
Keesokan hari nya. pagi-pagi Naima terbangun tidur nya.
"Hoaam...!" Naima menguap.
"Gue masih ngantuk, tapi kalau tidur lagi ke banyakan tidur malah jadi pusing, tapi sekarang nih badan udah enakan,"Naima bicara sendiri.
Naima keluar dari kamar dan berjalan santai menuju ke taman sambil menghirup udara segar di taman yang banyak pepohonan.
"Gue belum minum obat, sekalian mau beli bubur aja, "Naima bicara sendiri.
Tiba-tiba ada yang jahil dan membuat Naima jadi kaget.
"Duarr!" Angga mengagetkan Naima dari belakang dan sontak saja Naima terkejut.
"Ya ampun gue kaget!!. kak Angga jahil ih pakai ngagetin segala, kalau gue jantungan gimana? "Naima merasa kesal.
"Sorry deh, ngomong-ngomong lo sekarang gimana udah sehat?"tanya Angga.
"Sekarang gue udah sehat, badan gue juga udah enakan sekarang, tapi saran dari dokter perlu istirahat dulu tidak melakukan aktivitas dulu, ya jadi gue hari ini gak kerja dan gak kuliah! "ucap Naima.
"Bagus dong kalau lo udah sehat, harus banyak-banyakin istirahat kalau perlu makan yang banyak," ucap Angga yang ikut senang kalau Naima sudah sembuh.
"Sudah sarapan belum? "tanya Angga.
"Belum kak, kebetulan gue mau makan bubur yuk sekalian bareng! "ajak Naima karena dia sudah lapar.
Mereka makan bubur bareng, seperti biasa makan bubur sambil ngobrol sambil tertawa juga karena Naima orang nya asyik di ajak ngobrol dan Angga pun merasa nyaman ketika berada di dekat Naima.
"Selama di rawat di rumah sakit, siapa yang menjaga dan nemenin lo?"tanya Angga penasaran.
"Khoya yang nemenin gue selama di rawat di rumah sakit, "jawab Naima.
"Cowok yang kemarin? apa benar dia mantan pacar lo, terus kelihatan nya dia masih menyukai lo Naima?"tanya Angga.
"Kak Angga kepo ih! "ucap Naima sambil tersenyum.
"Gak apa-apa gue kepo, boleh kan gue mau mendengar cerita nya?"tanya Angga.
"Iya dia mantan pacar gue, "jawab Naima.
"Terus kenapa kalian bisa putus?"tanya khoya.
panjang cerita nya, pokok nya dia membuat gue kecewa,"jawab Naima.
"Kenapa dia membuat kecewa apa dia selingkuh?"tanya Angga terus dia minta maaf karena kepo terus.
"Dia ninggalin gue karena dia pindah rumah ke jakarta, tanpa berpamitan dan ngasih tau sebelum nya, "jawab Naima.
__ADS_1
"Terus sekarang kalian dekat lagi?"tanya Angga penasaran.
"Iya kita dekat lagi dan gak sengaja bisa bertemu lagi setelah sekian lama tidak bertemu, udah ah jangan ngebahas masa lalu kalau di ingat lagi bikin gue kesal,"ucap Naima.
"Terus kak Angga gimana sekarang udah punya pacar apa belum?"tanya Naima.
Gue masih jomblo soal nya gue cowok pemilih,"jawab Angga.
"Kenapa pilih-pilih takut nya nanti dapat yang lebih, lebih jelek dari yang kita mau hayo loh?"sahut Naima.
"Amit-amit deh jangan gitu dong!"sahut Angga.
"Gue mau pulang sekarang kak, gue lupa enggak bawa obat, "ucap Naima.
"Mau di anterin enggak?"tanya Angga.
"Gak usah kak! lo kan mau kerja, takut nya nanti lo telat, kalau gitu gue pulang dulu ya!"ucap Naima.
"Ya udah,"sahut Angga.
Naima pun kembali ke kamar nya lalu dia meminum obat.
Ibu sama bapak lagi apa ya? gue kangen banget sama mereka, mau menelepon mereka aja!"ungkap Naima.
"Assalamualaikum Naima kamu sehat nak?"tanya ibu Naima menjawab telepon nya.
"Ibu sama Bapak sehat-sehat kan di sana?"tanya Naima.
"Iya nak, Ibu dan Bapak Alhamdulillah sehat,"sahut Ibu Naima.
"Bapak kemana Bu? kok gak mendengar suara nya,"tanya Naima.
"Ada bapak lagi membersihkan dan mem bereskan sayuran hasil panen mau di jual ke pemborong di pasar,"jawab Ibu Naima.
"Bu,Naima mau mendengar suara Bapak,"ucap Naima.
"Tunggu sebentar ya!"sahut Ibu Naima.
"Halo nak, kamu lagi apa gak ke kampus emang? 'tanya bapak Naima.
"Iya pak bentar lagi ke kampus nya,"ucap Naima berbohong.
"Bapak lagi apa? "tanya Naima.
"Ini nak bapak mau menjual sayuran ke pemborong di pasar, "jawab Bapak nya.
"Ibu dan Bapak pasti kecapean, maaf ya? Naima gak bisa bantu sekarang mah di saat lagi panen, "ucap Naima.
__ADS_1
"Enggak kok nak, Ibu dan Bapak di bantu pekerja panen sayur nya, "sahut Bapak Naima.
"Nak, nanti ibu kirim uang ke kamu uang hasil panen nya,"ucap ibu Naima.
"Tidak usah Bu, Naima kan disini lagi kerja,"ucap Naima.
"Gak apa-apa nak, kan ada uang hasil panen,"ucap Ibu Naima.
"Terima kasih ya ibu bapak, Naima juga belum gajian pengen ngerasain juga gimana rasa nya gaji pertama kerja , "ucap Naima.
"Iya nak, uang gaji kamu buat kamu jajan aja sama beli keperluan kamu, untuk biaya kuliah kamu gak usah pikirin nanti ibu kirim uang nya ,"sahut Ibu nya.
"Ibu dan bapak terimakasih ya! Naima tutup telpon nya ya? Assalamualaikum,"ucap Naima menutup telepon nya.
"Waalaikumsalam."jawab Ibu dan Bapak.
Setelah menelpon, Naima merasa bosen kalau harus terus berbaring di tempat tidur.
"Drrt..Drrtt..Drrtt!" Ponsel Khoya berbunyi.
"Iya Naima ada apa? "tanya Khoya menjawab telepon nya.
"Khoya nanti lo kasih tau ya kalau ada tugas kampus, terus hari ini belajar apa biar gue gak ke tinggalan pelajaran,"ucap Naima.
"Iya nanti sepulang dari kampus gue mampir ke tempat lo sekalian mau check kondisi lo,"sahut Khoya.
"Iya gue tunggu ya! ucap Naima, lalu menutup telepon nya.
"Terasa ada yang kurang di kampus kali ini, karena tidak ada Naima,"Khoya bicara sendiri.
"Itu kan Khoya, "lalu Lita dan Putri menghampiri nya.
"Hey sendirian aja? mana Naima biasa nya, lo suka bareng atau ngikutin Naima dari belakang,"ucap mereka.
"Kok kalian tau,apa kalian suka memperhatikan gue,"sahut Khoya.
"Iya kita tidak sengaja sering memperhatikan Lo,"sahut nya.
"Naima sakit jadi dia ijin gak masuk untuk hari ini aja, terus kemarin dia di rawat di rumah sakit, "ucap Khoya.
"Kenapa gak ngasih tau kita sih kalau kita tau pasti kita jenguk Naima di rumah sakit, "sahut Lita dan Putri
"Sorry gue lupa ngasih tau kalian, "ucap Khoya.
"Lo mah bukan lupa tapi sengaja kan biar lo bisa berduaan terus dengan Naima? "ucap Lita.
"Nah itu lo tau, "sahut Khoya sambil tersenyum.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam kampus dan setelah selesai mereka berencana akan menemui Naima sepulang dari kampus.