
Keesokan harinya...
Pagi hari pukul 06:00 di rumah sakit, Naima terbangun dan akan ada seorang suster yang mengganti infusan karena air infus Naima sudah habis.
Sebelum diganti infusan nya Naima mencoba melepaskan infusan nya, dan pergi ke toilet untuk mandi dan mengganti baju di dalam toilet tersebut. Lalu Naima pun selesai dan kembali berbaring di tempat tidur.
"Permisi, mbak Naima kita ganti infusan dulu ya?"ucap seorang suster.
"Baik sus silahkan! Kebetulan infusan nya saya lepas karena tadi habis mandi dan infusan nya udah mau habis jadi saya lepas,"ucap Naima.
"Iya tidak apa-apa? "jawab seorang suster.
Suster pun mengganti infusan nya dan membenar kan selang infusan supaya air infusan mengalir ke dalam tubuh Naima.
"Terima kasih sus!"ucap Naima.
"Iya sama-sama semoga cepat sembuh! "ucap suster, lalu ia pun pergi.
Setelah suster pergi Naima melihat Khoya yang masih tidur di kursi rumah sakit di sebelah pojok. Naima tiada henti nya menatap Khoya.
"Terima kasih karena lo masih peduli sama gue, baik juga dan perhatian dan membuat gue jadi baper, sikap lo yang seperti yang membuat gue suka sama lo sedari dulu. Gumam Naima"
Khoya pun terbangun dan membuka mata nya
begitu dia membuka mata, ia sadar bahwa Naima sedang mem perhatikan nya. Khoya kembali menutup mata nya dan pura- pura tidur lagi.
"Sudah jangan di lihatin terus gue memang ganteng dan karismatik juga kan? "ucap Khoya sambil merem lalu tersenyum.
"Lo udah bangun dari tadi, apa lo pura-pura tidur? ih dasar, "ucap naima kesal dan sekaligus malu.
Khoya pun bangun dari kursi dan pergi ke toilet untuk mencuci muka. Tiba-tiba ada seseorang yang datang.
"Permisi? mbak Naima ini makanan nya jangan lupa di makan kalau bisa di habiskan ya supaya lekas sembuh,"ucap pramusaji rumah sakit.
"Terima kasih untuk makanan nya!"ucap Naima.
"Saya letakan disini ya makanan nya, "ucap pramusaji rumah sakit tersebut.
Ia meletakan makanan dan juga air putih di meja lalu pramusaji tersebut pergi.
"Naima lo mau makan siang sini biar gue suapi?"tanya Khoya. Setelah keluar dari kamar mandi.
"Gue bisa makan sendiri,"sahut Naima.
"Kalau makan sendiri agak susah kan tangan lo yang satunya sedang di infus,"ucap Khoya mencari alasan.
"Makan yang banyak, supaya cepat sembuh dan cepat pulang!"ucap khoya.
__ADS_1
Naima pun mengangguk, karena dia mau cepat pulang dan tidak mau berlama-lama di rawat di rumah sakit.
"Sudah makan nya, udah kenyang kalau di paksain terus membuat gue jadi enek "ucap Naima.
"Ya udah, "ucap Khoya sambil tersenyum mengusap rambut Naima.
"Terima kasih,"kata Naima.
"Lo dari kemarin ngomong terima kasih terus, "ucap Khoya.
"Gue bosan mendengar nya,"ketus Naima.
"Naima lo sekarang Segeran wajah nya, kalau cantik emang lo setiap hari cantik beda seperti kemarin wajah lo pucat, "ungkap Khoya.
"Gombal terus dari kemarin, agak bosen mendengar nya tapi terima kasih juga pujian nya "ucap Naima sambil tertawa.
"Masa di rayu lo bosen seharusnya lo senang mendengar gombalan orang tampan seperti gue,"sahut Khoya sambil tersenyum bangga.
"Khoya lo makan dulu sana, nanti takut nya lo juga sakit, jangan menggombal terus, "ucap Naima.
"Iya gue nanti cari makan keluar, "ucap Khoya.
"Jangan nanti dong tapi sekarang lo harus makan sekarang! "dengan tegas nya Naima menyuruh Khoya sarapan pagi.
"Baik bu bos siap laksanakan! "sambil tersenyum Khoya memandang Naima.
"Bos apaan coba? udah sana makan dulu,"sahut Naima.
Lalu Khoya mencari makan, ia membeli bubur dan makan di sana, setelah itu Khoya kembali lagi masuk keruang rawat Naima.
"Udah makannya? "Naima bertanya.
"Iya udah gue udah makan, "sahut Khoya.
"Lo sarapan apa? "tanya Naima.
"Sarapan bubur,"jawab Khoya.
Tiba-tiba dokter datang bersama suster untuk memeriksa kondisi Naima.
"Selamat pagi! Bagaimana sekarang udah agak sehat? "ucap dokter yang datang bersama dengan perawat nya.
"Pagi dok! Iya dok udah agak enakan sekarang gak seperti kemarin, "ucap Naima
lalu dokter memeriksa kondisi Naima.
"Sekarang udah enggak demam dan sekarang udah gak lemas lagi suhu tubuh nya pun sudah turun dan gak panas seperti kemarin "ungkap dokter sambil memeriksa.
__ADS_1
"Gimana dok, apa sekarang pasien sudah bisa pulang? "tanya Khoya penasaran.
"Pasien sekarang sudah boleh pulang!"ungkap dokter.
"Suster ini resep obat nya Naima, "ucap dokter kepada suster.
"Iya dok! "suster menjawab.
"Naima jangan lupa obat nya di habiskan
dan juga setelah pulang ke rumah kalau bisa jangan beraktivitas dulu istirahat dulu. Pola makan nya juga harus di atur, nanti saya buat kan surat sakit, "ucap dokter.
"Iya dok, sekali lagi terima kasih, "ucap Naima.
"Saya tinggal ya! "ucap dokter.
"Terima kasih dok! "Khoya pun berterima kasih.
Lalu dokter dan suster pun pergi.
"Naima akhir nya lo bisa pulang, "ungkap Khoya memeluk Naima.
"Iya gue gak sabar mau pulang! "ucap Naima.
"Biar gue urus administrasi nya dulu, ucap Khoya.
Khoya mengurus administrasi dan sekalian mengambil obat Naima yang sudah di resep kan dokter. Setelah itu Naima dan Khoya bersiap- siap untuk pulang dan membereskan baju dan barang bawaan.
"Khoya terima kasih ya, lo udah nemenin gue, ngerawat gue juga! Terus lo udah bayarin biaya rumah sakit gue,"ucap Naima
"Terima kasih aja gak cukup, "sahut Khoya
"Terus apa? "tanya Naima.
Lalu khoya menunjuk bibir nya, Naima pun langsung mengecup bibir khoya sekali, lalu Khoya mencium kembali bibir Naima dan memeluk erat Naima.
Tangan Naima pun ikut memeluk erat Khoya
dan mereka berciuman cukup lama di ruang rawat rumah sakit. Setelah selesai berciuman Khoya tersenyum dan mengusap bibir Naima
yang begitu basah dan agak dower. Karena Khoya mencium Naima begitu keras dan dengan jahil nya menggigit bibir bawah Naima sedikit ketika sedang ciuman. Naima pun membalas kejahilan Khoya dengan menggigit bibir Khoya bagian atas.
"Sakit enggak bibir bawah nya?"tanya Naima tersenyum.
"Lo gimana? bibir gue sakit nih karena lo gigit nya serius dan kenceng, "ucap Khoya sambil tersenyum.
"Lagian siapa yang mulai duluan,"ucap Naima.
__ADS_1
Naima tersenyum dan merasa malu
karena ia menuruti keinginan Khoya untuk berciuman di rumah sakit. Lalu mereka pun pulang dari rumah sakit.