Takdir Kehidupan & Cinta

Takdir Kehidupan & Cinta
Dibuat kesal


__ADS_3

"Ternyata Naima tidak kenapa-kenapa, "lirih Khoya, merasa lega karena mantan pacarnya itu baik-baik saja. Khoya berpikir terlalu jauh takutnya Naima berbuat nekad, padahal Naima tidurnya kebablasan. Setelah mengecek kondisi Naima, ia langsung pergi menaiki motornya itu karena takut kedatangannya di ketahui oleh Naima.


"Siapa sih, ketuk-ketuk pintu? "ucap Naima, sembari membukakan pintu,rambutnya yang acak-acakan bicaranya sambil menguap. Kok gak ada siapa-siapa tadi kan ada yang mengetuk pintu, apa keburu pergi ya?"ucap Naima, yang sempat mendengar suara motor.


Naima langsung mandi habis itu, ia makan, setelahnya jalan-jalan keluar sebentar untuk menenangkan pikiran, bisa diakui Naima masih saja larut dalam kesedihan. Cuaca di siang hari begitu cerah dengan hembusan angin membuat daun di pepohonan berguguran hembusan angin itu pun meniup debu jalanan.


"Bim! Bim! Bim!" Suara klakson mobil.


"Naima!.." Teriak seseorang. Naima menoleh ke mobil yang berhenti menghampiri ketika Naima sedang berjalan.


"Kak Angga!" sahut Naima, merasa senang karena sudah lama tidak berjumpa dengannya.


"Kamu sedang apa, mau naik mobil gak? kita jalan-jalan sekalian kita ngobrol bareng!" ajak Kak Angga.


"Boleh juga! "sahut Naima naik ke dalam mobil yang di tumpangi Kak Angga. Kak Angga kemana aja, sudah lama loh kita gak bertemu. Biasanya suka jogging bareng terus nomer Kak Angga juga gak aktif? "tanya Naima, penasaran.


"Aku baru pulang dari luar negri, ada urusan pekerjaan disana! Kalau nomer yang gak aktif itu karena ponselnya hilang, "ungkap Kak Angga.


"Pantesan susah di hubungi! "sahut Naima, lalu Kak Angga memberikan nomer ponselnya.


"Kita mau kemana Kak? "tanya Naima, ke Kak Angga yang sedang menyetir mobilnya.


"Kita cari makan dulu, karena belum makan siang. "sahut Kak Angga. Kamu udah makan belum?"tanya Kak Angga.


"Kebetulan aku juga belum makan! "sahut Naima tersenyum tipis.


"Mau makan apa, mau gak kalau beli makanan pinggir jalan kita makan bakso? "tanya Kak Angga, karena merasa ingin memakan bakso.


"Boleh juga, enak kayanya apalagi kalau pedes! Lagi pusing kaya gini jadi segar pasti. "sahut Naima.

__ADS_1


"Kenapa pusing?"tanya Angga.


"Pusing lah Kak, panas terik kaya gini, "ucap Naima mencari alasan, padahal lagi pusing dengan percintaannya yang telah berakhir.


Mereka sibuk berbincang-bincang dan Naima tertawa lepas, sejenak dia lupa dengan permasalahannya. Melihat Naima yang terlihat ceria membuat Angga ikut merasa senang, karena hanya dengan Naima saja dia terlihat akrab dan bisa tertawa. Bisa di bilang Angga itu orangnya cool jarang bercanda apalagi tertawa dengan seorang cewek hanya dengan Naima lah Angga menjadi orang yang sedikit bisa diajak bercanda dan keluar dari zona nyamannya yaitu cowok berhati dingin, tidak peduli dengan orang lain bahkan seorang cewek terjatuh di hadapannya, ia mengacuhkannya tapi beda dengan Naima ia selalu peduli mungkin dia mulai menyukai Naima.


"Terima kasih ya kak, karena sudah mentraktir makan, terima kasih juga karena sudah nemenin ngobrol! "ucap Naima berterima kasih.


"Iya sama-sama, ngomong-ngomong kamu masih kerja di restoran? "tanya Angga, penasaran padahal dia masih belum puas bertemu dengan Naima kalau masih bekerja Angga berniat akan ke restoran malam nanti.


"Masih kok, masih kerja disana. Mau kesana nanti malam?"tanya Naima.


"Kalau gak ada keperluan lain pasti kesana, "sahut Angga. Naima mengangguk tapi dalam hatinya merasa ingin bertemu lagi dengan Angga, jadi dia tidak terlalu galau akibat putus cinta jadi ada teman ngobrol bahkan teman tertawa. Mereka pulang ke rumahnya masing-masing.


Beberapa jam kemudian gak terasa waktu telah menunjukan pukul 18:00 sore, waktunya Naima mulai bekerja. Entah kenapa ia merasa gelisah seperti ada firasat sesuatu hal yang buruk akan menimpa dirinya.


"Halo?" seseorang menjawab telepon.


"Kita lakukan sesuai rencana, kalau bisa malam ini juga dia harus di pecat dari pekerjaannya, "tegas seseorang dalam telepon.


"Mudah-mudahan ya rencana kita berhasil, udah muak juga sama cewek itu, orangnya sok baik suka cari muka tuh orang. Malam ini harus bisa menjadi malam terakhir melihat wajah cewek itu! "ungkapnya dalam telepon.


Naima mulai masuk kedalam restoran, melangkahkan kakinya dan terlihat senyuman yang mengembang di bibirnya. Sedang mencoba untuk move on tidak mengingat Khoya lagi, di dalam pikirannya ia tak mau menyimpan nomer mantan pacarnya itu di ponsel dan berniat akan memblokir nomornya tapi masih ragu-ragu.


"Baru datang ya tumben terlihat sumringah lagi happy ya?"tanya Mira teman sesama waiters.


"Iya lagi happy terus kenapa emang?"sahut Naima kemudian bertanya, kenapa Mira jadi sok akrab, biasanya kan jutek dan kelihatan tidak menyukai dirinya. Tapi Naima mencoba menghiraukannya.


"Enggak, senang aja ngelihatnya! "sahut Mira, padahal sedang merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Naima langsung melayani pelanggan. Seorang ibu-ibu di hampiri nya hanya duduk sendirian.


"Selamat Bu, selamat datang di restoran kami! "Naima tersenyum kepada pelanggan.


"Mau pesan jus alpukat aja sama French fries. "sahut Ibu-ibu tersebut.


"Baik, di tunggu pesannya, "ucap Naima, lalu pergi dan memberikan menu tersebut kepada koki di dapur restoran.


Setelah itu Naima melayani pelanggan lain dulu dan pesanan ibu tadi sudah selesai, Naima mengantarkannya ke meja dan tempat duduk yang duduki ibu itu.


"Pesanannya sudah siap selamat menikmati! "ucap Naima tersenyum tipis.


"Mbak, Ini bukan pesanan saya? "ungkap ibu itu berdiri sambil teriak, membuat semua orang mengalihkan perhatiannya kepada ibu itu


"Maaf bukannya ibu memesan jus alpukat dan kentang goreng, setahu saya ibu memesan ini saya masih ingat, "sahut Naima.


"Yang benar dong kalau jadi waiters, simak dan perhatikan orang yang memesan, "ungkap ibu itu, dia sudah bersekongkol dengan Mira tentu saja dalang dibalik semua ini adalah Novia yang menginginkan Naima di pecat dari pekerjaannya, Novia sepertinya ingin membuat hidup Naima menderita.


"Saya mendengarkan kok Bu! Saya juga masih ingat dengan minuman apa yang ibu pesan, "tegas Naima merasa kesal.


Tiba-tiba Pak Yudha manager restoran datang dan ingin mengetahui keributan apa yang terjadi. Karena Ibu-ibu itu marah-marah sambil teriak.


"Ada apa ini? mohon maaf ya Bu, atas ketidak nyamanan nya dan pelayanan nya! "ucap Pak Yudha meminta maaf ke pelanggan.


"Ya udah deh saya minum aja minumannya, "tegas Ibu-ibu.


"Bu, saya juga minta maaf karena sudah membuat pelanggan merasa kecewa, "ungkap Naima, walau dia merasa tidak salah.


Naima langsung di panggil keruangan Pak Yudha, dia di minta penjelasan atas kejadian tadi.

__ADS_1


__ADS_2