
Gue datang ke kantor, sudah penuh kursi dan karangan bunga ucapan selamat dari percetakan serta penerbit lain. Yup, hari ini hari peresmian kantor CV. AT Press.
Rangkaian acara persemiannya sendiri sederhana. Pembukaan diisi oleh membaca doa dan kalam Ilahi. Dilanjutkan sambutan. Acara ketiga potong pita. Penutup, doa, conferensi pers, dan ramah tamah. Sekarang sudah memasuki pembacaan kalam Ilahi. Aku bukannya mendengarkan, malah main HP. Tiba-tiba Helen duduk di sebelah gue. Apa gue kepoin tentang Sukma aja?
"Len, gue boleh nanya-nanya nggak?"
Helen menatap gue dengan tatapan curiga. "Nanya apa dulu nih?"
"Kau dah berapa lama kenal Sukma?"
"Sejak tiga tahun lalu. Awalnya pas calon suamiku meninggal, aku sempat down. Nah, qoute yang diunggah Kak Sukma di Facebook itu membikin aku semangat lagi. Kemudian kami saling bertegur sapa di inbox sampai ke WA. Berkat dia juga aku belajar hijrah mengenakan hijab lebar. Selama ini kami dekatnya cuma online aja. Nggak nyangka ketemu dan satu kantor di AT Press."
Helen menjelaskan secara rinci persahabatannya dengan Sukma. Bagus, kalau mereka kenal sudah sejak lama. Jadi gue bisa mengorek informasi dari Helen.
"Sukma ada pernah cerita punya pacar nggak?"
"Pacar sih nggak ada. Kan dia nggak mau pacaran sejak ditinggal nikah mantannya."
Deg!
Jodoh emang cerminan diri. Sama-sama ditinggal nikah. Jadi kami bakal bisa saling menyembuhkan luka.
"Tapi Kak Sukma pernah bilang, ada cowok yang niat melamar tiga bulan lagi," lanjut Helen lagi.
Gue lemes. Baru juga bahagia, eh sudah hilang harapan. Rasa penasaran membuncah di dada gue. "Siapa sih cowok yang mau melamar Sukma?"
"Ragiel."
Mata gue melotot. Nggak salah dengar, kan? Gue berpikir positif, nama Ragiel di muka bumi ini banyak. Nggak cuma teman kos gue doang. Untuk memastikannya sekalian gue tanya, "Ragiel mana ya? Bos Penjelajah Buku bukan?"
"Yup. Abang Rial kenal Ragiel juga?"
Sial, gue salah pilih jalan. Niat belok kiri biar dapat jodoh, malah tikungan tajam. Gue harus gimana? Tetap maju itu artinya gue jadi Mas-mas penikung jodoh teman atau putar balik ke masa lalu kembali mengejar cinta Helen?
"Pada acara peresmian, dimohon Bapak Sahrial Pratama Harahap selaku Pemimpin Redaksi CV. AT Press untuk mendampingi Ibu Nazneen Faiha selaku pemilik CV. AT Press untuk menggunting pita."
Sementara gue singkirkan dulu perkara Ragiel dan Sukma. Ada yang lebih penting. Pengguntingan pita. Sebelum gue berdiri, gue chat di grup WA keluarga dulu.
Mak, Ayak, Sahrani, buru nonton tipi. Rial masuk tipi.
Ketika gue berada di tempat pengguntingan pita, semua kamera fokus ke gue dan Bu Nazneen. Duh, gue jadi bertebar-debar. Tangan gue sampai gemetaran menggunting pitanya. Untungnya sih sukses terpotong.
Tepuk tangan riuh menggema di ruangan ini.
"Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin yang terhormat, dengan terguntingnya pita, itu artinya CV. AT Press resmi dibuka. Para hadirin mohon tetap tinggal di tempat. Pihak panitia akan membagikan cenderamata pada Para Hadirin sekalian."
__ADS_1
Cenderamatanya sendiri berupa buku terbitan Arsha Teen.
"Hadirin, demikianlah rangkaian acara Peresmian CV. AT Press telah selesai. Selanjutnya hadirin dipersilakan menuju ruang Santap siang, untuk mengikuti acara ramah tamah dan santap siang bersama. Buat para wartawan nanti akan dilanjutkan conferensi pers setelah makan siang."
"Atas nama penyelenggara, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat hal-hal yang tidak berkenan sepanjang pelaksanaan acara ini. Akhirnya, kami ucapkan terima kasih atas perhatian anda. Selamat siang dan Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh."
MC menutup acara dengan baik. Semua pada berdiri dan menuju tempat makan.
***
Pukul 12.30
Semua tamu sudah pada pulang. Tersisa wartawan. Untuk confrensi pers. Bu Nazneen sengaja mengundang mereka agar AT Press dikenal publik. Siapa tahu kan artis-artis pada menerbitkan buku di sini.
Gue diminta Bu Nazneen ikut serta mendampingi beliau confrensi pers.
"Terima kasih yang masih bertahan hingga detik ini. Tanpa membuang waktu, conferensi pers detik ini jiga saya buka. Ada yang mau bertanya ke Bu Nazneen?" MC membuka acara.
Wartawan yang rambut yang rambung gondrong, celana robek-robek mengangkat tangan. "Ya, Anda mau bertanya apa?"
"Saya mau bertanya, apa motivasi Mbak Nazneen mendirikan penerbit? Padahal kan sudah sukses bintang iklan, brand ambassador, bisnis lipstik dan lain-lain."
"Saya dari kecil suka membaca. Saya mengidolakn Bunda Asma Nadia. Beliau mempunyai tagline 'satu buku sebelum mati' Kenapa tidak mencoba bisnis penerbitan? Hitung-hitung membantu para penulis pemula melahirkan karya. Aku juga lihat semakin ke sini semakin banyak oknum mendirikan penerbitan." Bu Nazneen menjawab pertanyaannya dengan detail.
"Ada yang mau bertanya lagi?"
"Saya mau nanya, kenapa namanya AT Press?"
"Sebelum CV. AT Press, terlebih dahulu namanya Arsha Teen disingkat AT. Karena sudah terbiasa nyebut AT, jadilah diteruskan saja."
Pertanyaan berikutnya tidak jauh-jauh dari sistem menerbitkan buku di AT Press. "Kalau soal sistem penerbitan, biar Bapak Sahrial Pratama Harahap selaku pemimpin redaksi yang menjawab."
"AT memiliki 2 sistem. Untuk novel, bisa seleksi rasa mayor. Gratis total. Syaratnya naskah kudu cakep bin mulus, lalu isi formulir di web AT. Sedangkan kumcer, kumsi dan lain-lain menggunakan sistem gratis bersyarat; wajib beli buku terbitnya 15 eks dengan DP 200 ribu, sisanya dihitung selesai layout atau berbayar. Syarat lebih lanjut cek aja web kami www.atpressofficial.com."
Ajaib. Gue yang tadi gemetaran saat menggunting pita, sekarang jadi lancar menjawab pertanyaan wartawan.
Ada juga yang menanyakan kenapa logo AT Press love berwarna pink ada cincin melingkar? Bu Nazneen jawab logo itu ada filosofinya. Love pink simbol cinta AT ke penulis. Sedangkan cincin melingkar simbol ikatan lebih serius. Nah, dia selaku pemilik ingin mengikat penulis dengan penuh cinta, kejujuran, amanah dan kenyamanan.
Detik demi detik terus bergulir tak terasa sudah dua jam acara conferensi pers ini.
"Ada yang ingin bertanya lagi?"
Hening. Tak ada jawaban dan Tak ada yang mengangkat tangan.
"Baiklah, jika tak ada yang bertanya, maka kami sudahi saja acara conferensi pers ini. Terima kasih atas kedatangan kalian. Sampai jumpa di acara berikutnya."
__ADS_1
***
Selesai acara peresmian kantor AT Press, seluruh karyawan nggak langsung pulang. Bu Nazneen mengajak kami makan-makan dulu. Katanya sebagai perayaan peresmiannya sukses.
Ternyata memilih makan di pendopo lawas. Berkat permintaan Helen, dia ngefans banget sama Bang Tri Suaka. Penyanyi yang biasa manggung di sini, mendadak viral karena suaranya mirip Ariel Noah dan Andhika Kangen. Ganteng juga. Channel youtubenya 'Musisi Jogja Project' memiliki subcriber dua jutaan lebih.
Kami juga sepakat memesan menu gudeg dan es teh. Sembari makanan belum datang, ngobrol ngalor ngidul dulu. Helen, meminta Bu Nazneen menceritakan perjuangannya membangun AT. Lagi asyik mendengarkan kisah beliau, tiba-tiba gue kebelet pipis.
"Maaf Bu Naz saya potong, kira-kira toilet di mana ya? Saya kebelet pipis."
"Kamu jalan aja terus nanti di pojokan belok kanan."
Gue berdiri dan melangkah sesuai arah yang ditunjuk Bu Nazneen.
Sesampai di toilet pria.
"Eh, Bro. Binimu ayu tenan. Jarene hasil nikung jodohe wong ya?"
"Yoi. Nikung jodoh orang itu rasanya lebih greget. Tantangannya double."
"Kasih tips dong biar sukses nikung jodoh orang."
"Aku sih baca-baca artikel di Mbah Google aja. Banyak kok artikel sesat membahas cara menikung jodoh orang dengan baik dan benar."
Sayup-sayup gue mendengar dua cowok di sebelah gue lagi asyik ghibah sambil pipis. Obrolan mereka menyemangati gue biar tetap maju untuk menikung jodoh teman.
Belajar nikung dari internet? Hmmm ... boleh juga idenya. Nanti pulang dari sini gue coba ahh.
***
Gue sampai di kos jam sepuluh lebih sedikit. Badan gue serasa remuk. Gue menjatuhkan badan di pulau kapuk tercinta. Nikmat banget.
HP. Nggak tau kenapa ingat HP. Gue ambil barang itu. Waw. Ada 10 miscall dari Mamak. Langsung gue telpon balik.
"Hallo, Mak. Maaf Rial baru telepon balik. Baru pulang soalnya. Ada apa Mamak tadi nelepon?"
"Mamak cuma mau bilang, lu di tipi keren banget. Gagah makai jas dan dasi. Oh iya, yang nonton bukan kami sekeluarga aja. Tetangga bahkan Pak RT dan Pak RW juga nonton. Mereka bangga sama lu."
Gue menepuk jidat. "Aduh, kenapa pake heboh ngasih tau tetangga bahkan sampe RT RW sih? Malu tau."
"Malu kenapa toh? Justru Mak Bangga. Mak heboh ke tetangga biar mereka liat anak Mak sukses kerja kantoran di Yogyakarta. Kalau nggak gitu, nanti kami dikira hoax. Kan kata anak kekinian, no pict is hoax."
"Suka-suka Mak aja lah. Rial mau istirahat dulu ya. Nanti Rial telepon lagi. Assalamualaikum."
Catatan :
__ADS_1
Binimu ayu tenan. Jarene hasil nikung jodohe wong ya? \= Istrimu jangan banget. Katanya hasil nikung jodoh orang ya?