Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Milikmu sejak pertama kali


__ADS_3

Sementara di waktu yang sama Calvin masih terdiam pula di kamarnya, duduk di meja kerja yang masih jadi satu dengan kamar tidurnya . Ia memilih menginap di rumah orang tuanya dari pada harus pulang ke apartemen. Terlebih pembicaraannya di restoran tadi dengan Keina belum selesai. Ia masih ingin melanjutkan pembicaraannya malam ini juga.


Memainkan ponsel, haruskah dirinya menghubungi Keina melalui telepon ? atau mengirim sebuah pesan ? Calvin sungguh di landa kebimbangan malam ini? ia juga sangat merindukan Keina yang sudah lama tidak tidur bersamanya.


Calvin teringat bahwa kedua orang tuanya saat ini sedang tidak ada di rumah . Bukankah ini waktu yang tepat? pikirnya. Calvin tersenyum penuh siasat . Melempar ponselnya ke udara kemudian menangkapnya kembali. Kemudian bangkit bergegas menuju kamar Keina .


tok. tok. tok!


" Siapa? " teriak Keina dari dalam. Gadis itu sepertinya tidak berniat membuka pintu. Keina berpikir mungkin saja asisten rumah tangga nya yang ingin menanyakan sesuatu . Tentu tidak mungkin mama Eva atau papa Rudi karena mereka sedang pergi ke luar kota.


Namun selang beberapa detik pintu terus berbunyi, juga tidak ada jawaban dari seseorang. Keina mengernyitkan dahi.


" Siapa sih ! " kesal nya lalu berjalan gontai membuka pintu.


ceklek!


Calvin menubruk Keina lalu mengunci tubuh seksi itu di samping pintu kamar. Menutup daun pintu berbahan kayu jati itu lalu memutar kuncinya cepat.


" Kakak ngapain? "


Calvin membungkam bibir Keina menggunakan jemarinya . " Sssstt! " ucap Calvin menatap manik gelap sang kekasih yang saat ini membulat sempurna.


Keina masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, Calvin ini kenapa? kenapa seperti sedang bersembunyi dari seseorang? Mungkinkah ada penjahat yang masuk ke dalam rumah , tapi bukankah itu tidak mungkin? Penjagaan di luar sana sangatlah ketat . Tidak mungkin ada penjahat yang bisa masuk ke dalam rumahnya.


" Kakak ini kenapa? ada apa? "tanya Keina berbisik seolah mereka berdua sedang bersembunyi dari kejaran seseorang. Dan konyolnya, Keina melakukan apapun itu padahal dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.


Calvin mendekatkan wajahnya hingga hampir tidak ada jarak lagi antara hidung mancung miliknya dan bibir pink milik Keina.


cup!

__ADS_1


Calvin mencium bibir yang sangat ia rindukan itu. Mengecup, menyessap lembut . Merasakan setiap getaran yang mulai muncul di setiap denyut nadinya.


" Aku kangen. " bisik Calvin setelah melepaskan ciuman hangat nan romantis itu.


Keina masih terdiam. Menatap kosong wajah tampan yang saat ini sedang menguncinya di dinding. Memberikan kecupan hangat yang mana satu hari ini dia tidak merasakannya.


Terlebih karena momen lamaran nya yang di ganggu Livy membuat Keina seperti telah kehilangan Calvin satu hari ini. Membuatnya rindu dan sangat rindu . Namun ego yang terus membimbingnya agar terus berdiam diri berhasil membuat Keina betah mengacuhkan kekasihnya.


" Maaf telah membuatmu kesal. Aku kangen, boleh ya aku di sini malam ini? " pinta Calvin memohon menatap sendu wajah sang kekasih.


Keina tersenyum samar hatinya mulai bisa menerima kembali Calvin dengan segala kesalahannya yang sebenarnya tidak pernah dia sengaja.


Kedatangan Livy di lamarannya yang tidak romantis itu bukanlah kesalahan Calvin. Namun tetap saja Keina merasa kesal dan kecewa. Dan akhirnya ia melampiaskan perasaan kesalnya itu pada Calvin.


Calvin menuntun Keina berjalan menuju ranjang . Tidak melepaskan pelukannya , keduanya seperti sepasang penari dansa namun tanpa ada musik yang mengiringi langkah kaki mereka.


Memeluk Keina di atas ranjang adalah hal yang paling menyenangkan di hidup Calvin saat ini. Sudah satu tahun lamanya Calvin tidak satu kamar dengan Keina karena mama dan papanya melarang mereka berdua tinggal satu atap sebelum menikah.


" Dan apa? " tanya Keina karena Calvin menggantungkan kalimatnya.


" Dan memiliki banyak anak. " Entah kenapa Calvin sangat mendambakan seorang anak di tengah mereka saat ini. Mengajaknya pergi jalan-jalan dan menghabiskan es krim bersama di taman hiburan. Bukankah itu sangat menyenangkan?


" Aku setuju kita menikah secepatnya. Aku harap kita akan selalu berbahagia. " jawab Keina penuh haru mengusap lembut wajah sang kekasih yang begitu tampan. Garis rahang yang tegas , hidung mancung sempurna membuat Keina seakan menganggap Calvin adalah pria dengan visual tersempurna yang pernah ia temui . Dan kini dengan bantuan tangan Tuhan , Keina mendapatkan pria sempurna itu.


" Sungguh? Kamu mau menerima segala kekurangan dan kelebihanku? mencintaiku meski dalam keadaan apapun? "


Calvin mengusap pundak dan lengan Keina yang tidak tertutup kain . Hanya ada seutas tali yang menggantung di pundak putih mulus itu. Membuat Keina semakin terlihat seksi di mata Calvin.


" Tidak! " jawab Keina yakin dan mantap.

__ADS_1


Membuat Calvin terhenyak dan benar-benar terkejut akan apa yang baru saja dikatakan Keina .


" Maksud kamu? "


" Aku tidak akan pernah menerimamu dalam setiap keadaan . Aku tidak bisa menerima seorang pria yang mencintai wanita lain . Selain kekurangan itu aku bisa menerima . "


Calvin tersenyum puas , jawaban Keina hampir saja membuatnya jadi gila.


" Mana mungkin aku bisa mencintai wanita lain saat wanita ku saja sesempurna ini. " ucapnya mantap. Meyakinkan Keina bahwa dia mampu menjaga cinta suci mereka berdua.


" Benarkah? Aku sejujurnya mengkhawatirkan Livy .Mungkin saja dia sedang merencanakan sesuatu agar kamu bisa menjadi miliknya lagi. "


Calvin mengerutkan dahi. " Menjadi miliknya lagi? mana ada seperti itu sayang. Kamulah yang memiliki ku sejak pertama kali." Keina cemberut, mencubit lembut pipi kekasihnya yang mulus itu.


" Tapi aku tau betul kalau dia akan melakukan berbagai cara untuk dapetin kamu. "


" Aku gak akan peduli . Aku gak akan pernah menatap dirinya dan berbicara dengannya lagi. aku berjanji akan hal itu. "


Keina tersenyum . Tidak ada keraguan di hatinya . Hanya perasaan khawatir memang masih menghinggap di dadanya karena bisa saja Livy akan mengacaukannya kembali.


" Jadi kamu siap menjadi istriku ?" tanya Calvin yang benar-benar sudah tidak sabar untuk menikahi Keina.


" Siap kak, aku siap menjadi istrimu yang akan menemani setiap langkahmu, mematuhi segala apa yang kamu kehendaki dan menjadi ibu untuk anak-anak mu. "


Calvin benar-benar tidak menyangka akan mendengar jawaban yang sangat sempurna dari bibir calon istrinya. Keina yang memang awal nya ingin menunda untuk memiliki anak sampai ia siap, kini berubah pikiran melihat bagaimana Calvin mengutarakan keinginannya tadi untuk memiliki banyak anak, Ia tak tega kalau harus mematahkan harapan pria yang teramat ia cintai itu.


Tersenyum begitu indah , Calvin memeluk Keina semakin erat. " Terima kasih sayang, I Love you. " bisiknya di telinga Keina . Pria itu sangat bahagia karena akhirnya apa yang dia damba akan segera didapatkannya. Mempunyai istri yang sesuai dengan keinginannya.


" I Love you too , kak. "

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2