Takut Menjanda

Takut Menjanda
Chapter XXI (Sahrial Pratama)


__ADS_3

2021.


"Astagfirullah, Sahrialllll. Jam segini kau belum bangun juga? Setengah jam lagi acaranya mulai loh!" teriak Mama.


Setelah setahun nggak pulang gara-gara Covid 19. Lebaran di 2021 alhamdulillah, bisa mudik. Sialnya, abis lebaran sudah diminta Mama ikut datang ke acara pesta adat Marga Ritonga.


Aku itu paling malas datang ke acara adat. Banyak julidnya. Sejenis pertanyaan, "kau kan sarjana, sudah kerja di mana? Kau merantau ke Bandung, berarti sudah sukses dong? Usia sudah 27 tahun, masa masih melajang saja? Sampai kapan?" 


Ujung-ujungnya bahas perjodohan. Harus banget gitu marga Batak berjodoh dengan marga Batak juga? Jujurly, aku lebih menginginkan jodoh gadis luar Batak. Terserah suku mana. Biar lebih bervariasi.


Aku mengerjap mata. "Harus banget ya Rial ikut acara adat itu?"


Oh iya Mamakku ini Marga Ritonga juga. Wajar beliau harus ikut acara pesta adat itu. Pertanyaannya, kenapa aku juga harus ikut?


"Ya haruslah. Sebagai anak lelaki Mamak tertua, kau harus melestarikan budaya Batak dengan cara ikut serta pesta adat Batak. Udahlah, cepat kau mandi dan siap-siap berangkat."


Rani muncul di sebelah pintu dengan mengenakan kebaya khas Batak. "Udahlah Bang Rial ikut aja. Lumayan kan makan enak."


Kalau sudah seperti ini, titah Mamak mau nggak mau harus dituruti. Aku bangun seraya mengacak rambut. "Iya deh, aku ikut. Tungguin ya. Mau mandi dulu."


***


"Hallo, selamat datang keluarga Rinto Harahap. Apa kabar?" sambut tuan rumah.


"Alhamdulillah, lama kali kita tidak berjumpa. Apalagi sejak Corona menyerang." Mamak ikut basa-basi.


"Kapan ya terakhir acara adat seperti ini?" sambung Ayakku.


"Dua tahun lalu kayaknya."


Tiba-tiba muncul seorang gadis berhijab syar'i berwarna merah maroon. Aku perhatikan gadis di depanku ini cantik juga dengan pipi chubby menggemaskan. 


"Nah, kenalkan ini anak perempuanku satu-satunya. Namanya Leci Seira Ritonga. Dia dari SMP ikut mamanya sekolah di Yogyakarta."


"Hallo, Kak. Salam kenal," ujar gadis ini tersipu malu. Pipinya memerah selayaknya tomat.


"Aku Sahrial. Salam kenal balik."


Tuan rumah menggeser posisi berdirinya sehingga mendekati Mamak. Dia terus menatapku. Bah, jadi curiga aku.


"Kalau diperhatikan, anak-anak kita serasi juga. Bagaiman kalau kita jodohkan mereka?" ujar tuan rumah berbisik ke Mama. Karena suara orang Batak dasarnya nyaring, mau berbisik sepelan apa pun tetap terdengar.


Sial. Ketebak endingnya. Perjodohan lagi perjodohan lagi.


"Papa, tolong lah, ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi. Saya malas dijodoh-jodohin. Apalagi saya sama Abang Rial kan Pariban. Jatuhnya sepupuan kan?"


"Justru Pariban adalah sangat dianjurkan untuk menikah," sambar Mamak.


"Kalau kalian menolak perjodohan, kalian bisa berteman aja dululah." 


Apa pula ini Ayak membela mereka.


"Nah, benar itu. Temanan saja dulu. Tak usah buru-buru. Oh iya, saya permisi dulu. Mau menyambut tamu yang lain." Tatapan Tuan Rumah beralih ke Leci. "Nak Leci tolong antarkan tamu terhormat kita ini memilih makanan."


"Mari ikut saya."

__ADS_1


Kami dibawa ke tepi kolam renang. Waw. Makannya beragam. Ada 5 makanan khas Batak di antaranya:


Tombur.


    Tombur merupakan salah satu makanan khas Batak yang berasal dari Tapanuli. Hidangan tradisional ini menggunakan ikan lele atau ikan mujair yang diolah dengan cara dibakar. Kemudian ikan bakar yang kaya rempah ini disajikan bersama nasi hangat dan sambal. Penyajiannya mirip dengan lele penyet atau pecel lele.


Arsik.


     Ini merupakan makanan khas Batak yang berasal dari Medan, Sumatera Utara satu ini. Makanan ini identik menggunakan ikan mas sebagai olahan utamanya. Ikan mas diolah dengan cara direbus bersama bumbu kuning yang berasal dari aneka rempah yang hangat dan kuat. Makanan ini menjadi simbol budaya kuliner di Batak.


Dali Ni Horbo


     Makanan khas Batak ini nampak seperti tahu pada umumnya, namun sebenarnya ini adalah susu kerbau yang dipadatkan. Makanan khas Batak Toba yang paling banyak diburu ini memiliki rasa yang khas dan unik. Cukup langka menemukan makanan eksotis ini dengan rasa sedikit pahit namun menggugah selera. Anda dapat menemukan kuliner ini di sekitar daerah Porsea, Laguboti, dan Balige.


Mie Gomak


        Mie Gomak adalah hidangan berkuah dengan cita rasa khas Batak Toba atau sering disebut sebagai spaghetti Batak. Berbahan utama mie lidi yang dibuat dengan cara direbus bersama santan bumbu kuning. Dalam penyajiannya, Mie Gomak biasanya ditambahkan telur rebus.


Saksang.


      Saksang merupakan makanan khas Batak non halal yang biasa disajikan dalam berbagai acara adat masyarakat Suku Batak. Dimasak menggunakan bumbu racikan, contohnya andaliman, membuat rasa daging babi menjadi lebih gurih dan nikmat.


Aku garuk-garuk kepala nggak gatal efek bingung mau makan apa. Sayang, nggak ada Rendang alias Nasi Padang.


"Abang Sahrial suka makanan apa?" tanya Leci berbasi-basi.


"Sebenarnya sih suka Rendang alias Nasi Padang. Tapi nggak ada ya."


"Iya, kata Papa acara adat kayak gini khusus masakan khas Batak aja."


"Masih semester akhir, Bang. Sastra Jepang. Doakan lulus tahun ini. Abang sendiri kerja?"


"Iya, kerja di penerbitan Yogyakarta."


"Oh ya? Di mananya? Siapa tau nanti Leci bisa mampir. Sejak Mama dan Papa pisahan, Leci stay di Yogyakarta."


Obrolan terus berlanjut sambil makan. Hmmm… gadis di depanku asyik juga diajak mengobrol. Terlebih dia juga cinta dunia literasi. Katanya ingin jadi editor. Berkat kehadirannya, aku nggak terlalu mati gaya ke acara adat seperti ini.


***


Aku sudah kembali ke Yogyakarta. Di hari pertama aku masuk kerja setelah libur Lebaran, Bu Nazneen datang dengan seorang gadis. Aku mengernyitkan dahi. Diperhatikan dengan saksama sepertinya kenal. Namun, siapa?


"Perhatian semuanya. Hari ini kantor kita kedatangan orang baru. Dia anak magang posisi editor."


"Abang Sahrial? Jadi kerja di sini? Wah, kebetulan banget kita ketemu di sini.


Ah, aku ingat. Dia Leci. Gadis yang ingin dijodohkan denganku. Kenapa harus dipertemukan di sini?


"Loh, kalian sudah saling kenal?"


"Iya, Bu. Kami …"


"Kami sepupuan, satu kampung pula. Sesama Marga Batak," selaku sebelum Leci yang menjawab pertanyaan Bu Nazneen.


Duh, apa kata AT Family kalau mereka tahu bahwa aku dijodohin? Bisa-bisa bakal diledek abis-abisan. Terlebih di sini ada Helen, mantanku. 

__ADS_1


"Baguslah. Moga kalian bisa kerjasama dengan baik," tutur Bu Nazneen.


"Nah iya, mohon bimbingannya ya Kakak-kakak semua." Leci membungkukkan badan.


***


Aku keluar kantor. Tepatnya di parkiran. Menunggu kedatangan kurir Shopeefood. Tiba-tiba seseorang menarik tanganku. Aku menoleh. "Apaan sih narik-narik. Bukan mahram tau."


Leci menunduk. "Maaf. Saya hanya ingin bicara sebentar sama Abang Sahrial."


"Apa? Mumpung kurirnya belum dateng nih."


"Abang kenapa bilang kita sepupuan dan satu kampung?"


"Lah, emang bener kan. Mamakku Marga Ritonga, sedangkan Papa kau juga Marga Ritongan, jadi kita sepupuan."


"Tapi kan kita juga dijodohkan."


"Harus banget orang tau kita dijodohin? Yang ada aku diledek abis-abisan sama mereka. Lagian kita berdua sama-sama menolak perjodohan itu kan?"


Kurir yang aku tunggu datang.


"Maaf dengan Bapak Sahrial?"


"Iya, betul."


"Ini pesanannya. Mohon tanda tangan."


Setelah menerima pesanan dan tanda tangan, aku masuk kembali ke kantor AT Press. Meninggalkan Leci termangu di parkiran. 


Dilihat dari ekspresinya dia sedih. Muncul rasa bersalah. Aku jahat nggak sih bilang seperti itu ke Leci?


***


2022.


"Gitu ceritanya."


Hening. Nggak ada tanggapan dari Gisel. Ketika aku menoleh ke samping. Ternyata dia sudah molor. Dasar *****. Aku merasa sia-sia cerita masa lalu dengannya.


Aku menghentikan mobil sejenak. Lalu melepas jaketku dan mengenakannya di dada Gisel biar dia hangat dan nggak digigit nyamuk.


Ting!


Terdengar notifikasi WA dari I-phone Gisel. Aku penasaran, kuintip layarnya. Dari Jihan ternyata.


Jihan. 21.00.


Mbak Gisel, hari Minggu nanti datang ya ke acara 4 bulanan kehamilanku.


Aku pakai jarinya Gisel untuk membuka kunci I-phonenya, membalas pesan Jihan.


Grizelle. 21.02.


Oke, siap. Makasih undangannya.

__ADS_1


Aku kembali melajukan mobil, pulang ke rumah. Huft, hari yang panjang dan cukup membosankan karena harus mengingat tentang Leci.


__ADS_2