Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Licik


__ADS_3

" Ka-kak. " tegur Keina memanggil Calvin yang saat ini sedang mengemudikan mobil.


Saat ini keduanya sudah dalam perjalanan. Entah Keina akan dibawa kemana oleh Calvin gadis itu memilih menurut saja dengan apa yang dikehendaki oleh pria itu. Meski kini pikirannya berkecamuk memikirkan bagaimana keadaan Gevan saat dirinya pergi begitu saja tanpa pamit.


Sementara Calvin yang dipanggil oleh tawanannya hanya diam . Meraih ponsel kemudian mengetik sesuatu.


" Maafin aku. " ujar Keina lirih.


" Loe minta maaf karena sadar diri loe punya salah sama gue? atau loe cuma mau ngelindungin Gevan? " tanya Calvin datar dengan pandangan yang tetap lurus ke depan. Tidak ingin menolah barang sedikit saja ke wajah cantik gadis yang duduk disampingnya. Meskipun sebenarnya dirinya sangat ingin melakukannya.


kenapa dia bisa tau sih, astaga! gerutu Keina dalam hati sambil menundukkan kepalanya. Dia takut Calvin bisa membaca raut wajahnya yang saat ini tengah berbohong .


Karena setelah Keina pikir-pikir dirinya tak bersalah sama sekali. Dia hanya ingin pergi bersama kekasihnya tanpa di ganggu oleh Calvin . Bukankah ia tak bersalah? Dia juga merasa Calvin tak berhak melakukan ini, toh dirinya bukan milik pria itu, dia hanyalah tawanan sementara. Dan perlakuan Calvin yang seperti ini terlalu berlebihan menurutnya.


" Kenapa diem? benar demi Gevan? " ulang Calvin menanyakan maksud dan tujuan Keina meminta maaf.


" Gak! Aku tau aku salah karena udah membantah perintah kamu. Aku cuma pengen ngabisin waktu sama kak Gevan tanpa gangguan selama dia masih di sini. Ya meskipun ujung-ujungnya aku ninggalin dia gitu aja." gerutu Keina yang mulai kesal.


" Oh jadi gue ini gangguan ya? Oke, mulai sekarang gue bakal bikin hidup loe gak tenang karena gue akan terus gangguin loe sampai mati. Paham! "


" Kak, bisa gak kamu gak usah kaya anak kecil. " Keluh Keina mulai kesal.


" Gak bisa! " ketus Calvin tak mau menanggapi banyak percakapan dari mulut Keina.


" Terserah! " ucap Keina yang tidak ingin berdebat soal apapun dengan Calvin.


...----------------...


Di lain tempat, sepulang dari Mall membeli ponsel kini Ara dan Axel berada di depan sebuah rumah sederhana berlantai dua.

__ADS_1


" Kak kamu yakin kalau Keina nyuruh kita ambil barang-barang di rumah dia? kok aku agak ragu ya." keluh Ara saat mereka masih di dalam mobil yang sudah terparkir di depan rumah Keina.


Calvin mengirim pesan pada Axel untuk meminta Ara mengambil semua keperluan Keina yang ada dirumah dengan alasan bahwa Keina sudah mendapatkan tempat kost yang tak terlalu jauh dari cafe tempat mereka bekerja.


apa itu benar?


Tentu saja tidak karena Calvin yang merencanakan semua nya. Calvin mengatur semua demi menyelamatkan Keina dari ibunya yang gila akan uang. Dan tentu saja itu juga demi dirinya sendiri yang semakin tidak sanggup jauh dari Keina barang semalam saja.


Dan kini akhirnya Calvin memanfaatkan situasi yang tengah di hadapi Keina untuk keuntungan dirinya agar bisa selalu berdekatan dengan gadis yang membuatnya candu itu.


Licik? Ya, jelas . Calvin memang selicik itu.


" Yakin aja, ini dia suruh kasih uang sama ibunya agar kita bisa ambil barang tanpa di curigai. katanya loe udah tau gimana dia diperlakukan sama ibunya selama ini. " tebak Axel sok tau.


Padahal dirinya sendiri pun tidak tahu menahu soal Keina. Axel hanya menuruti skenario yang dituliskan Calvin di pesan singkatnya beberapa saat yang lalu.


Ara mengangguk. Menganggap Axel benar-benar tau akan permasalahan Keina dengan sang ibu yang mengakibatkan Keina memilih untuk tidak pulang dengan alasan ingin menyewa sebuah kost.


" Loe tenang aja, Calvin bakal urus semuanya." kata Axel yang ingin segera berhenti membahas masalah Keina yang sebenarnya dia tidak tau sama sekali.


...----------------...


Seperti biasa sesampainya di apartemen Calvin langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Keina memilih untuk mengirim pesan permintaan maaf pada Gevan.


Tapi sesaat kemudian ponselnya bergetar singkat tanda ada sebuah pesan masuk. Dan ternyata itu adalah ibunya.


Keina, kamu memang anak yang baik . Uang nya sudah ibu terima.


" Apa ini? uang? uang apa? " gumam Keina bermonolog.

__ADS_1


Keina mengetik sebuah pesan untuk membalas pesan singkat ibunya . Namun belum selesai , Ara menghubungi dirinya. Ia memberikan kabar perihal ponselnya yang rusak hingga soal mengambil barang dirumahnya. Juga soal uang lima juta yang Axel berikan untuk ibunya diceritakan semua oleh Ara.


" Pantesan aja, barusan ibu kirim pesan sama aku . Tapi kamu gak diapa-apain kan sama Axel? " tanya Keina yang takut Axel akan memperlakukan Ara sama seperti Calvin memperlakukan dirinya . Ia takut Axel membelikan Ara ponsel ada maksud lain sama seperti Calvin yang menolong hanya untuk menjeratnya.


" Iya, aku sekarang udah di rumah . Kak Axel katanya mau antar barang kamu kekosan . " jawab Ara mantap. Meyakinkan Keina bahwa dirinya baik-baik saja.


Terdengar langkah kaki berasal dari kamar Calvin. Keina kemudian pamit untuk menutup panggilan teleponnya bersama Ara. Tentu saja dia masih belum ingin sahabatnya itu mengetahui dimana dirinya saat ini.


" Kak, kamu kasih uang ke ibu aku? " tanya Keina menatap Calvin yang hanya terus berjalan melewati dirinya menuju dapur.


" Hhmmm.. " sahut Calvin hanya bergumam tanpa menoleh sedikitpun ke arah lawan bicaranya.


Keina semakin mendessah kesal namun tidak tau harus berbuat apa . Juga memikirkan Axel yang katanya membawa barang ke kosan. Kost siapa yang mereka maksud?


Keina benar-benar hampir gila.


Tunggu dulu! Apa Calvin juga menyewakan sebuah tempat untuknya? Astaga! kalau itu benar untuk apa?


Keina merasa kelabakan sendiri saat ini. Ia ingin bertanya banyak hal namun Calvin terus bersikap dingin padanya dan tentu itu membuat Keina mengurungkan niatnya.


Tepat saat Keina masih memikirkan banyak hal. Bel pintu berbunyi. Calvin berjalan dari arah dapur menuju pintu untuk memeriksa siapa yang datang. Dan Keina masih cuek saja tidak peduli dan tidak mau tau siapa pun yang datang. Dia lebih memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


" Ini semua udah gue bawa . Gak ada lagi barang yang tersisa di kamarnya. " Axel tampak membawa dua buah koper besar .


" Oke, tugas loe udah selesai. Thanks bro. "


" Yaudah, gue capek mau langsung balik. "pamit Axel sambil celingak celinguk mencari sosok yang sudah membuat sahabatnya menjadi gila seperti ini.


Calvin membawa dua buah koper besar ke dalam kamar tanpa memberitahu kepada si pemilik bahwa itu semua adalah barang- barangnya . Calvin bahkan menata semua itu sendiri, sampai ia pula yang memasukkan pakaian dalam Keina ke lemari .

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2