Takdir Kehidupan & Cinta

Takdir Kehidupan & Cinta
Mencoba Untuk Strong


__ADS_3

"Kamu yakin mencintai dia? tapi dengan mengungkapkan semuanya di hadapan kedua orangtuamu bahkan semua orang, justru kamu menyakitinya "ucap Novia, sehingga Khoya menghentikan langkahnya.


"Lihat saja, Baru pertama kali di ungkap, Tante Zahirah menamparnya berkali-kali terus bagaimana kedepannya?"sinis Novia.


"Diam..Jangan sok ikut campur! "tegas Khoya menunjuk wajah Novia tajam.


"Iya aku memang ikut campur...Bukan hanya Naima yang sakit hati, aku juga sakit dipermalukan dihadapan semua orang...Penolakan perjodohan ini sungguh membuat hatiku hancur! "teriak Novia kesal.


"Aku minta maaf untuk semuanya, "ungkap Khoya pergi meninggalkan Novia menuju kamarnya. Dengan raut wajah kesal Novia menangis dan masih berada di ruang tamu.


"Kleek!"


Membuka pintu masuk kedalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya di kasur.


"Naima maafkan aku? ini semua salahku,"Khoya menyesal atas kejadian tadi. Sambil tiduran memejamkan mata dengan sedikit air mata yang menetes.


Zahirah merasa cemas karena merasa takut Khoya tidak pulang ke rumah setelah kejadian tadi. Mencoba memejamkan mata tapi tidak bisa tidur, hanya gulang-guling di kasur membuat Pak Haidar terbangun.


"Kenapa Mah, kok belum tidur?"tanya Haidar sambil mengucek matanya.


"Mamah khawatir dengan Khoya, "ucapnya.


"Kamu sih, yang keterlaluan pakai menampar cewek itu segala, "ungkap Haidar.


"Kenapa Papah jadi menyalahkan Mamah? "tanya Zahirah duduk di tempat tidur.


"Yang sudah terjadi biarkan lah, mamah pergi saja ke kamarnya dan lihat dia sudah pulang atau belum? "ucap Haidar.


Haidar pergi ke kamarnya sembari menaiki anak tangga.


"Tok..Tok..Tok..!"


"Nak! Kamu sudah pulang? "tanya Zahirah mengetuk pintu.


"Ya!" Khoya hanya menjawab satu kata. Tanpa membuka pintunya.


"Khoya bukain pintunya mamah perlu bicara?" ucap Zahirah.


"Besok aja Mah, udah ngantuk!"sahut Khoya malas berdebat dengan Mamahnya.


"Ya udah Mamah pergi! "sahut Mamahnya.


Di tempat lain....


"Badanku lemes banget, pusing juga mungkin efek banyak pikiran. Ternyata cinta itu begitu rumit sangat menganggu pikiran dan hati, kerja dan kuliah jadi kurang fokus itu semua gara-gara cinta! "Naima bicara sendiri.


"Hoaam!"


"Ngantuk banget!" Begitu berat untuk membuka mata ia langsung tertidur.

__ADS_1


Keesokan harinya...


Mentari pagi telah bersinar dengan terangnya. Hujan tadi malam membuat Naima tertidur lelap. Karena semalam hujan tadi malam membuat pagi begitu segar. Cuaca hari sangatlah cerah, terlihat awan putih yang menggantung indah di atas langit. Naima bangun dan membuka jendela kamarnya. Ia hirup udara luar dalam dalam hingga memenuhi rongga perut dan menghembuskan nya perlahan-lahan.


"Pagi begitu cerah tapi tidak dengan suasana hatiku yang sedang kalut! "lirih nya menatap awan di langit.


Di sebuah rumah yang sangat besar dan memiliki kolam renang serta tanaman bunga yang begitu indah disertai dengan hembusan angin pagi hari yang begitu sejuk dan langit yang cerah. Sinar matahari menyelinap masuk kedalam sela sela jendela membuat seseorang terbangun dari tidurnya.


"Hoaam!" Suara menguap.


"Sudah pagi ternyata?" ungkap Khoya membuka jendela kamar dan view nya kolam renang.


Memejamkan mata dan menghirup udara segar di pagi hari. Sejenak hatinya merasa lebih tenang.


"Tok..Tok..Tok!"Seseorang mengetuk pintu kamar.


"Aden! Ditunggu oleh tuan dan nyonya di bawah untuk sarapan, "teriak bibi yang berada di luar pintu.


"Iya bi, Sebentar lagi ke sana! "sahutnya.


"Sekarang harus bisa menahan emosi dan lebih tentang ketika berhadapan dengan mereka, "tegasnya yang masih berada di dalam kamar.


"Pagi Tante! Om! "ucap Novia.


"Selamat pagi!" sahut Tante Zahirah.


"Its' ok Tante gak apa-apa! "jawab Novia.


"Om juga minta maaf karena sikap Khoya semalam, "ungkap Pak Haidar.


"Tante gimana kalau?... Kalau apa? "Khoya langsung memotong pembicaraannya Novia.


"Nak! Mamah gak setuju, kamu berhubungan dengan perempuan itu! " ungkap Mamah Zahirah.


Tiba-tiba Khoya berdiri menggebrak meja makan dan berdentum suaranya. Melempar sebuah sendok garpu ketika akan memakan roti.


"Mau setuju atau tidak, aku akan tetap bersama Naima karena sangat mencintainya! 'tegas Khoya mengepalkan tangan dan tangannya bergetar.


"Pokoknya Mamah gak setuju, kamu harus bersama Novia dan bertunangan secepatnya! "sahut Mamah Zahirah.


"Itu gak bakalan terjadi, "tegas Khoya.


"Brak...!"


Pak Haidar beranjak dari tempat duduknya dan menggebrak meja.


"Cukup! Khoya kamu jangan terus membantah Mamah kamu, "ucap Pak Haidar kesal. Mamah juga sudah Mah, ini masih pagi jangan berdebat terus malu sama Novia.


Mereka berdua terdiam, tapi Khoya langsung pergi meninggalkan meja makan.

__ADS_1


"Om! Tante! Maaf ya? ini semua terjadi gara-gara aku, aku penyebab semua masalah, "Novia mencoba mencari simpati.


"Enggak Novia, ini semua terjadi cewek itu penyebab nya! "sahut Tante Zahirah.


"Tante, Om! Terimakasih ya karena sudah mengizinkan aku tinggal disini. Sebenarnya Novia mau pamit karena merasa gak enak kalau harus tinggal disini takutnya merepotkan. Akan tinggal di rumah Novia aja! Tenang ya Novia gak sendiri kok, ada bibi asisten rumah tangga yang tinggal di sana, "ungkap Novia merasa tidak enak.


"Kenapa? tidak merepotkan sama sekali kok, kamu tinggal disini! "sahut Tante Zahirah.


"Kamu yakin?"tanya Pak Haidar.


"Iya OM! Tante! Terima kasih untuk semuanya,"ucap Novia senyum mengembang.


Sarapan telah selesai Pak Haidar siap-siap akan berangkat ke kantor. Sedangkan Khoya akan pergi kuliah, Novia membereskan semua bajunya untuk pindah ke rumahnya.


"Tin..Tin..Tin!"


Bunyi klakson motor.


Ketika di lihat dari jendela ternyata Khoya sudah datang untuk pergi bareng ke kampus. Naima langsung membuka pintunya.


"Pagi sayang, Ayo naik! "ajak Khoya yang tidak turun dari motornya.


"Pagi juga sayang! "sahut Naima senyum mengembang.


"Kamu tidak apa-apa kan? "tanya Khoya saat mengendarai motornya.


"Enggak, sekarang aku strong!"sahut Naima.


"Bagus deh kalau kamu sekarang strong!"jawab Khoya.


Kelas di mulai semua mahasiswa belajar dengan fokusnya, hingga tiba waktunya untuk pulang dan banyak tugas kampus uang harus di kerjakan.


"Naima..!" teriak Lita dan Putri di sampingnya.


"Ada apa?"tanya Naima.


"Sudah lama nih kita gak main bareng, nanti malam Lo kerjakan? kita nanti ke restoran."tanya Putri.


"Iya gue tunggu kalian! "sahut Naima tersenyum.


"Ngomongin apaan sih, pasti kalian ngomongin gue ya? "sahut Khoya datang menghampiri mereka.


"Apaan sih! "ucap mereka bertiga.


"Kita pulang duluan ya...Bye!"ucap Lita dan Putri.


Di sebuah jalan raya banyak kendaraan berlalu lalang. Mamah Zahirah pulang dari rumah temannya setelah arisan. Ia menggunankan mobil yang di kendarai oleh supirnya.


"Bim!..Bim!..Bim!" Suara klakson mobil.

__ADS_1


__ADS_2