
" Maksud kak Gevan apa sih? " tanya Keina mencoba menahan gejolak yang ada di dalam hatinya. Gadis itu tidak nampak langsung percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Gevan soal kekasihnya. Dan hal itu tentu terbaca oleh mata gelap Calvin. Muncul sedikit rasa lega di dalam hatinya.
" Kei, pria brengssek ini tuh cuma manfaatin kamu doang ! Dia gak akan bisa berubah, suatu saat dia bisa nyakitin hati kamu. " ucap Gevan menggebu sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Calvin yang saat ini sedang menatap nanar wajah gadis yang sangat dicintainya. Gevan mengungkap bagaimana Calvin seperti yang banyak orang kenal sebelumnya.
" Lalu apa masalahnya dengan kak Gevan? " celetuk Keina , berhasil menusuk jantung mantan kekasihnya itu.
" Ke-Keina ! Tentu saja aku tidak ingin kamu terluka nantinya. Aku sayang sama kamu Kei , aku gak mau kamu hancur bersama pria brengssek ini ! " Gevan berjalan mendekat ke arah Keina yang masih setia berdiri di samping Calvin.
" Kak, kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi. Waktu itu kita sudah mengakhirinya dan kakak pun sudah setuju ,bukan? Jadi berhenti mengurus kehidupan ku lagi! Fokus lah pada perjodohan yang orang tua kakak rencanakan." ucap Keina yang kini sudah tak mampu lagi menahan cairan bening yang terus mendesak keluar.
" Tapi Kei, Aku gak bisa menjalani perjodohan itu. Aku masih sayang sama kamu. Sudah ku coba untuk mengikhlaskan kamu tapi aku gak bisa." lirih Gevan seperti seorang yang sedang memohon belas kasihan dari seseorang. Gevan benar-benar terlihat sangat menyedihkan.
Sementara Calvin tidak mau banyak bicara, dia belum mendapatkan waktu yang tepat untuk memberi pelajaran pada mantan pacar kekasihnya yang sudah lancang mengacaukan kebersamaannya bersama Keina, meskipun sebenarnya dia juga yang memulai kerumitan ini.
Calvin benar-benar ingin menghantam wajah Gevan saat pria itu secara terang-terangan mengungkapkan perasaannya terhadap Keina di depan matanya.
Dan yang jelas Calvin tidak akan pernah terima kalau ada satu orang pun yang menentang hubungannya bersama Keina.
" Kak harusnya kamu menyadari, bahwa kita gak akan pernah bisa bersama. Ada dan tidak ada nya kak Calvin hubungan kita pasti akan berakhir karena aku tak mau membuat kamu memilih antara aku atau ibu mu. Aku gak mau kamu melawan dan menentang ibu mu hanya demi aku kak. Aku mundur dengan berharap kamu bisa melepas aku dan mencoba menjalani perjodohan itu. Jadi ku mohon jangan seperti ini. Jangan membuat aku semakin terlihat jahat karena sikap kak Gevan yang seperti ini dan aku minta maaf atas segala kesalahan ku . " lanjutnya dengan sedikit memundurkan tubuh agar tidak terlalu dekat dengan Gevan yang tengah menatapnya penuh harap.
Gevan benar-benar merasakan kehancuran luar biasa di dalam hati dan jiwanya. Siapa sangka Keina selama ini benar-benar berniat meninggalkannya karena sebuah restu yang tak kunjung mereka dapatkan.
Gevan mengingat hubungannya yang telah kandas itu dan ya memang benar, berulang kali Keina memilih mundur tapi Gevan menariknya kembali dan mencoba meyakinkan Keina bahwa restu itu akan mereka dapatkan suatu saat nanti. Tapi mungkin sekarang Keina benar-benar telah menyerah ditambah Calvin yang tiba-tiba hadir dalam hubungan mereka, bukan kah semua ini seolah pertanda bahwa ia dan Keina tidak berjodoh? mungkinkah ini takdir yang harus ia terima? meski rasanya ia tak sanggup karena rasanya terlalu menyakitkan.
__ADS_1
" Tapi Kei..... "
" Jangan sentuh dia ! " teriak Calvin saat Gevan hendak meraih jemari Keina.
Calvin kali ini sudah kehabisan stok kesabaran. Pria bernama Gevan benar-benar menguras banyak tenaga dan emosinya.
" Loe budeg? Dia bilang gak bisa sama loe ! Dan berhenti ikut campur! " lanjutnya sambil menarik kerah baju yang Gevan kenakan, Calvin ingin menyerang mantan kekasih Keina itu .
Namun dengan sigap Keina menarik tangan kekasihnya yang masih memegang kerah baju Gevan. Keina tidak ingin ada keributan di sini hanya karena sebuah perasaan . Menatap nanar Calvin dengan kedua matanya yang sudah sangat merah dan basah karena air mata yang sedari tadi tidak berhenti mengalir .
" Loe bisa diem gak! " balas Gevan yang juga mulai tersulut emosi . Tidak takut akan ancaman Calvin yang terus mengintimidasi dirinya.
Mendapati gadis pujaannya kini berada didekapan pria yang dia anggap bukanlah orang yang pantas bersanding dengan Keina. Hal itu membuat Gevan kian menggila dan akhirnya melayangkan bogem mentah ke wajah tampan Calvin .
Keina tidak akan pernah menyangka kalau pada akhirnya Gevan melakukan perlawanan atas apa yang telah dia lakukan terhadapnya.
Gevan memang tidak bersalah di sini , dia hanya merasa di khianati oleh Keina. Merasa dibohongi dan dibodohi meski Keina benar-benar tidak pernah ada niat seperti itu.
Sekali lagi siapa yang mampu mengendalikan situasi dan perasaan seseorang ? Tidak ada!
Ini hanya segaris takdir yang memang mengharuskan antara Gevan dan Keina haruslah berpisah . Andai Keina pada akhirnya tidak bersama Calvin , namun bukan berarti Gevan bisa menerima segala kekurangan di dalam diri Keina.
" Fuckkk ! " desis Calvin bangkit dari posisinya.
__ADS_1
" Kak Gevan, Stop! " pekik Keina sambil membantu Calvin bangun dan mengusap darah segar yang mengalir dari sudut bibir milik kekasihnya.
Gevan langsung mengambil posisi, mempersiapkan dirinya untuk menyerang Calvin yang dia anggap telah merebut Keina dari dirinya.
" Loe salah pilih lawan, Brengssek! " umpat Calvin Kemudian hendak menghajar Gevan yang sudah berani mengibarkan bendera pertarungan dengannya.
Dengan sigap Keina memeluk tubuh jangkung Calvin. Memeluk erat sang kekasih, Keina harap pria itu mau mendengarkan apa yang ia katakan demi kebaikan banyak pihak tentunya.
" Jangan loe pikir gue takut sama loe ya ! "tantang Gevan yang sudah sangat siap dengan posisinya saat ini memasang kuda-kuda untuk menerima serangan yang mungkin akan segera ia terima .
" Kak, Calvin! jujur aku mulai ragu sama kakak , tapi itu bukan berarti aku gak cinta sama kakak. Aku gak mau kalian ribut , aku gak mau kamu terluka ! " ucap Keina sambil sesekali tersengal karena isak tangis juga tubuhnya yang terus berusaha menahan Calvin agar tidak maju dan menghajar mantan pacarnya itu.
" Keina, lepasin aku! Aku mau kasih dia pelajaran bagaimana menghormati hubungan seseorang ! " sahut Calvin semakin berapi-api.
Namun tampaknya Gevan sudah tidak setegang tadi . Dia sudah tau bahwa Calvin akan menuruti ucapan dari wanitanya. Dan hal itu sungguh membuat perasaan Gevan semakin hancur berkeping kemudian remuk tak tersisa.
" Loe manusia gak tau diri yang pernah gue temuin ! loe udah ngerusak hubungan gue sama Keina dan loe juga yang mau ngajarin gue soal itu? loe bener-bener gak tau diri, Man! " timpal Gevan yang mendengar percakapan antara Calvin dan Keina.
.
...****************...
satu bab lagi nanti agak sorean ya.. tungguin ya guys.. jgn lupa di like, komen, subscribe, hadiah bunga nya atau kopi nya kalo boleh.. saranghae ❤
__ADS_1