Takdir Kehidupan & Cinta

Takdir Kehidupan & Cinta
Perjodohan yang tidak di inginkan


__ADS_3

"Hari ini mulai masuk kuliah dan bekerja kembali. Mulai beraktivitas lagi, harus semangat tentunya hari ini!"ucap Naima penuh semangat.


Ditempat lain Khoya akan siap-siap berangkat kuliah.


"Pagi! Mamah, Papah, Pagi Novia! "ucap Khoya penuh semangat dan wajahnya sangat ceria.


"Kamu sekarang udah sehat? wajah kamu ceria sekali, makin ganteng aja di lihatnya anak siapa dulu dong?"sahut Mamah.


"Anak Papah dan Mamah dong!. Semangat soalnya akan bertemu orang yang spesial,"ungkap Khoya.


"Apa Novia, orang yang kamu maksud?"tanya Mamah.


"Tante bisa aja!"sahut Novia.


"Bukan aku orang spesial yang dimaksud, pasti si Naima waiters itu, pagi-pagi udah kesal begini. Gumam Novia"


"Makan yang banyak biar selalu sehat. Kamu kan calon penerusnya Papah,"ucap Papah Khoya.


"Siap Papah ku!"sahut Khoya.


"Novia, nanti siang kita pergi ke salon bareng yuk? Mulai sekarang Tante punya teman nyalon bareng, karena secepat nya kamu akan menjadi menantu Tante dan Om,"ungkap Tante Zahirah.


"Iya Tante nanti Novia ikut, Novia sekarang gak punya kesibukan,"sahut nya.


"Khoya berangkat sekarang ya! Khoya pergi dulu,"ucap Khoya sambil mencium tangan kedua orangtuanya.


"Hati-hati Nak, jangan ngebut bawa motor nya!"sahut Mamah Zahirah.


Khoya menuju ke tempat Naima dulu. Tentu saja karena setiap kuliah Khoya akan mengantar jemput nya, atau berangkat bareng ke kampus. Naima sudah menunggu dan duduk di kursi depan.


"Tin..!" Suara klakson motor.


Khoya sudah sampai di tempat tinggal Naima.


"Selamat pagi sayang! Tumben udah siap dan menunggu didepan mess?"tanya Khoya.


"Pagi sayang! Iya nih, udah siap soalnya semalam tidurnya nyenyak banget jadi bangun tidurnya pagi-pagi, "sahut Naima.


Naima memakai jaketnya sebagai pelindung saat naik motor supaya tidak masuk angin. Memeluk pinggang dan menyenderkan kepalanya di punggung Khoya. Mulai lah Khoya menjalankan motornya, Khoya tersenyum karena Naima memeluk pinggangnya dengan erat. Dalam benak Naima penuh ke khawatiran, merasa takut kehilangan cintanya, belum tau hubungan cinta nya ke depan akan seperti apa. Semakin di ingat semakin memeluk Khoya erat.

__ADS_1


"Kamu kenapa? nyaman bukan memeluk pinggang aku sampai erat begini?"tanya Khoya penasaran.


"Takut jatuh aja, jadi memeluk kamu erat, "sahut Naima.


"Iya deh! Aku senang dipeluk terus,"ucap Khoya tersenyum senang.


Sesampainya di kampus dan tiba di parkiran.


Ada Lita dan Putri yang datang menghampiri, mereka saling cipika cipiki, karena merasa kangen antara satu sama lain, setelah libur panjang.


"Kangen banget kita! Naima lo pulang kampung. Bagaimana seru gak?"tanya Lita.


"Seru banget! Bikin betah aja tinggal di sana, udah berasa jadi calon mantu, "sahut Khoya, yang ikut nimbrung.


"Emang nya lo ikut? Emang benar Khoya ikut?"tanya Putri kepada Khoya dan Naima.


"Iya!" jawab Khoya dan Naima barengan.


"Iya lah! Kalian pasti iri ya sama gue?"tanya Khoya.


"Benar juga sih, karena kita pengen tahu kampung halaman nya Naima. Maaf ya! Karena kita gak bisa ikut, karena ada keperluan lain,"sahut Lita.


"Its' ok di lain waktu aja!"sahut Naima.


"Naima, Kita duluan ya! Soalnya kita lagi ada urusan, "ucap Lita dan Putri.


"Urusan apa sih? perasaan dari kemarin ada keperluan, ada urusan, kaya orang sibuk aja,"sahut Naima.


"Biasa soal pekerjaan,"sahut Lita.


"Kalian..! Kerja apa sih, gue jadi penasaran?"tanya Khoya yang langsung menghampiri mereka.


"Pokoknya kita kerja misi rahasia,"jawab Putri.


"Bikin penasaran aja kalian, misi rahasia! Misi rahasia!"sahut Khoya.


"Ya udah kita duluan. Bye Naima, "ucap Lita dan Putri yang langsung pulang duluan.


"Langsung pulang aja atau gimana?"tanya Khoya.

__ADS_1


"Langsung pulang aja deh kayanya, mau istirahat dulu. Langsung kerja juga kan malamnya, "sahut Naima.


Mereka tiba di tempat tujuan. Khoya langsung pamit pulang, karena tidak mau mengganggu istirahat nya Naima. Karena sekitar satu jam lagi Naima akan mulai bekerja.


"Sayang aku pulang dulu ya, semangat ya kerjanya!"ucap Khoya, sambil mencium kening Naima.


"Pasti dong semangat!" sahut Naima sambil tersenyum.


Khoya langsung pulang kerumahnya. Dia merasa sangat lelah, jadi memutuskan untuk istirahat saja.


"Nak, kamu baru pulang? kamu mandi dulu, nanti ada yang harus Mamah obrolkan, "sambut Mamah Zahirah di ruang keluarga yang sedang menonton tv bersama Novia.


"Khoya kamu baru pulang dari kampus?"tanya Novia basa-basi.


Khoya tidak menggubris. Novia tampak kesal karena sikap Khoya yang seperti itu, perubahannya begitu nampak. Ketika dulu sedang berpacaran, Khoya itu orang nya romantis, sangat sopan dan memperlakukan nya dengan baik. Tapi sekarang sangat berbeda sehingga membuat Novia sedih akan sikap Khoya yang sekarang.


"Kangen Khoya yang dulu, sekarang sikap nya menjadi dingin terhadapku. Gumam Novia sedih"


Derap langkah kaki Khoya menaiki anak tangga. Dalam benaknya merasa penasaran, sebenarnya apa yang mau di obrolkan mamah nya.


"Apa yang mau di obrolkan apa ini tentang perjodohan? apa aku harus jujur sekarang, bahwa aku akan menolak perjodohan ini dan memperkenal kan Naima sebagai pacar di hadapan kedua orangtuaku, tapi aku juga merasa tidak enak terhadap Novia. Kasihan juga dia karena sekarang sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi, bahkan hatiku tidak untuknya lagi. Hatiku ini sekarang hanya milik Naima seorang. "lirih Khoya yang sedang menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar nya.


"Kleek!" Suara pintu dibuka.


Khoya langsung menjatuhkan dirinya ke kasur dan langsung berbaring, dia memejamkan mata sebentar, merasa gamang apa yang harus ia lakukan sekarang, tentang perjodohannya tentang hubungan cintanya dengan Naima. Setelah memejamkan mata sebentar, Khoya langsung mandi.


"Nak...!" Teriak Mamah Zahirah. yang melihat Khoya menuruni anak tangga.


"Iya Mamah ada apa?"tanya Khoya.


"Kebetulan Papah juga sudah selesai mandi sepulangnya dari kantor. Kita akan makan malam di luar sambil mengobrol kan perjodohan kamu dengan Novia,"ucap Mamah.


"Tante aku tahu restoran yang paling enak, kita pergi kesitu aja?"tanya Novia.


"Setuju! Kalau menurut Novia enak, pasti Tante juga suka, "ucap Zahirah.


Khoya tidak mendengar perkataan Novia tentang restoran yang enak, karena dia sedang melamun memikirkan tentang perjodohannya.


Mereka berangkat ke restoran naik mobil menggunakan supir. Karena Zahirah menganggap Khoya dan Suami nya pasti sedang kelelahan, takutnya kurang fokus mengemudinya.

__ADS_1


Mobil berbelok dan lampu sein dinyalakan. Tibalah mobil di parkiran restoran.


Bersambung.....


__ADS_2