
Pagi hari Naima terbangun dari tidur nya walaupun masih ngantuk karena semalaman tidur nya kurang nyenyak.
"Gue balik ke kamar lagi ya? mau mandi di tempat gue aja, tank you ya, Karena udah ngasih gue nginep disini."ucap nya ke teman kerja.
"Iya sama-sama, lo mau mandi di sana kan pintu nya belum dibenerin!"tanya teman nya.
"Gak apa-apa! Lagian pintu WC mah ada kunci nya."jawab Naima.
"Tin!..Tin!..Tin!"
Bunyi klakson motor.
"Naima...! Udah beres belum ayuk kita berangkat!"ucap Khoya, setelah tiba di depan kamar nya Naima.
"Iya bentar, lagi siap-siap ini, kamu tunggu aja di depan,"jawab Naima yang baru selesai mandi.
"Iya sayang, aku tunggu!"ucap Khoya,menunggu di depan pintu sambil duduk di kursi.
"Baru aja selesai mandi, Khoya udah datang. Emang nya udah jam berapa sih.
"Ya ampun!"
"Ternyata udah jam 07:30. Harus cepat-cepat pakai baju sama dandan nya. "ucap Naima, sambil melihat jam.
"Ya ampun!" Kok pintu Naima kunci nya rusak,"ucap Khoya karena kaget melihat pintu Naima yang rusak.
"Ayo! Kita berangkat, "ucap Naima.
"Kenapa, pintu kamar kamu kunci nya rusak?"tanya Khoya.
"kemarin malam ada maling pas aku lagi kerja, "jawab Naima.
"Apa? terus apa yang hilang gak, terus semalam kamu tidur disini?"tanya Khoya khawatir.
"Uang ku yang diambil, kalau semalam aku tidur nya ikut di kamar sebelah, cuman tidur nya kurang nyenyak efek takut ada maling lagi. "jawab nya.
Dengan cepat nya Khoya langsung memeluk Naima.
"Cup!.."
"Cup!.."
"Cup!.."
Khoya mencium jidat Naima berkali-kali.
"Sayang, aku khawatir banget untung kamu lagi gak ada dikamar. Takut nya kamu di celaka kan maling tersebut."ungkap nya.
"Iya sayang, uangku aja yang di ambil tenang aja aku gak kenapa-kenapa kok, orang Indonesia gitu ya kemalingan aja masih untung. Untung lagi gak ada di kamar?"ucap Naima meledek sambil tersenyum.
"Cup!..."Khoya mencium bibir Naima sekali.
"Sayang?"
Khoya langsung membungkam mulut nya Naima dengan mulut nya sendiri. Naima agak sedikit men jinjit kan kaki nya, lalu memeluk Khoya dan memejamkan mata.
Mereka berciuman, dengan mesra nya dan sangat menikmati nya padahal waktu menunjukan pukul 07:45 pagi.
"Sayang! Ayo berangkat ke kampus sudah siang! "ajak Naima sambil melepaskan ciuman nya.
"Jam berapa emang?"tanya Khoya, sambil mengusap bibir Naima yang basah dengan jari nya.
"Lima belas menit lagi! "jawab Naima.
"sayang ayo buruan! "ajak Khoya sambil menarik tangan Naima lalu berlari menuju motor.
__ADS_1
"Ayo pakai helm nya?"sambil memberikan helm nya ke Naima.
Brem!
Mereka pun menaiki motor, Khoya menjalan kan motor nya sangat ngebut.
"Sayang jangan terlalu ngebut!"ucap Naima sambil menepuk bahu Khoya.
"Akhir nya sampai juga!"ucap Khoya sambil ngerem mendadak, helm Naima pun berbenturan dengan helm Khoya.
"Auwh.. sakit! "teriak Khoya karena bahu nya di pukul Naima.
"Khoya, ngapain sih ngebut terus pakai ngerem mendadak segala,"umpat nya kesal lalu dia pergi duluan.
"Sayang!" Khoya mengejar.
"Tunggu, maafin aku, "Khoya minta maaf.
"Ayo buruan bel sudah berbunyi,"ucap Naima.
Kelas pun di mulai.
"Selamat pagi?"ucap dosen yang memasuki ruang kelas.
"Pagi! jawab semua murid.
"Pelajaran kita mulai!"ucap dosen tersebut.
"Kreek!" Suara pintu terbuka.
"Gedebuk!" Naima terjatuh dan ada Khoya di belakang nya.
"Hahahaha!"semua murid tertawa.
"Naima kamu gak apa-apa?"tanya Khoya sambil membantu Naima berdiri.
"Sorry kita telat!"ucap Khoya terhadap dosen.
"It's ok, silakan duduk!"jawab dosen tersebut.
"Sayang, ini minum dulu,"Khoya memberikan minum kepada Naima yang sedang duduk.
"Tank you!"ucap Naima lalu meminum nya.
"Naima...! "teriak Lita pelan yang duduk di belakangnya naima. Naima pun menoleh.
"Cerita nya panjang, nanti gue cerita nya,"jawab Naima.
Kampus pun selesai dan tiba saat nya untuk pulang.
"Tik, tik, tik" rintik hujan turun.
"Pulang nya hujan, kita gak bawa payung lagi."ucap Putri.
"kita tunggu dulu sampai hujan reda,"ucap Lita.
"Sayang sakit gak tadi kamu jatuh?"tanya Khoya.
"Enggak sakit biasa aja!"jawab Naima.
"Kamu marah? maafin aku yah sayang."ungkap Khoya.
"It's ok aku maafin, "ucap Naima yang langsung di peluk Khoya.
"Hmm, kita jadi obat nyamuk nih! ada yang lagi bermesraan, "ungkap Lita dan Putri mengiyakan.
__ADS_1
"Hahahaha! Bagus dong kalau kalian sadar, lagian kalian itu orang. Masa mau jadi obat nyamuk, "ucap Khoya tertawa dan Naima pun ikut tertawa.
"Dasar...itu perumpamaan tau, Naima lo juga malah ikut tertawa."ungkap Putri.
Bukan nya reda hujan malah semakin deras.
"Naima gue mau nanya pertanyaan tadi, kenapa lo telat?"tanya Lita penasaran.
"Semalam gue gak bisa tidur, karena ada maling!"jawab Naima.
"Kenapa bisa ada maling sih, terus apa yang hilang?"tanya Lita.
"Cuman uang aja,"jawab Naima.
"Maling sialan...!"umpat putri.
"Ya udah Naima, Khoya, kita duluan yah! Takut telat kerja kita habis ini mau kerja,"ucap Putri dan Lita.
"Hujan nya deras lo, kalian mau pulang sekarang?"tanya Naima.
"Bye...! "ucap Putri dan Lita yang berlari menuju parkiran.
"Sayang, emang nya mereka kerja apa?"tanya Khoya penasaran.
"Gak tahu, tapi mereka bilang misi rahasia.
wusshh!
Angin bertiup kencang berserta hujan lebat.
"Sayang kamu dingin gak, sini biar aku peluk,"ucap Khoya.
Sedangkan naima hanya mengangguk.
"Cup!" khoya mencubit pipi naima dan mencium nya, membuat pipi naima merah merona.
Naima pun menatap khoya dengan tatapan cinta.
"I love you"
"I love you more"
Ucap mereka berdua sambil tersenyum harap di maklum soal nya pasangan yang sedang di mabuk asmara.
...****************...
Dua semester berlalu tepat nya satu tahun kuliah dan waktu nya pulang kampung.
Di kampung....
Tok...Tok...Tok..
"Assalamu'alaikum"
"Ibu dan Bapak, Naima pulang!"ucap Naima.
"Wa'alaikumsalam, nak kamu pulang Ibu dan Bapak senang sekali. Terus siapa laki-laki ini?"tanya Ibu dan Bapak naima.
"Kenalin Bu! Pak! Dia teman kuliah aku, namanya Khoya,"sahut Naima.
"Senang bisa bertemu dengan Ibu dan Bapak, nama ku Khoya teman kuliah nya Naima, "ucap Khoya sambil mencium tangan kedua orang tua nya Naima.
"Iya nak kamu berasal dari mana?"tanya Ibu naima.
"Dari jakarta Bu, tapi dulu pernah sekolah disini waktu SMP sekitar satu tahun Bu, keburu pindah rumah ke jakarta.
__ADS_1
"Iya Ibu pernah ingat waktu dulu naima sering menceritakan tentang kamu.