Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Sunset


__ADS_3

" Gue mau tidur siang dulu, bangunin gue kalo udah waktunya kita lihat sunset . " ujar Axel kemudian masuk ke dalam kamar dengan membawa koper miliknya. Sementara Jourdy menyusul dibelakangnya.


Calvin membukakan pintu untuk Keina dan juga Ara. Karena sepertinya di perjalanan tadi Ara terlihat lesu, seperti ada yang dipikirkan gadis itu. Entah apa yang jelas Calvin dan Keina tidak ingin bertanya soal apapun.


" Sayang, kamu yakin mau tidur sama Ara? " tanya Calvin, kembali memastikan. Membawa dua koper milik dua gadis yang mengekor dibelakangnya.


" Yakin dong, Aku gak mau tidur sendiri. " jawab Keina melirik Ara yang tampak murung dan tidak bersemangat sejak sampai di bandara Ngurah Rai.


" Kan bisa tidur sama aku. " jawab Calvin sambil membuka koper dan menata pakaian Keina ke dalam lemari yang berada di kamar hotel.


" Ish kakak apaan sih! " ketus Keina melirik ke arah Ara yang kini sedang berjalan ke arah kamar mandi.


Memastikan kalau temannya itu tidak mendengar kalimat nakal dari bibir Calvin.


" Kenapa, bukan nya Ara udah.... "


belum sempat Calvin melanjutkan kalimatnya, Keina sudah membekap mulutnya dengan telapak tangan.


" Kakak bisa diem gak? itu kalau Ara denger gimana? kamu malah asal aja kalo ngomong." kesal Keina masih dalam posisi berdiri tepat di depan tubuh Calvin dan masih menutup mulut pria yang bicara ceplas ceplos tak tau tempat itu.


Calvin tersenyum namun terhalang telapak tangan Keina. Meraih pinggang sang gadis , lalu mendorong hingga Keina berhenti karena punggungnya sudah menyentuh dinding dan Keina tidak mampu lagi bergerak.


Calvin perlahan melepas tangan Keina yang menutupi bibirnya, perlahan mendekat ke wajah cantik itu dan semakin dekat.


Cup..

__ADS_1


Calvin mencium kemudian melummat sebentar bibir kenyal Keina yang sedari tadi mengomel dan membuatnya gemas.


" Aku bisa diam dengan cara yang seperti tadi. Mau lagi? " ucap Calvin kembali mendekatkan wajah ke bibir Keina.


Namun dengan sigap Keina kembali menutup bibir Calvin dengan telapak tangannya.


" Sekarang kakak mending balik ke kamar , ini biar aku sendiri yang bereskan . Aku mau cepet-cepet istirahat. " bisik Keina tegas sambil melotot menatap Calvin yang masih menatapnya dengan tatapan penuh gairah.


" Nanti malam kalau kangen kamu ke kamar aku aja ya. " ucap Calvin menyerah dan tidak ingin membuat Keina semakin kesal .


" Gak ! Gak bisa! aku gak akan kangen! udah ayo keluar! " ujar Keina mendorong tubuh Calvin menuju pintu kamar . Dalam hati Keina dia merasa tidak nyaman karena ada sahabatnya yang sedang berada di kamar mandi . Dia tidak enak kalau Ara melihatnya mesra-mesraan sementara sahabatnya seperti sedang menyimpan masalah.


...----------------...


Senja akhirnya tiba Calvin dan Keina lebih dulu keluar kamar hotel, Mereka berdua bergandengan tangan menuju pantai yang jaraknya sangat dekat. Tampak banyak pasangan baik wisatawan lokal maupun manca negara sedang tampak senang menikmati suasana jingga yang sangat romantis itu.


" Pastikan hanya aku yang akan kamu cintai . Pastikan hanya aku yang berhak atas tubuh dan hati ini. Mungkin aku serakah , tapi untuk hal yang satu ini aku tidak akan pernah mengalah pada siapapun." ucap Calvin lagi meyakinkan Keina bahwa dirinya adalah satu-satunya gadis yang pernah dia cintai. Bukan hanya sebagai penghangat ranjang namun juga sebagai penghangat jiwa yang sudah sangat lama membeku.


" Aku juga mencintaimu, kak. Sangat. " bisik Keina sambil mengusap tangan Calvin yang berada di perutnya. Menyandarkan kepalanya pada dada bidang yang selalu membuatnya merasa nyaman.


Biarlah semua kesalahannya bersama Calvin . Biarlah rasa sakitnya juga bersama Calvin . Keina sudah meyakinkan segalanya bahwa dia hanya akan hidup jika bersama seorang Calvin.


" Maafkan aku kei, maaf atas segala sikap burukku selama ini yang pernah membuat hatimu terluka bahkan sampai berdarah . Aku pastikan tidak akan pernah ada lagi rasa sakit yang berani datang. Aku akan membawakanmu kebahagiaan."


Keduanya kemudian berjalan menuju sebuah ayunan , Calvin dan Keina duduk di masing-masing ayunan . Berayun dan kembali secara bersamaan tanpa melepaskan tautan jemari mereka.

__ADS_1


Warna jingga sore ini benar-benar berhasil memanjakan Keina dan Calvin hingga terlarut dalam keromantisan yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.


Sementara di waktu yang sama Ara dan Axel tampak berjalan namun tidak beriringan. Ara berjalan dua langkah didepan Axel.


Pria itu seperti orang yang sedang frustasi karena gadis yang sedang menjadi incaran nya itu menghindarinya. Ya, sejak kejadian ponsel Ara yang di rusak Calvin keduannya menjadi dekat meskipun sampai saat ini tak ada hubungan spesial diantara keduanya. Karena Ara belum menjawab pernyataan cinta Axel hingga sekarang padahal ia sudah menyatakan cintanya hampir seminggu yang lalu.


Meskipun belum memberi jawaban tapi Ara tak menutup rasa nyaman yang ia rasakan saat bersama Axel. Bohong rasanya bila ia mengatakan tak ada rasa sedikit pun pada Axel, tapi keadaan sepertinya sedang tak berpihak padanya saat ini.


" Ra, jangan kaya gini, please! katakan apa salah aku sampai kamu menghindar seperti ini bahkan sebelum kita berangkat ke Bali pun kamu mulai menjauhi ku. " Axel menarik tangan Ara yang sedang berjalan didepannya agar mau menghentikan langkahnya dan menghadap ke arahnya.


" Kalau kamu gak merasakan perasaan yang sama seperti aku, tolong jangan kaya gini, Ra. Tak apa meski kita tak bisa menjadi sepasang kekasih setidaknya kita bisa menjadi teman bukan? " pinta Axel yang masih menggengam tangan Ara dan menatap lekat gadis yang masih tertunduk itu.


Axel meraih dagu Ara agar melihat ke arahnya. mata gadis itu sudah menggenang, membuat Axel menarik Ara kedalam dekapannya seketika tangis Ara pecah dalam pelukan Axel.


" Kenapa? hem? katakan padaku kamu kenapa Ra? " tanya Axel melepas pelukannya sejenak di saat Ara sudah mulai sedikit tenang.


" Aku dijodohkan, kak. Aku gak bisa menerima pernyataan cinta kamu, meski aku sangat ingin." lirih Ara.


Axel terkejut dan terdiam , hatinya sakit bahkan kisahnya harus berakhir sebelum di mulai. Dia tak tau harus apa saat ini.


Senja di sudut ruang lain memang seperti sedang menunjukkan sisi kehidupan yang berbeda.


Kalau Calvin dan Keina sedang menikmati keindahan warna langit jingga dengan nuansa syahdu, nyatanya lain dengan apa yang terjadi dengan Axel dan Ara.


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2