
"Nyoya bagaimana ini rem nya blong...? Nyoya pakai sabuk pengamannya, "ucap supir merasa panik mencoba mengendalikan setirnya. Banyak kendaraan di depan yang sedang melaju.
"Ya tuhan! Kenapa rem nya bisa blong? "nyonya Zahirah panik dan memegang erat jok mobil karena sangat panik.
Bim!..Bim!..Bim!
Supir terus membunyikan klaksonnya.
"Derr!"
Mobil Nyonya Zahirah tabrakan kita sang supir menghindari mobil yang ada di depan dan menyalipnya. Tiba-Tiba ada mobil dari arah sebaliknya yang juga sedang menyalip kendaraan lain, kedua mobil berada di tengah-tengah jalan. Terjadi lah tabrakan tersebut Mobil Nyoya Zahirah terpental dan terguling.
"Brak!"
Mobil berhenti sang supir hilang kesadaran dengan kening yang berlumuran darah karena terbentur kaca mobil yang pecah, Begitu juga dengan Nyonya Zahirah kehilangan kesadaran, begitu banyak darah di kening bahkan kakinya terjepit body mobil. Banyak orang berkerumun dan mencoba mengeluarkan korban dari mobil. Sedangkan mobil yang satunya tidak terlalu ringsek parah dan yang berada dalam mobil tersebut masih sadarkan diri dan lukanya tidak terlalu parah.
Mobil taxi berjalan melewati kerumunan dan seseorang mencoba membuka kaca mobilnya.
"Pak! Kira-kira ada apa ya? banyak orang berkerumun, "tanya Novia kepada supir.
"Sepertinya ada kecelakaan mbak! "sahut sang supir.
Novia turun dari taxi dan mencoba untuk melihat kerumunan orang, dan menghampiri kerumunan tersebut.
"Astagfirullah!" ucapnya.
sontak merasa kaget dengan apa yang Ia lihat. Melihat Tante Zahirah yang sedang di bantu warga sekitar di keluarkan dari mobil yang terguling dan badannya berlumuran darah.
"Tante!" Teriak Novia sambil berlari.
"Hiks,hiks,hiks!" Tante kenapa jadi korban kecelakaan, Tante yang kuat ya? "Novia menangis melihat Tante Zahirah yang tidak sadarkan diri.
"Mbak mengenal korbannya?"tanya seorang warga sekitar.
"Iya saya kenal dia Tante saya! "sahut Novia yang masih menangis.
"Wiw...Wiw...Wiw..!" Mobil ambulans datang untuk membawa korban ke rumah sakit.
Nyoya Zahirah di gotong oleh warga untuk masuk kedalam mobil tersebut. Novia membayar taxi dulu kemudian ikut naik mendampingi Tante Zahirah dalam ambulans.
__ADS_1
"Tante yang kuat ya? "sedih Novia memegang tangan Tante Zahirah.
"Drrtt...Drrtt...Drrtt!" Ponsel bergetar.
Novia sedang menelepon Khoya beberapa kali, tapi dia tidak mengangkatnya dengan alasan malas kalau harus bicara dengan Novia walau hanya dalam telepon.
"Kenapa sih telepon nya gak di angkat-angkat? "Novia panik sembari terus melihat Tante Zahirah dalam ambulans. Om Haidar! Iya menghubungi Om Haidar aja,"ucap Novia.
"Halo, Novia ada apa? "tanya Pak Haidar dalam telepon.
"Tante Zahirah Om! hiks,hiks, "belum sempat meneruskan pembicaraan Novia keburu nangis. Membuat Haidar jadi penasaran dan panik.
"Halo Novia, Tante Zahirah kenapa? "Pak Haidar agak sedikit berteriak.
"Tante Zahirah kecelakaan! "sahut Novia. Ini sedang menuju rumah sakit lagi berada di mobil ambulans.
"Om akan segera ke sana, "dengan wajah panik Pak Haidar langsung bergegas pergi meninggalkan pekerjaan nya di kantor, dan menugaskan asisten nya untuk menangani segala urusannya di kantor.
"Drrt...Drrtt..Drrtt!" Ponsel Khoya bergetar dilihatnya satu panggilan dari Papah Haidar.
"Halo, iya Papah ada apa?"tanya Khoya menjawab telepon.
"Kabar buruk apa? "tanya Khoya panik.
"Mamah kamu kecelakaan! "jawab Papah Haidar.
"Kok bisa, terus sekarang bagaimana? Mamah di bawa ke rumah sakit mana, Khoya segera nyusul ke sana!"tanya Khoya.
Papah Haidar memberikan alamat rumah sakitnya. Khoya sangat sedih mendengar kabar buruk itu, membuat Naima yang sedang bersamanya menjadi penasaran, apalagi melihat Khoya tampak sedih sangat membuatnya panik.
"Sayang kenapa, ada apa kabar buruk apa? "tanya Naima penasaran.
"Mamah aku kecelakaan! Aku akan segera pergi ke rumah sakit, "ucap Khoya yang sedang berada di depan tempat tinggal Naima. Mereka baru saja sampai di depan mess setelah pulang dari kampus.
"Aku ikut sedih mendengar kabar buruk ini, kamu yang kuat ya, semoga Mamah kamu cepat sembuh dan kondisinya lekas membaik setelah di tangani dokter! "ucap Naima yang ikut prihatin.
Khoya langsung memeluk Naima sembari menangis, ia merasa mendapat kekuatan ketika berada dalam pelukan Naima.
"Its' ok semuanya pasti akan baik-baik saja Mamah kamu juga pasti sembuh! Kamu berdoa minta sama Allah untuk kesembuhan Mamah kamu! "ucap Naima mencoba untuk menguatkan.
__ADS_1
"Aku pergi sekarang ya? "Khoya pamit.
"Sayang, maafin aku ya karena gak bisa ikut kerumah sakit sekarang? "ungkap Naima, karena ia akan langsung bekerja malamnya.
"Iya gak apa-apa, "sahut Khoya. Lalu ia pergi ke rumah sakit menggunakan motornya.
"Wiw! Wiw! Wiw!"
Mobil ambulans telah tiba di rumah sakit. Suster langsung menangani korban yaitu Tante Zahirah dan langsung di bawa keruang rawat. Begitu juga dengan sang supir yang berada di ambulans lain. Novia langsung ikut ke ruang rawat dengan wajah yang begitu sedih.
"Maaf! Mbak bisa menunggu di luar, pasien akan segera di tangani dokter, "ucap seorang perawat.
"Iya suster, lakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien! "ucap Novia menunggu di luar ruangan.
Pak Haidar baru saja datang dan langsung menghampiri Novia setelah bertanya ke resepsionis dimana ruangan korban kecelakaan yang menimpa istrinya di rumah sakit tersebut.
"Novia gimana kondisi istri saya sekarang? "tanya Pak Haidar.
"Tante Zahirah sedang di tangani oleh dokter! Om yang kuat ya, semoga kondisi nya Tante Zahirah tidak luka parah! "ungkap Novia.
Dokter keluar dari ruangan beserta suster dan menjelaskan tentang kondisi Bu Zahirah setelah di periksa.
"Dengan keluarga korban kecelakaan? "tanya Dokter yang menangani Bu Zahirah.
"Iya dok, gimana dengan kondisi pasien sekarang? "tanya Pak Haidar.
"Pasien begitu banyak kehilangan darah karena kecelakaan tersebut, harus segera di beri donor darah, sampai saat ini pasien masih belum sadarkan diri, "ungkap sang Dokter.
"Golongan darah pasien AB, jadi kita harus mencari pendonor yang bergolongan darah AB dan kebetulan stok darahnya habis jadi kita harus mencari pendonor darah! "tegas Suster.
"Suster! Golongan darah saya, sama dengan pasien, saya siap mendonorkan darah nya sekarang, "ungkap Novia.
"Baik! Bisa ikut dengan saya sekarang? "Suster akan membawa Novia ke ruangan rumah sakit untuk diambil darah.
"Novia! Terima kasih ya karena sudah bersedia mendonorkan darah untuk istri saya! "ucap Pak Haidar berterima kasih.
"Iya sama-sama akan saya lakukan sebisa saya untuk kesembuhan Tante Zahirah, Karena Om dan Tante sangat baik terhadap Novia, dengan cara ini lah Novia membalas kebaikan Om dan Tante! "sahut Novia dan langsung mengikuti Suster.
Dengan langkah kaki yang begitu cepat Khoya langsung menghampiri Papah Haidar yang sedang duduk di depan ruang rawat.
__ADS_1