Takdir Kehidupan & Cinta

Takdir Kehidupan & Cinta
Ingin Menolak Perjodohan


__ADS_3

"Kita keluar yuk sebentar, beli makanan sekalian beli obat?"ajak Naima.


"Iya kita jalan kaki aja jalan-jalan berdua, lagian dekat kan, apotik nya?"tanya Khoya.


Naima mengangguk, mereka jalan-jalan keluar sambil berpegangan tangan. Semilir angin yang menyejukkan dan daun-daun pepohonan yang berguguran di sekitaran jalan. Hembusan angin membelai rambut Naima yang terurai panjang, dengan wajah yang sumringah dan begitu cantik, membuat Khoya tidak bisa berhenti mengedipkan mata.


Ditambah senyuman manis dibibir, membuat Khoya semakin terpesona.


Setelah jalan-jalan sebentar mencari makan dan membeli obat, mereka kembali lagi ke mess tempat Naima tinggal. Masih sama jalan sambil berpegangan tangan, benar-benar dua insan yang sedang di mabuk cinta.


"Sayang minum obatnya, biar aku ambilkan air dulu!"ucap Naima ketika sudah sampai.


"Obatnya simpan aja sebagian disini, takutnya kamu sakit dan ikut tertular! "sahut Khoya.


"Kamu sih lagi sakit, tapi?"Naima tidak meneruskan perkataannya.


"Tapi berbuat romantis!"sahut Khoya tersenyum.


Setelah mengobrol cukup lama dan waktu menunjukan pukul 17:00 sore. Ponsel Khoya tidak berhenti berdering dan dilihatnya 5 panggilan tak terjawab karena pas jalan-jalan keluar, tidak membawa ponselnya yang disimpan di meja.


"Drtt..Drrtt..Drrtt!" Ponsel Khoya kembali berdering.


"Halo Mah, ada apa?"Khoya menjawab teleponnya.


"Kamu kemana aja nak? udah sore begini kamu belum juga pulang, sungguh membuat ibu khawatir,"ungkap Mamah.


"Ya Mah, bentar lagi Khoya pulang!"sahut nya dalam telepon.


"Aku pulang dulu! Pokoknya sekarang kita gak usah lah bersedih-sedih terus. Harus banyak-banyakin senyum, karena kalau kamu sedang tersenyum kecantikan kamu menjadi berkali-kali lipat! "gombal Khoya.


"Iya sayang, kamu juga jangan menangis lagi mata kamu jadi sembab, kurang enak dilihatnya. Badan kamu kekar tapi hati kamu hello Kitty,"sahut Naima.


"Hello Kitty apaan? Aku mau nya hello Naima aja,"lawak Khoya garing.

__ADS_1


"Ya udah kalau mau pulang sekarang hati-hati dijalan. Besok kita bertemu lagi kampus,"ucap Naima.


Khoya pulang kerumahnya, hampir seharian bersama Naima. Ada rasa malas juga untuk pulang apalagi kalau melihat wajah Novia bawaan nya kesal. Mengingat akan di jodohkan dengannya, membuat Khoya tidak betah tinggal di rumah.


"Tin!...Tin!...Tin!" Suara klakson motor.


Seorang satpam membuka gerbangnya. Khoya masuk dan memarkirkan kendaraannya di garasi depan rumah. Masuk kedalam rumah dan dilihatnya ada Mamahnya dan Novia sedang ngobrol berdua di kursi tamu. Papah nya belum pulang dari kantor tempatnya bekerja.


"Kamu baru pulang, kemana aja sih, pulang sampai sore begini. Bukannya lagi gak enak badan?"tanya Mamah.


"Habis dari rumah teman Mah. Sudah beli obat kok!"sahut Khoya yang langsung masuk kedalam menuju kamarnya.


"Sikap nya menjadi dingin sekarang bahkan untuk menoleh ke arahku saja seperti enggan. Pasti gara-gara cewek itu yang membuat Khoya menjadi seperti ini. Gumam Novia"


Terdengar suara air gemericik di dalam kamar mandi dan suara bersenandung.


"Naima aku sungguh mencintaimu sungguh kau memang wanita terindah yang dikirim oleh tuhan dalam hidupku...Aku sangat mencintaimu,"ungkap Khoya sambil mandi dan bersenandung.


Gemericik air membasahi rambut beserta tubuhnya. Hari ini Khoya merasa sangat senang, beda dengan hari kemarin yang tampak murung dan menangis semalaman. Itu semua karena Naima, menangis karena memikirkan dia, senang pun gara-gara dia.


Memakai baju pun masih bersenandung.


"Ternyata diriku memang tampan, pantas saja Naima begitu mencintaiku,"ungkap nya merasa percaya diri, sambil melihat di cermin.


"Aden...Waktu nya makan malam, Tuan dan Nyoya sudah menunggu di meja makan!"teriak bibi mengetuk pintu kamar.


"Iya bibi! Nanti aku nyusul,"sahut Khoya.


Papah nya baru pulang dari kantor. Dan langsung ikut makan malam bareng, begitu juga dengan Novia yang ikut makan bareng. Khoya menghampiri mereka di meja makan.


"Om, Tante terimakasih ya, karena udah mengizinkan untuk tinggal disini. Sekarang tidak merasa kesepian lagi, Papah cuman keluargaku satu-satunya tapi....Hiks,hiks,hiks..Dia pergi meninggalkan ku untuk selamanya, "Novia bicara sambil menangis. Dia sedang mencari simpati dari Khoya.


"Novia, sudah jangan bersedih terus, kamu sudah Tante anggap seperti keluarga. Bahkan om dan tante akan menjodohkan kamu dengan Khoya! "sahut Mamah Khoya.

__ADS_1


"Om juga ikut merasa sedih, atas kepergian Papah kamu. Perjodohan ini sebenarnya kita pernah merencanakan nya sewaktu papah kamu masih hidup,"ungkap Papah Khoya. Karena Papahnya Novia adalah rekan bisnisnya.


"Haidar Abimana" salah satu pemilik perusahaan perhotelan terbesar. Selain perhotelan masih banyak bisnis-bisnis lainnya. Banyak perempuan yang berharap menjadi istrinya Khoya, dikarenakan Papahnya salah satu pengusaha dan pebisnis ternama.


Khoya yang berencana menolak perjodohannya dan mengatakannya, tapi melihat Novia menangis dia jadi sedikit gak tega kalau mengatakan nya sekarang.


"Novia, bagaimana dengan kuliah kamu?"tanya Mamah Khoya.


"Untuk sementara kuliahnya aku tunda, "sahut Novia.


"Bagaimana akan kuliah, sekarang sudah jatuh miskin? Papah meninggal kecelakaan gara-gara kabur di kejar polisi karena korupsi dan semua aset sudah disita polisi. Sekarang cuman punya sedikit tabungan dan sebuah rumah yang sederhana. Kalau om Haidar tahu bagaimana? pasti dia akan membatalkan perjodohan ini, apalagi tante Zahirah tau, dia menginginkan menantu yang sederajat dan selevel dengan nya. Gumam Novia"


Mereka menikmati makanannya. Setelah selesai Khoya akan kembali ke kamarnya. Novia langsung mengikuti Khoya.


"Albarkhoya!" Teriak Novia.


"Aku kangen kamu, kuharap hubungan kita bisa seperti dulu lagi. Walaupun sudah putus tapi sekarang kita di jodoh kan. Aku sudah siap menjadi calon istri kamu, "ungkap Novia mengikuti Khoya sampai di depan kamar.


"Maaf? sepertinya hubungan kita tidak bisa seperti dulu lagi. Untuk masalah perjodohan, aku menolaknya karena sudah ada perempuan lain di hati aku! "sahut Khoya.


"Kenapa kamu tega? aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi, harapan aku yaitu bisa menikah dengan kamu,"Tangis Novia.


"Maaf aku tidak bisa. Karena hati tidak bisa dipaksakan,"ucap Khoya.


"Siapa perempuan itu? apa dia adalah Naima waiters itu,"sahut Novia.


"Iya dia perempuan yang aku cintai! "ucap Khoya.


"Aku yakin orang tua kamu pasti gak bakalan setuju, karena kalian itu tidak cocok. Dia berasal dari keluarga sederhana seorang waiters pula,"tegas Novia


"Aku yakin orangtuaku pasti bakalan menerima Naima. Kalaupun terhalang restu, aku dengan Naima akan sama-sama berjuang demi cinta, "tegas Khoya.


"Khoya sekarang kamu berubah,"Tangis Novia.

__ADS_1


"Sekali lagi aku minta maaf! "ucap Khoya lalu masuk kedalam kamar meninggalkan Novia.


"Sialan!" umpat Novia lirih.


__ADS_2