satu sekolah sudah tau kalau gue berasal dari keluarga miskin, jadi lo pergi ninggalin gue? Khoya lo tega banget sih, gue benci sama lo, "ujar nya sambil terus menangis tiada henti nya.
Agung datang menghampiri, langsung naik ke atap sekolah karena dia tahu pasti Naima sedang berada disana.
__ADS_1
"Kenapa lo nangis sih? dasar cengeng, "tatapan Agung sambil meledek Naima.
Naima tidak menjawab hanya terdiam.
"Masih banyak cowok lain kali, yang suka sama lo contoh nya gue, dari awal gue emang gak setuju lo pacaran sama si Khoya dan benar kan dia membuat lo nangis, dia sudah nyakitin lo dan membuat kecewa," ujar Agung, yang merasa kesal.
3 tahun berlalu akhir nya Naima lulus sekolah SMP dan masuk sekolah SMA.
Hari pertama masuk SMA, udah banyak cowok yang memperhatikan Naima, kenapa tidak karena Naima begitu cantik, kulit nya pun putih, hidung nya mancung tinggi semampai dan rambut lurus tergerai. Walau pun dia jarang perawatan sering berada di bawah terik matahari di sawah bahkan berjualan sayuran juga, tapi kecantikan Naima tetap terpancar.
"Cewek, boleh kenalan gak? "ucap seorang cowok.
"maaf ya, gue lagi sibuk "ucap Naima, lalu ia pun pergi.
Ketika akan masuk kelas, ada lagi murid yang mau berkenalan dengan Naima, dengan terpaksa dia memberi tahu namanya.
"Untuk saat ini gue harus fokus belajar, tidak akan pacaran dulu.
Di hati Naima cuman ada Khoya, walaupun dia membuat nya kecewa dan menangis, tapi rasa cinta di hati nya untuk Khoya masih ada.
Meskipun di SMA banyak yang naksir Naima bahkan ada beberapa orang yang nembak Naima untuk di jadikan pacar. Bahkan Agung pun beberapa kali mengungkap kan isi hati nya, Naima menolak nya dengan alasan ingin fokus sekolah dan berteman saja hingga sampai lulus sekolah SMA.
Dari tahun ke tahun Naima selalu memikirkan khoya bagaimana kabar dia sekolah SMA dimana, apa khoya sudah melupakan nya
dan sudah mempunyai pacar baru.
Setelah lulus SMA Naima pun bercita- cita ingin pergi ke ibu kota untuk kuliah sambil bekerja juga, barang kali bisa bertemu dengan nya di jakarta, karena Naima mendengar kabar bahwa Khoya pindah rumah ke ibu kota.
Naima sudah memikirkan nya untuk kuliah di kampus terbaik di Jakarta dan berharap nanti nya, akan bertemu dengan Khoya di sana.
Di suatu malam Naima bermimpi bertemu dengan Khoya, di dalam mimpi tersebut Naima melihat Khoya sedang berada di sebuah taman dan tersenyum ke arah Naima
ketika Naima akan menghampiri nya, Naima ke buru terbangun dalam tidur nya.
__ADS_1
"Ya tuhan, maafin aku karena aku begitu mencintai makhluk ciptaan Mu, apabila kita berjodoh, tolong pertemukan aku dengan diri nya, "ujar Naima dalam doa nya.