Takdir Kehidupan & Cinta

Takdir Kehidupan & Cinta
Istirahat seharian


__ADS_3

Khoya mengantar Naima ke tempat dimana ia tinggal, yaitu di restoran tempat ia bekerja yang ada tempat menginap pegawai atau bisa di sebut sebagai mess.


Khoya mengantar sampai ke kamar Naima


karena hari libur restoran pun tutup dan terasa sepi tidak ada orang. Hanya ada teman Naima sesama pegawai itu pun di kamar sebelah.


"Gimana perasaan lo sekarang udah di kasih pulang sama dokter? 'tanya Khoya.


"Senang banget pasti nya, bosen kalau berlama-lama di rumah sakit,"jawab Naima.


"Lo tinggal disini?"khoya bertanya.


"Iya gue tinggal disini,"sahut Naima.


"Ini tempat begitu kecil sumpek juga cuman muat buat kasur lemari dan satu kursi aja terus sebelah nya WC, "ucap khoya yang merasa kasihan kepada naima.


"Ada tempat tinggal di Jakarta, juga gue udah senang terus gratis juga disini asalkan sambil kerja. Gue bisa kerja disini berkat Agung karena ini restoran milik bokap nya yang di kelola saudara nya


"ucap Naima.


"Gue minta maaf, buat perkataan gue tadi, bagus dong kalau Agung peduli sama lo sampai lo di kasih pekerjaan dan bekerja disini, terus kita bisa bertemu lagi di jakarta,"ungkap khoya.


"Iya gue sangat senang karena mempunyai teman baik seperti Agung, dia memang teman terbaik gue dan dia gak pernah tuh nyakitin gue dan membuat kecewa, "ucap Naima menyindir Khoya.


"Bagus dong, "sahut Khoya, yang mengetahui bahwa Naima sedang menyindir dirinya.


Lalu mereka meletakan barang bawaan nya yaitu baju-baju nya Naima dan obat dari dokter. Lalu mereka pun duduk dan mengobrol.


"Bolehkan gue agak lama disini? karena besok gak bakalan ketemu lo di kampus?"tanya Khoya.


"Boleh asal lo gak berbuat macam-macam,"tega Naima.


"Tenang aja, kan macam-macam nya udah di rumah sakit nyium lo tadi hehehe!"Khoya tertawa girang.


"Ih dasar, "Naima merasa kesal.


"Besok gue akan kasih tahu dosen dan teman-teman kalo lo lagi sakit, "ucap Khoya.


"Sekali lagi gue minta maaf karena udah ngerepotin terus,"ucap Naima.


"Sudah gue bilang gue bosan mendengar perkataan lo, tentang minta maaf dan terimakasih, "sahut Khoya.


"Sorry tapi gue gak bosen tuh, "ucap Naima sambil tersenyum.


"Kalau lo mau berterimakasih, sekali lagi! "Khoya menunjuk pipi nya, itu adalah kode khoya ingin Naima mencium pipi nya.

__ADS_1


"Sudah dong tadi udah, masa pengen di cium terus,"ucap Naima.


"Bercanda kok, tapi kalau mau serius juga boleh, "Khoya bercanda.


"Khoya lo udah mandi belum? ih kaya nya lo belum mandi, ya ampun ih jorok banget bau juga, "tanya Naima.


"Emang gue belum mandi dari tadi juga, jorok apa jorok tapi tadi pas ciuman lo gak jorok malah menikmati, "ucap Khoya sambil tersenyum meledek.


"Khoya kenapa lo jadi berubah sih, lo jadi agresif dan genit juga sekarang dulu mah enggak kaya gini?" Naima merasa heran.


"Gue agresif ke lo doang kok, ke Novia mantan gue yang sekarang kuliah di luar negri enggak,"jawab Khoya.


"Agresif apaan terus yang waktu di taman yang lo ciuman itu apa? "Naima merasa kesal.


"Itu kenangan terakhir selama pacaran itu kali pertama ciuman dengan Novia,"sahut Khoya.


"Ah masa?,"ucap Naima.


"Gue jadi genit dan agresif begini, karena gue ingin mendapat kan hati lo kembali gue janji gue gak bakalan membuat lo kecewa lagi,"ucap Khoya jujur.


"Ya udah gue kasih lo kesempatan buat mendapat kan hati gue lagi, apa lo yakin lo bakalan bisa?"tanya Naima.


"Yakin lah karena gue melihat masih ada cinta disaat lo menatap gue "ucap Khoya.


"Ingat gak masa-masa pacaran dulu? "tanya Khoya.


"Sorry gue gak ingat tuh, udah lupa semua nya lagian itu kan udah lama beberapa tahun yang lalu,"jawab Naima berbohong.


"Lupa apa lupa?"tanya Khoya sambil menggelitik pinggang Naima.


"Khoya lo jahil banget sih gue geli tau,"ucap Naima sambil tertawa.


"Khoya gue kan, baru sembuh jangan jahil dong kalau gue ketawa terus gue jadi lemas,"ucap Naima


"Kalau gitu lo gak usah tertawa aja "ucap Khoya.


"Gue gak bakalan tertawa kalau gak lo jahil, habis nya lo jahil terus jadi gue gak bisa berhenti tertawa,"sahut Naima.


Naima mengambil cemilan karena akan lebih asyik ngobrol sambil makan cemilan dan minum nya air es.


"Kita ngobrol nya sambil ngemil aja!"ucap Naima sambil menawarkan cemilan.


"Naima lo harus banyakin makan, soal nya sekarang gue lihat badan lo agak kurusan beda kaya dulu, pipi lo dulu sedikit cabi dan lucu bahkan gue sering mencium dan mencubit pipi lo, badan lo juga dulu bahenol!"ungkap Khoya menatap genit.


"Gue lagi diet dan sengaja pipi nya di buat tirus biar gak ada yang mencubit pipi gue lagi,"ucap Naima.

__ADS_1


"Siapa bilang sekarang pun pipi lo bisa dicubit,"sahut Khoya lalu mencubit pipi Naima.


"Terus sekarang juga bisa di cium! "ucap Khoya sambil tersenyum.


Tapi Naima langsung menghindar dan mengambil bantal lalu memukul khoya dengan bantal.


"Selalu bilang gue jahil, ini lo juga jahil Karena udah mukul gue pakai bantal,"ucap khoya.


"Sorry gue jahil Karena ketularan dari lo "ucap Naima.


"Ya udah gue pulang ya? jangan lupa minum obat nya makan yang banyak juga, "ucap Khoya.


"Iya khoya terima kasih buat perhatian nya, lo juga kalau udah sampai rumah istirahat ya!


Kalau bisa banyakin tidur Karena semalam gue lihat lo gak nyenyak tidur mungkin karena lo di rumah sakit apalagi tidur nya di kursi,"ucap Naima.


"Iya Naima gue bakalan nurut, ya udah gue pulang dulu, "sahut Khoya.


"Hati- hati di jalan ya! "ucap Naima.


Lalu Khoya pulang ke rumah nya, sedangkan Naima hanya berbaring saja di kasur.


terus dia senyum-senyum sendiri mengingat kejadian di rumah sakit.


"untung tadi pas berciuman gak ada suster yang datang kalau ada gue pasti malu, Naima bicara dalam hati"


Tidak terasa hari udah mulai sore, Naima pun makan dan minum obat.


"Drrtt...Drrt...Drtt... ! Bunyi ponsel.


"Halo? "ucap Naima menjawab telepon nya.


"Iya halo juga, "sahut Khoya di telepon.


"Naima lo udah makan terus udah minum obat nya? "tanya Khoya.


"Sudah kok, gue udah minum obat, "ucap Naima.


"Bagus deh kalau kaya gitu, ya udah gue cuman mau nanyain itu aja, istirahat lagi ya!"ucap Khoya.


"Lo juga istirahat "sahut Naima.


"Gue tutup telpon nya ya.. Bye..!"Khoya menutup telpon nya.


Lalu Naima pun tidur dan istirahat.

__ADS_1


__ADS_2