
Keesokan hari nya Naima pergi ke kampus tentu saja dia akan kuliah hari pertama masuk.
"Hmm, udara pagi ini begitu sejuk
hari pertama kerja begitu lelah kerja sampai malam terus sekarang kuliah,"ucap Naima berjalan sambil menunduk.
Brem..Brem..Brem..!
Seseorang berhenti mengendarai motor gede dan turun dari motor nya, banyak cewek yang memperhatikan.
"Wah! Itu cowok ganteng banget, keren juga
cewek- cewek pada membicarakan cowok itu.
Dia adalah Khoya, sama seperti Naima khoya pun hari pertama masuk kuliah.
Khoya berjalan dan semua cewek di kampus memperhatikan khoya, beda dengan Naima dia tidak ngeh bahwa ada khoya yang membuat cewe -cewek pada berisik karena ketampanan nya.
Naima terus saja berjalan menunduk sambil melamun tentu saja karena dia masih mengantuk, karena bekerja sampai larut malam.
Khoya memperhatikan Naima sambil berjalan di belakang Naima, Khoya mengenali Naima karena gelang pemberian nya masih dipakai Naima.
Dengan cepat nya langkah khoya dan langsung menghampiri Naima, dan dia malah sengaja menyenggol Naima dari samping. Sehingga membuat Naima akan terjatuh dengan sigap nya Khoya menangkap Naima yang akan terjatuh.
Khoya merangkul bahu Naima dan mereka saling menatap satu sama lain
sorry, "ucap Khoya, lalu mereka berdiri kembali.
"Sorry ya gue, nggak sengaja nyenggol lo,"ucap Khoya.
"It's ok, terima kasih juga karena lo udah sigap merangkul gue sehingga tidak terjatuh,"ucap Naima sambil menatap Khoya.
__ADS_1
Naima pun buru- buru pergi, permisi ya gue duluan Naima sambil jalan terburu- buru.
"Kenapa ya? gue masih mengharap kan Khoya toh dia juga sudah lupa sama gue, harus move on sekarang mah, ngapain juga sih mengharap kan cowok yang udah punya pacar, gumam naima dalam hati nya"
Lalu Naima melepaskan gelang pemberian khoya lalu di simpan ke dalam tas
Bel kampus berbunyi dan mata pelajaran pun dimulai, sama seperti di SMP Khoya dan Naima pun satu kelas karena mereka mengambil jurusan yang sama yaitu jurusan ekonomi dan bisnis.
Khoya menggulung kertas dan mem buntal kan nya, lalu di lempar ke Naima, sehingga Naima nengok ke belakang dan ternyata yang duduk di belakang adalah khoya, sambil menyapa khoya tersenyum ke Naima.Tapi naima malah jutek.
"Apaan sih, iseng banget? "ucap Naima pelan.
Kelas pun selesai dan waktu nya istirahat untuk menunggu mata pelajaran lain nya.
Seperti beberapa tahun lalu Naima pergi ke atap sekolah untuk istirahat di sana. Atap sekolah adalah tempat favoritnya karena begitu kelelahan dan mengantuk Naima pun mencari tempat untuk duduk.
Karena di sana tidak ada bangku, Naima pun duduk di lantai dengan kepala menyender ke dinding lalu ia pun tertidur.
"Naima apa kabar? setelah 6 tahun kita tidak bertemu dan maafin gue untuk semua nya. "Sambil menyenderkan kepala Naima ke bahu Khoya yang semula menyender ke dinding.
Naima masih saja tertidur pulas karena sangat kelelahan, tentu nya dia tidak mendengar yang di ucapkan Khoya.
"Gue selalu merasa nyaman ketika di dekat Lo?"ucap khoya.
Karena begitu nyaman nya khoya pun menjadi ngantuk dan tidur, berdampingan dekat Naima sambil terduduk.
Ketika Naima terbangun, Naima kaget dengan siapa yang ada disebelah nya yang ikut tertidur.
"Ya ampun! khoya masih ingat ternyata, kalau setiap istirahat sekolah gue pasti berada di atap sekolah, sambil menatap Khoya dengan tatapan cinta.
"Masih tampan seperti dulu, tapi sayang lo sudah punya pacar yang sangat cantik. Terus dia orang kaya juga dan cocok sama dia jadi sekarang gue harus move on,"ungkap Naima.
__ADS_1
"Ya ampun, percuma dong gue selama ini menyimpan rasa buat lo, sampai- sampai gue nolak setiap ada cowok yang nembak gue pas masa sekolah SMA ada 7 orang yang mengharap kan gue untuk di jadikan pacar nya di tambah Agung juga, teman dekat gue kalau tau begini mending gue terima aja cinta nya Agung, tapi kan agung berada di luar negri terus gue harus terima cinta nya siapa dong? kangen juga ya punya pacar, kangen ada yang perhatian ada yang menjaga gue, mencintai gue. Ternyata gue salah karena terus mengharap kan lo, cinta pertama gue, karena cinta pertama itu susah untuk di lupakan, tapi lo khoya, lo bahkan gak ngenalin gue dan lo pun sudah punya pacar, cinta pertama gak ada arti nya di mata lo. Gue benci sama lo, untuk saat ini gue akan membuka hati dan dandan secantik mungkin supaya ada yang naksir gue, ha..ha..ha..ha! "Naima bicara panjang kali lebar dan tertawa sendiri.
Khoya mendengar yang di ucap kan Naima
karena dia tidak benar- benar tertidur.
"Gue gak akan biarkan semua itu, lo harus kembali jadi milik gue soal Novia toh kita juga akan putus karena Novia mau pergi kuliah ke luar negri. Siapa bilang gue ngelupain lo, masih ada di hati gue sama seperti lo, lo itu cinta pertama yang susah di lupakan. Walaupun sekarang gue pacaran sama Novia
gue tidak benar- benar mencintai nya, toh dia yang nembak gue Novia itu cewek baik lemah lembut pengertian jadi gue gak tega nolak dia. Apalagi dia cewek nembak cowok duluan jadi gue terima dia, maafin gue Naima karena gue tidak setia, tapi gue senang tidak ada yang mencium lo selain gue berarti, kalau setelah gue tinggal tidak punya pacar lagi. gumam Khoya sambil tersenyum dan pura-pura tidur"
Khoya tidak tau kalau naima pernah berciuman dengan agung dikira nya hanya dia lah yang mencium bibir Naima. Begitu pun dengan Agung dikira nya Naima pertama kali berciuman dengan nya.
Padahal pas pacaran walaupun 5bulan
bisa di hitung Naima dan Khoya berciuman hampir 5kali semua nya dilakukan di atap sekolah.
Khoya pun terbangun, lalu Naima bertanya.
"Ngikutin gue? "sambil menatap tajam khoya.
"Siapa bilang? gue itu suka berada di ketinggian di atap kampus seperti ini. Gue bisa menenangkan pikiran dan melihat pemandangan dibawah dan gue jadi merasa tenang, bukan menjadi tempat tidur yang seperti lo lakukan, ngapain coba tidur disini dilantai pula,gue kan jadi kasihan melihat nya,"tegas Khoya.
"Kasihan apaan, lo juga tidur disebelah gue,"sahut Naima sambil ngedumel kesal.
"Kita belum kenalan,"ucap Khoya sambil menyodorkan tangan nya.
"Gak usah, gue gak mau kenalan sama lo takut nanti nya kecewa, "ucap Naima lalu pergi meninggal kan Khoya.
Khoya tersenyum dan mengangkat tangan nya, lalu mengusap rambut nya sendiri
agak kesal juga mengajak berjabatan tangan dengan Naima tapi tidak di respon malah pergi meninggal kan nya.
__ADS_1
Lalu mereka masuk kelas dan setelah itu mereka pulang dari kampus.