
Khoya terkejut mendengar ancaman Mamahnya, yang mengancam ingin mati saja jika dirinya tidak menyetujui pertunangan itu. Begitu juga dengan Pak Haidar dan Novia, suasana dalam ruang keluarga menjadi tegang.
"Mamah jangan seperti itu! "sahut Khoya. Ternyata Mamah yang tidak menyayangiku tidak memperdulikan kebahagiaanku, Mamah benar-benar egois. "ungkapnya dengan suara bergetar.
"Kamu lebih mementingkan cewek itu, dibanding Mamah? kalau tidak ada Novia mungkin Mamah sudah meninggal disaat kecelakaan itu terjadi. "tegas Bu Zahirah.
"Kamu harus berterimakasih ke Novia, cara membalas kebaikannya yaitu bertunangan, "tegas Pak Haidar.
"Menurut ku tidak usah di paksakan kalau salah satu pihak tidak setuju, takut kedepannya hubungan kita tidak baik-baik saja karena tidak ada cinta di dalamnya, "sahut Novia, lagi cari muka seolah-olah mendukung keputusannya Khoya.
"Gak nyangka? ternyata Novia benar-benar berubah sekarang, dia menjadi baik. Khoya bergumam"
"Enggak pokoknya kalian harus segera bertunangan! Kamu sayang Mamah dan Papah kan. Kalau kamu menolak lagi perjodohan ini lebih baik Mamah mati, "Bu Zahirah mengancam dan memegang sebuah gunting yang di ambilnya di lemari.
"Tante jangan seperti ini! "teriak Novia merasa kaget. Sedangkan Khoya hanya terdiam.
"Ahhhhh!"
Mamah mending mati aja, dari pada punya anak yang membangkang! "Teriak Bu Zahirah. Dan suasana nya begitu mencekam.
"Mamah, istighfar Mah! "ucap Pak Haidar.
Khoya mendekati Mamahnya dan langsung mengambil guntingnya. Khoya langsung memeluk Mamahnya itu.
"Maafin aku? baiklah aku setuju dengan apa yang Mamah inginkan. Iya aku mau bertunangan dengan Novia, "ucap Khoya tapi agak sedikit bimbang.
"Terimakasih Nak! Karena sudah menuruti kemauan Mamah, "Bu Zahirah menangis senang. Sembari memeluk anaknya itu.
"Are you sure? "tanya Novia tersenyum mengembang. Khoya hanya mengangguk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Novia.
"Maafkan aku Naima! Karena tidak bisa memperjuangkan cinta kita, dan maafkan juga karena keputusanku ini akan sangat menyakitimu. Gumam Khoya meratap"
"Papah ikut senang mendengarnya, sekarang tidak ada lagi perdebatan diantara orang tua dan anak! "ungkap Pak Haidar.
"Nanti kita bicarakan lagi waktu yang tepat untuk bertunangan, pokoknya secepatnya! "ucap Bu Zahirah penuh antusias.
"Iya Tante, sepertinya Novia akan pamit pulang sekarang! "ungkap Novia, karena waktu hampir larut malam.
__ADS_1
"Nginep aja disini, kamu kan cewek udah malam begini pulang sendirian, Tante jadi khawatir atau gini aja, Khoya yang anterin kamu pulang. "saran Bu Zahirah.
"Gak usah Tante, takutnya jadi ngerepotin! Sahut Novia, merasa tidak enak.
"Gak ngerepotin sama sekali kok! Ya kan Khoya? "tanya Bu Zahirah. Akhirnya Khoya mengantarkan Novia pulang kerumahnya, dengan mengendarai mobil. Itu juga karena terpaksa.
"Pertunangan! Secepatnya! Bagaimana cara menjelaskan ke Novia, "Gumam Khoya, permasalahan ini membuat dia gelisah, bahkan untuk menjelaskan dan menatap wajah Naima, ia merasa tidak sanggup.
"Kamu yakin dengan keputusanmu itu? "tanya Novia karena sangat penasaran. Sedang berada di dalam mobil.
"Semua bukan karena aku nerima kamu, tapi lebih ke mementingkan kebahagiaan orangtuaku! "tegas Khoya, yang sedang menjalankan kendaraannya.
"Apapun alasannya, yang penting aku happy akan segera bertunangan dengan Khoya. Naima! sampai kapanpun kamu gak akan bisa mengalahkan ku. Gumam Novia senyum-senyum sendiri karena bangga"
Mobil berhenti di rumahnya Novia yang sederhana. Novia turun dari mobil dan berterimakasih ke Khoya, tapi Khoya tidak menggubrisnya.
"Khoya! Khoya! Terimakasih ya. "ucap Novia, memanggil berkali-berkali, tapi Khoya masih saja tidak mendengarnya. Dia kurang fokus dan sedang melamun, yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana cara menjelaskan semua yang terjadi ke Naima.
"Khoya! "teriak Novia. Khoya sedikit kaget dan berhenti melamun.
Mobil yang sedang melaju, tiba-tiba mobil berbelok kearah sebaliknya yaitu kearah restoran. Mobil berhenti di parkiran tapi Khoya tidak turun sama sekali dari mobilnya itu.
"Aw...!!! Huh...!!"
Khoya berteriak sembari memukul kendali setir mobil karena sangat frustasi.
"Hiks,hiks,hiks...Naima maafkan aku karena hubungan kita harus berakhir sampai disini, "ujarnya, dan melihat Naima dari kejauhan.
Waktu menunjukan pukul 00:00 malam saatnya Naima selesai bekerja. Khoya masih berada di dalam mobil yang berada di parkiran restoran. Melihat Naima keluar dari restoran, ia langsung turun dari mobil dan berlari memeluk Naima dari belakang.
"Siapa ini? "tanya Naima, yang akan melepaskan tangan yang memeluk pinggangnya dari belakang. Khoya makin memeluk erat.
"Sayang! Ini kamu kan? ada apa, kenapa apa ada sesuatu yang membuat kamu sedih?"tanya Naima mencoba melepaskan tangan pacarnya itu dan membalikkan badannya.
"Are you ok? "tanya Naima penasaran.
"No..Hiks, hiks, hiks ,"sahut Khoya menangis.
__ADS_1
"Ayo kita bicaranya di dalam mess aja! "ajak Naima.
"Kleek!" Naima membukakan pintu mess.
"Sayang, kamu kenapa?"tanya Naima mencoba menenangkan setelah masuk kedalam mess nya itu, sambil menyenderkan kepala Khoya ke bahunya.
"Maafkan aku? "ungkap Khoya dengan mimik wajah dan merasa bersalah.
"Kenapa minta maaf, apa kamu sudah berbuat salah? "tanya Naima. Ia langsung terdiam dan berhenti bicara karena bibirnya di kecup oleh pacarnya itu.
"Sayang, coba jelaskan dulu ada apa sebenarnya? "tanya Naima begitu penasaran.
Khoya terus melancarkan aksinya yaitu mencium bibir Naima dan akhirnya Naima pasrah, merelakan bibirnya itu untuk dicium.
"Iya aku akan menjelaskan sesuatu! "ungkap Khoya, sembari mengusap bibir Naima yang basah bekas kecupan oleh tangannya.
"Aku siap mendengarkan! "sahut Naima dan menatap wajah pacarnya begitu dalam.
"Aku sudah tidak bisa memperjuangkan cinta kita. "ungkap Khoya.
"Apa? "Naima sangat terkejut, dan bertanya-tanya dalam hatinya.
"Hubungan kita harus selesai sampai disini, sekali lagi maafkan aku! "Khoya terus meminta maaf terhadap Naima. Dan memegang tangan Naima. Tapi Naima menepisnya.
"Coba jelaskan secara detail. "tegas Naima.
"Kali ini aku tidak bisa menolak perjodohan yang orangtuaku inginkan selama ini, "ungkap Khoya meneteskan air mata dan suara bergetar.
"Apa karena Novia yang telah menyelamatkan Mamah kamu, jadi kamu membalasnya dengan cara ini. Kamu sadar gak? Kamu itu sudah membuat hatiku hancur. "tegas Naima menangis tersedu sedu.
"Maafkan aku!" ucap Khoya, entah berapa kali dia mengatakannya.
"Hiks,hiks,hiks. Tidak ada yang perlu untuk di maafkan, ok kalau itu keinginan kamu hubungan kita berakhir sampai disini! "tegas Naima kesal dan memukul bahu Khoya dengan tangannya.
"Terimakasih untuk semuanya? "ungkap Khoya, sangat sedih.
"Kamu pergi sekarang, keluar......! "Teriak Naima, mengusir Khoya keluar dari dalam mess nya itu. Dan langsung mendorong keluar dan langsung menutup pintunya, hati Naima begitu hancur.
__ADS_1