
Naima kuliah di Universitas Jakarta, kampus yang ia idam kan selama ini mengambil jurusan Ekonomi dan Bisnis.
Jadwal kuliah Naima adalah hati senin-jumat dari mulai pukul 08:00 pagi - 17:00 sore.
Saat weekend Naima libur kuliah dan libur kerja.
Tiba-tiba alarm pada handphone Naima berbunyi waktu menunjukan pukul 06:30 pagi. Kalau hari weekend Naima mengatur alarm nya agak siang, Naima merasa sangat lelah karena semalaman bekerja sampai larut malam juga.
"Kenapa linu banget nih badan? mungkin karena kecapean kali. "Naima berbicara sendiri ketika terbangun dari tidur nya.
Naima merasa pusing,meriang dan suhu tubuh nya panas wajah nya juga sangat pucat.
"Seperti nya gue harus membeli obat di apotik sekarang, "ucap nya sendiri.
Naima bangun dari tempat tidur, berjalan pelan karena badan nya lemas dan langsung mandi dengan air hangat.
Setelah selesai mandi dan berganti baju, Naima keluar dari kamar nya tempat Naima bekerja memiliki sekitar lima kamar untuk para pekerja termasuk waiters dan chef bisa juga di sebut mess.
Tetapi hanya ada tiga orang yang tinggal di sana termasuk Naima, karena pegawai lainnya tidak menetap di restoran itu.
Mereka memang orang Jakarta yang memiliki rumah di sana sementara Naima dan yang lainnya berasal dari luar kota bahkan ada yang berasal dari kampung sama seperti Naima.
Naima memiliki kesempatan untuk bekerja di restoran dan tinggal di sana, karena restoran itu milik ayah nya Agung tapi di kelola oleh saudara nya dan Agung yang membawa Naima kerja di sana.
Meski sudah mengenakan sweater, memakai celana panjang, Naima masih saja merasa kedinginan, saat berjalan menuju ke apotik.
Naima merasa pusing dan memutuskan untuk tidak langsung ke apotik melain kan mampir ke taman dulu dan duduk di bangku taman.
Naima merasa lapar dan memesan bubur.
"Bang! Pesan bubur nya? "ucap Naima.
"Iya neng, tunggu sebentar ya? "sahut Abang bubur,karena banyak pembeli.
Naima memakan bubur nya hanya sedikit karena sedang sakit sehingga nafsu makannya juga berkurang, walaupun enek tapi ia memaksakan untuk memakan nya
karena kalau tidak memakan sesuatu badan nya akan semakin lemas.
__ADS_1
Setelah makan bubur Naima segera mencari apotik dan tiba-tiba pandangan Naima menjadi kabur dan merasakan pusing.
Setelah berhenti melangkah sejenak pandangan Naima menjadi kabur, Lalu Naima pingsan dan akan terjatuh tetapi ada khoya yang kebetulan lewat. Khoya berlari Karena mau menolong Naima, lalu menangkap Naima yang akan jatuh dan memangku Naima.
"Kenapa bisa pingsan? Naima bangun, "Khoya menepuk-nepuk pipi Naima.
"Ya ampun Naima badan lo panas banget?"ucap Khoya.
Khoya membawa Naima ke rumah sakit dengan taksi setelah merasakan suhu badan naima yang begitu panas.
Setelah sampai di rumah sakit, Khoya membayar ongkos taksi dan meminta bantuan perawat untuk membawa Naima masuk ke dalam rumah sakit.
Setelah diperiksa oleh dokter Khoya pun bertanya tentang kondisi Naima ke dokter.
"Dokter gimana kondisi nya pasien?"tanya Khoya.
"Pasien mengalami demam dan suhu badan nya panas sehingga pasien harus di infus dan dirawat, sampai kondisi nya membaik dan sampai sembuh, "ungkap dokter tersebut.
"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk kondisi pasien,"ucap Khoya.
"Terima kasih ya dok?"ucap Khoya.
"Iya sama-sama baik kalau gitu saya tinggal ya, saya akan memeriksa pasien yang lain."ucap dokter, lalu ia pun pergi.
Khoya masuk kedalam ruang rawat, Khoya lah yang akan menemani Naima selama ia di rawat di rumah sakit dan akan membayar biaya rumah sakit tanpa harus diganti oleh Naima.
Akhir nya Naima terbangun, ketika sedang membuka mata yang berada di depan nya adalah Khoya.
"Gue dimana, terus kenapa lo ada disini juga?"tanya Naima.
"Terus gue di infus?"tanya Naima kembali.
"Tadi lo pingsan di taman, untung gue sedang berada di sana jadi gue yang nolongin dan membawa lo ke rumah sakit, "ungkap khoya.
"Terima kasih ya, karena lo udah nolongin gue sampai di bawa ke rumah sakit juga, "ucap Naima.
"Untuk lo apapun akan gue lakukan, "ungkap Khoya yang begitu serius.
__ADS_1
"Naima, lo gak usah khawatir, tenang aja gue akan nemenin selama di rawat disini, jadi lo gak sendirian dan soal biaya rumah sakit biar gue yang urus? "ucap khoya.
"Padahal enggak apa- apa kok, kalau lo mau pulang sekarang, gak usah nemenin gue takut nya nanti membuat repot, kalau ada urusan lain lo boleh pulang?"sahut Naima.
"Naima udah gue bilang biar gue yang nemenin, mana tega gue ninggalin lo sendiri di rumah sakit tenang aja gue gak sibuk kok, gak ada urusan yang lebih penting selain gue nemenin disini?"ucap khoya.
Naima merasa tidak enak karena sudah merepotkan Khoya dan mengatakan akan mengganti kembali biaya rumah sakit yang akan di bayar oleh khoya.
"Ibu dan Bapak lo sudah diberi tahu bahwa lo sedang sakit dan di rawat? "tanya Khoya.
"Gue gak mau memberitahu mereka karena takut membuat mereka khawatir dan sedih,"ucap Naima.
"Baiklah, sekarang lo harus istirahat dan tidur dulu atau apa mau gue belikan makanan lo mau makan apa? "tanya Khoya.
"Gue gak mau tidur, gak ngantuk juga kan selama pingsan gue tertidur. Tidak perlu membeli makanan gue gak lapar, 'ucap Naima.
"Ok kalau lo gak mau tidur, mau gue temenin ngobrol?"tanya Khoya, dan Naima mengangguk.
"Kenapa bisa sakit begini apa mungkin karena kecapean? "tanya khoya sambil mengelus rambut Naima.
"Ngapain sih lo mengelus-elus rambut gue emang nya gue anak kecil, "ucap Naima sambil manyun.
"Gak tau nih bawaan nya pengen ngemanjain? lo harus banyakin makan makanan yang sehat dan minum vitamin juga, biar daya tahan tubuh lo jadi kuat, "ucap Khoya.
"Iya nanti pola makan gue bakalan di ubah,"jawab Naima.
"Pulang kuliah kerja gak atau gimana? "tanya Naima.
"Sepulang dari kampus gue gak ada kegiatan, palingan gue nongkrong bareng teman-teman,"jawab Khoya.
"Lo gak ada rencana buat kerja?"tanya Naima.
"Nanti aja setelah lulus kuliah mungkin gue akan kerja di perusahaan bokap gue "jawab Khoya.
"Sepertinya sekarang gue ngantuk mau tidur dulu sebentar?"ungkap Naima.
"Tidur aja, gue akan tungguin lo tidur,"ucap Khoya.
__ADS_1