Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Memancing keributan


__ADS_3

Semalam adalah malam yang indah bagi Calvin dan Axel. Pasalnya kedua pasangan itu mendapatkan apa yang membuat hati keduanya merasa puas dan senang.


Kini Ara sudah menerima Axel sebagai kekasih nya dan akan berjuang bersamanya meminta restu orang tuanya sepulang dari Bali nanti, agar mau membatalkan perjodohonnya .Dan ia berharap orang tuanya menerima hubungannya dengan Axel.


" Gimana semalem sama Ara? " tanya Calvin yang sudah sangat kepo sampai ia menghampiri kamar Axel dan jourdy pagi-pagi sekali.


" Ada kejadian apa? kok gue gak tau? " tanya Jourdy antara bingung dan juga penasaran. Pasalnya ia yang sibuk meratapi nasibnya hingga enggan di ajak keluar oleh kedua sahabatnya jadilah ia ketinggalan berita tentang Axel.


" Makanya jangan di kamar mulu. Lagian loe ngapain sih? kan gue bilang cari bule di luar. Kalo dikamar mulu gimana mau dapet pengganti Agnes." cibir Axel yang sangat sebal lantaran patah hatinya Jourdy menurutnya terlalu berlebihan.


" Gak boleh gitu, Xel. Loe gak tau kan gimana rasanya kehilangan. Kalo gue kehilangan Keina mungkin gue udah depresi dan bunuh diri. " sahut Calvin menimpali. Ia bicara apa adanya memang itu lah yang ia rasakan, karena saat ini dan sampai kapanpun Keina akan selalu menjadi dunianya jadi kalau sampai dirinya kehilangan Keina sama saja dia kehilangan seluruh dunianya.


" Tuh dengerin apa kata tetua. " celetuk Jourdy merasa senang karena Calvin membelanya dan mengerti perasaannya.


" Terus gimana semalem? ngapain aja sama Ara? " tanya Calvin masih penasaran dengan pertanyaannya yang belum juga di jawab Axel.


" Gak ngapa-ngapain!Cuma tidur aja. Padahal gue udah pengen tapi melihat dia memohon agar gue gak menyentuhnya ya gue jadi gak tega. Gue gak mau ngerusak dia, gue cuma mau menjaga dia sampai waktunya tiba." ucap Axel dengan bangganya karena berhasil menahan hasratnya.


Dan ucapan Axel barusan berhasil membuat Calvin merasa tertohok karena dirinya sudah merusak Keina lebih dulu sebelum ia nikahi.


 


Hari ini Calvin mengajak Keina beserta teman-teman mereka bermain water sport setelah puas bermain, Ara, Axel dan Jourdy memilih nongkrong di sebuah Cafe tepi pantai.


Sementara sepasang sejoli yang sedang jatuh cinta itu memilih bermain pasir, Calvin sengaja mengubur tubuhnya sendiri dengan bantuan Keina yang hanya akan memperlihatkan kepalanya saja.


"Baiknya nanti kamu aku tinggal di sini aja . Terus aku mau ajak kenalan oppa Korea itu. "kekeh Keina sengaja memancing keributan bersama Calvin yang kini tubuhnya sudah tertutup pasir dengan sempurna.


" Awas kamu ya genit - genit ! "mata Calvin seketika melotot saat Keina mengatakan bahwa dirinya akan berkenalan dengan pria asing.


" Coba lihat deh kak . Itu modelan oppa Korea kaya di drakor , astaga tampan banget. " ucap Keina menunjuk seorang pria korea seperti di drama-drama korea yang ia tonton.


" Dih, masih gantengan aku lah, masih muda lagi. itu mah udah usia matang. " balas Calvin memuji diri sendiri , merasa dibandingkan dengan orang Korea yang tampak terlihat lebih dewasa dan tampan itu berhasil membuatnya kesal.

__ADS_1


" Idih, kamu tuh terlalu percaya diri." Keina tiduran di atas pasir dengan berbantalkan gundukan pasir yang menutupi tubuh Calvin. Sengaja mengarahkan pandangannya ke oppa Korea yang baru saja mereka bahas itu.


Dan siapa sangka, pria Korea yang menjadi pembicaraan mereka berdua pun berjalan ke arah Keina dan Calvin yang sedang bersantai di pasir.


Saat orang itu semakin dekat tiba- tiba pria Korea itu tersenyum dan menunduk saat beradu tatap dengan Keina yang sejak tadi terus memandangi dan menikmati ketampanannya.


Tentu saja seketika Keina membalasnya dengan senyuman terindah dan bergegas untuk kembali duduk demi bisa menengok ke belakang dan terus melihat sang oppa tampan itu meski hanya tampak punggungnya saja.


Calvin benar-benar di buat kesal oleh Keina. Kedua alis pria itu menukik tajam seperti seekor elang yang siap menerkam mangsanya.


Ia berusaha keluar dari gundukan pasir yang menutupi tubuhnya, Calvin lalu menerkam Keina yang masih tampak memandangi punggung oppa Korea yang berhasil mengalihkan perhatian kekasihnya itu.


Entah sengaja atau memang benar-benar tertarik dengan pria asing itu namun yang jelas Calvin telah tersulut api cemburu saat ini.


Bruk !


Calvin menerkam tubuh Keina dan saat ini sudah berada di bawah tubuhnya. Tidak menghiraukan para pengunjung lain yang saat ini tengah memperhatikan kegilaan mereka berdua.


" Kamu yang apa-apaan! Kamu sejak kapan jadi ganjen kek gitu, hah? Aku gak suka!" ketus Calvin menampakkan wajah yang sedang dalam mode tidak bercanda.


" Astaaga, kak ! Aku bercanda doang ! " ucap Keina terbahak dan berusaha menyingkirkan tubuh Calvin yang kini masih berada ditubuhnya.


" Aku serius, Keina! Calvin semakin memajukan tubuhya dan membuat Keina terasa berat karena di tindih oleh Calvin yang tubuhnya lebih besar darinya.


" Hah? Astaga kakak ! aku cuma bercandain kakak aja . Kenapa marahnya beneran sih !"Keina menghentikan tawanya seketika melihat Calvin yang terlihat benar-benar marah.


" Aku gak suka! " seru Calvin lagi, tidak ingin memberikan banyak kalimat . Karena inti dari percakapannya adalah Calvin tidak suka Keina bersikap seperti itu dengan pria manapun selain dirinya.


Jantung Keina seakan berhenti berdetak saat Calvin terus melayangkan kalimat ketus dengan tatapan tajam yang menghunus.


" Kakak beneran marah? " tanya Keina ragu. Khawatir kalau mungkin saja Calvin akan benar-benar meledak saat ini juga. Keina sudah hafal bagaimana Calvin saat marah. Dan ia tentu tidak ingin hal itu terjadi.


" Menurut kamu? " sahut Calvin mendelik. Membuat Keina semakin menyesal telah bercanda sedemikian bodohnya dan mengundang amarah singa yang sedang kelaparan.

__ADS_1


" Tapi aku bercanda doang kak . " bela Keina terus menyangkal bahwa dirinya bersikap genit terhadap pria korea itu.


Padahal dia hanya sengaja melakukannya untuk membuat Calvin cemburu saja. , bukan sampai marah dan menyeramkan seperti sekarang ini.


Melihat raut wajah Keina yang tampak memelas membuat Calvin lagi-lagi tidak berdaya. Menghembuskan nafas kasar, pria itu akhirnya mencoba meredam amarahnya yang berkobar sejak melihat Keina tersenyum ramah kepada pria lain yang menurutnya menyebalkan itu.


" Maafin aku. " rengek Keina lagi. Memohon agar Calvin tidak marah lagi. Dia benar-benar menyesal telah sengaja melakukan kesalahan.


Cup!


" Bertingkah lah sesukamu , tapi jangan pernah melibatkan pria lain. Aku tidak akan pernah mentolerir hal satu itu. " tutur Calvin setelah mendaratkan ciuman mesra di bibir kenyal milik Keina.


Calvin menganggap hal itu mampu mengendalikan emosinya yang sangat mudah sekali terbakar.


Keina tersenyum. " Maafin aku ya? "ucapnya membelai lembut wajah sang kekasih yang kini sudah tidak lagi tegang dan menakutkan.


Cup!


Calvin mencium Keina lagi, kali ini perasaannya sudah benar-benar membaik. Cemburu adalah hal yang paling mengerikan saat perasaan itu dirasakan oleh seorang Calvin.


" I Love You. " ucap Calvin membelai rambut Keina yang berantakan karena angin laut yang cukup kencang.


" Ehem! "


.


...****************...


Nah loh! siapa itu?


btw maaf ya kalo slow update, aku lagi bantuin anak aku belajar buat ikut kompetisi guys..


Jangan lupa ya di like, subscribe, bunga dan vote nya juga boleh, di rate bintang 5 ya guys kalau suka. saranghae ❤

__ADS_1


__ADS_2