
Ciuman yang awalnya bergerak lembut kini semakin lama semakin menuntut. Tangan kiri Calvin menekan lembut tengkuk Keina agar ciuman mereka semakin dalam. Sementara tangan kanannya memperat pelukkan di pinggang Keina agar gadis itu tak terlepas dari pelukkan nya.
Saling melummat , Keina kini sudah bisa menerima apa yang dilakukan sang casaanova . Meski logikanya tau bahwa ini salah. Namun nyatanya dia tak kuasa menahan gejolak dalam dirinya dan akhirnya tenggelam dalam pesona seorang Calvin Alexander.
Melepaskan ciuman mereka , kini keduanya terengah. Menghirup udara sebanyak-banyaknya.
" Shitt! loe bikin gue gila.... Keina! " ujar Calvin di sela nafasnya yang masih memburu.
Mengecup sekilas bibir Keina yang basah akibat ulahnya . Seakan mengatakan bahwa bibir itu adalah salah satu bagian terfavorite dari tubuh Keina.
" Ka-kakak bisa turunin aku? " celetuk Keina di sela momen romantis namun gila itu.
" No! " tolak Calvin menggelengkan kepalanya . Ia kesal karena momen indahnya rusak dengan kalimat yang menyebalkan.
Calvin bangkit dari duduk tanpa melepaskan Keina yang sekarang berada dalam gendongannya . Kemudian membawa gadis itu ke atas ranjang.
" Aaarrhhhh! " pekik Keina saat Calvin melemparnya ke atas ranjang. Kemudian Calvin turut menjatuhkan dirinya tepat diatas tubuh Keina.
Mengunci kedua tangan Keina di atas kepala , Calvin berusaha untuk menyerang kembali bibir Keina , tapi gadis itu menghindar sebelum bibir Calvin mendarat di bibirnya.
" Kak, aku belum benar-benar bersih . Masih datang bulan, kakak gak boleh kaya gini. " ucap Keina terengah karena terus menghindar dari serangan Calvin yang terus ingin mencium bibirnya.
Seketika membuat Calvin menghentikan gerakkannya yang ingin terus menerkam wajah Keina. Dirinya seakan lupa bahwa Keina masih keadaan datang bulan.
" Lah emang kenapa? gue cuma mau cium. Atau sebenarnya loe yang lagi pengen ya? " goda Calvin yang berusaha menutupi keadaan sebenarnya.
__ADS_1
Perkataan Calvin seketika membuat wajah Keina merona karena malu. Ya , gadis itu merasa terlalu percaya diri, dia pikir Calvin menginginkan tubuhnya. Tanpa ia sadari padahal Calvin sangat menginginkannya, tapi ia berusaha menahan hasratnya saat ini.
" Ohhh... itu.. enggak kok! " elak Keina.
" Ngaku deh! Loe sebenarnya pengen kan? "Lanjut Calvin lagi yang semakin membuat Keina salah tingkah .
" Enggak! "
Keina memilih tetap diam menatap tajam Calvin yang kini masih berada di atas tubuhnya. Menindih tubuh bagian bawah dan membuat sedikit gelenyar aneh yang mulai muncul dalam aliran darah di tubuhnya.
" Bohong! " goda Calvin yang akhirnya memilih untuk melepaskan tangan Keina. Lalu menyingkir dari tubuh yang sangat membuatnya tergila-gila itu.
" Terserah! " kesal Keina memiringkan badannya memunggungi Calvin yang terus menggoda dan membuat wajahnya merah merona. Keduanya akhirnya hanya berbaring di atas ranjang yang sama tanpa melakukan apa-apa.
...----------------...
Perlahan Calvin berusaha turun dari ranjang dengan menggerakkan tubuhnya dengan cara yang sangat pelan agar Keina tidak terganggu karena pergerakkan nya. Dia berjalan menuju meja belajarnya dimana ponsel Keina berdering begitu keras dari dalam tas gadis itu.
Calvin meraih benda pipih itu tanpa ragu melihat siapa yang menghubungi Keina sepagi ini.
" Ibu? " gumam Calvin penuh tanda tanya. Akankah ibu dari gadis yang masih terlelap di ranjangnya ini meminta Keina untuk pulang? Apa dia mengkhawatirkan Keina karena tak pulang semalam? pikir Calvin. Ada perasaan tidak rela saat memikirkan Keina mungkin akan pergi dari apartemennya.
Calvin membiarkan saja ponsel itu tetap berdering. Namun saat Calvin akan beranjak dari tempatnya berdiri , ponsel dengan wallpaper idol Kpop tersebut kembali menarik perhatian Calvin.
Dengan sangat hati-hati Calvin akhirnya menggeser tombol hijau dan mendekatkan benda pipih tersebut ke telinganya.
__ADS_1
"Keina! Dasar anak durhaka! Ibu minta uang kamu malah gak pulang, sengaja kan mau menghindari ibu?" oceh seseorang wanita paruh baya dari seberang sana yang tak lain adalah ibu tiri Keina.
Tidak ingin ibu Rina tau bahwa Keina ada bersamanya , Calvin hanya diam dan terus mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibu tiri Keina tersebut.
" Keina! Halo ! Kei! Pokoknya ibu gak mau tau , jangan kamu pulang sebelum mentransfer sisanya! Jangan lupa, ibu yang sudah merawat mu selama ini. Ibu juga menderita karena ibu mu. Jadi kamu harus menebus semua kesalahan ibu mu pada ibu !" bentak ibu Rina dengan suara keras dan menggelegar. Kemudian memutus sambungan teleponnya begitu saja.
Calvin tidak bisa membayangkan andai Keina mendengar kalimat itu , bagaimana perasaannya?ataukah sebenarnya dia sudah terbiasa dengan semua itu?
" Siaalll! " umpat Calvin menggenggam erat ponsel Keina.
Tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan Keina, Calvin memilih meletakkan ponsel itu ke atas meja belajarnya. Lalu dia berjalan menuju dapur dan memeriksa apakah ada sesuatu yang bisa dia makan bersama Keina untuk sarapan.
" Loe udah bangun?" tanya Calvin saat melihat Keina dengan wajah bantal yang menunjukkan raut wajah alami khas Keina saat bangun tidur. Lagi- lagi Calvin terpesona melihat gadis di hadapannya terlebih ia masih mengenakan kaos oversize dengan hotpants yang tertutup oleh kaosnya . Calvin semakin gemas dan ingin menerkam nya saat ini juga. Tapi tentu hal itu belum bisa ia lakukan .
Keina hanya mengangguk sambil menggosok kedua matanya dan berjalan gontai ke meja makan. Tak lupa sebelum keluar kamar tadi dia sempat mengambil ponselnya untuk memeriksa sesuatu yang mungkin ada hal penting masuk. Jantung Calvin berdegup kencang melihat Keina yang sedang sibuk memeriksa ponselnya. Ia takut gadis itu marah karena dia dengan lancang mengangkat panggilan teleponnya.
semoga aja dia gak ngecek panggilan masuk. batin Calvin .
Namun nyatanya apa yang di khawatirkan Calvin tak terjadi. Keina hanya cuek saja lalu melempar ponselnya ke atas sofa . Bahkan ada beberapa pesan dari Gevan tapi Keina sama sekali tak membalasnya, jahat kah dia? Keina sama sekali belum bisa mengatakan apapun pada Gevan saat ini. Meski ia tau dirinya sudah menorehkan luka pada pria yang selama dua tahun ini menemaninya.
" Di sini gak ada makanan, loe mau sarapan di luar?" tanya Calvin mendekat ke arah Keina yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.
" Aku mau mandi aja dulu, kak. " jawab Keina lesu benar-benar seperti tidak ada lagi semangat dalam hidupnya. Pikirannya bercabang antara ibu dan juga kekasihnya.
" oke.. " balas Calvin merasa lega karena Keina rupanya tidak mempermasalahkan soal ponselnya yang sudah ia sentuh.
__ADS_1
.
...----------------...