
Gadis itu pun sebenarnya menyadari bahwa saat ini ada sesuatu yang keras mulai muncul di bawah sana.
Namun Keina memilih acuh dan pura-pura tidak tau. Agar Calvin bisa segera memaafkan dirinya dan mau memeluk juga menciumnya sebagai syarat agar Keina mau melepaskan tubuhnya.
Calvin akhirnya menyetujui syarat yang diminta Keina . Membalas pelukan gadis itu kemudian mencium pundak bagian kiri sang gadis.
" Udah? " tanya Calvin.
Merasa sudah cukup, mengendurkan pelukannya tapi masih diposisi yang sama , Keina memegang kedua sisi wajah tampan pria yang sudah mengambil tubuh dan juga hatinya. Menatap lekat wajah tampan yang masih terlihat sangat kesal.
" Kakak masih marah? " tanya Keina sendu. Kali ini gadis itu benar-benar berbicara serius, tidak ada candaan atau kalimat manja seperti sebelumnya.
Calvin hanya membuang muka kesembarang arah demi tidak beradu tatap dengan Keina. Tangan lelaki itu masih memeluk posesif pinggang sang gadis . Merasakan bahwa saat ini darahnya benar-benar semakin terasa panas dan mengalir begitu deras ke seluruh tubuhnya.
" Kamu gak seharusnya berbohong, Kei. Kamu bisa jujur, aku bisa antar kamu kesana. Kamu tau? " keluh Calvin kembali mengingat kejadian tadi yang berhasil membuatnya sangat kesal.
" Maaf, aku hanya ingin menyelesaikan urusanku dengan kak Gevan sendiri. " jawab Keina berusaha menjelaskan pada Calvin agar pria itu tidak marah lagi.
" Hem, baiklah. " Calvin sungguh sedang tidak ingin berdebat . Marah pun sebenarnya sudah tidak ingin karena ada hal yang lebih penting dari pada itu namun karena gengsi yang tinggi Calvin mencoba menahan itu semua.
Calvin menghela nafas . Namun bukan nafas lega tentunya, masih ada yang sangat mengganjal di bawah sana yang entah kapan dia akan merasakan lega sesungguhnya. Keina benar-benar selalu membuatnya ON meski hanya dengan seperti ini.
" Udah gitu aja? " cetus Keina heran. Kenapa hanya seperti itu tanggapan dari Calvin?
" Lalu apa? aku harus apa? " tanya Calvin menatap sayu ke arah Keina.
" Kak Calvin gak sayang aku? " tanya Keina to the point .
" Kamu pikir aku gak pukul kamu karena berbohong belum cukup sebagai bukti bahwa aku sayang sama kamu?" ucap Calvin sambil membelai lembut pipi mulus milik Keina.
" Jadi kakak sebenarnya mau pukul aku? Astaga!" pekik Keina tertahan.
Menutup mulutnya dengan telapak tangan serta mata yang membola sempurna. Keina sengaja bertingkah konyol agar Calvin benar-benar kembali ke mood yang baik dan mau bersikap hangat lagi terhadap dirinya .
__ADS_1
Calvin tersenyum melihat tingkah konyol Keina yang semakin terlihat menggemaskan .
" Kamu tau? Di sini sangat sakit. " ungkap Calvin menyentuh dada sebelah kiri miliknya.
Dahi Keina mengerut.
" Didalam sini sangat sakit karena kamu berbohong tapi aku gak mungkin nyakitin kamu apalagi sampai mukulin kamu. " ujar Calvin lembut.
" Maaf, aku tau aku salah . Aku minta maaf, aku gak mau kamu ninggalin aku. Nanti aku sama siapa? aku bahkan gak punya siapa-siapa lagi." jawab Keina lirih.
Calvin merasa hatinya saat ini benar-benar runtuh karena terlalu sering merasakan debaran yang begitu dahsyat .
Pria itu pun tidak pernah menyangka kalau ternyata Keina lah yang mampu melakukan semua ini. Merubah dirinya menjadi orang yang berbeda ,menghentikan kegilaannya terhadap banyak wanita, mampu bersikap lembut seperti orang pada umumnya.
Keina benar-benar telah merubah Calvin. Dia berhasil mengalihkan dunia sang cassanova yang paling digandrungi oleh para wanita , menjadi pria luar biasa yang mampu menjadikan dirinya rumah untuk Keina.
" Baiklah, aku maafkan . " Calvin melepas pelukannya . Mana bisa pria itu tahan dengan kepura-puraannya. Merentangkan tangannya ke atas sandaran sofa membiarkan Keina dengan bebas menduduki tubuhnya.
" Aku sayang kamu, kak. " ucap Keina lagi memeluk tubuh Calvin begitu erat. Hingga Calvin tidak mampu lagi menahan gejolak yang sejak tadi ia tahan .
" Kenapa? " tanya Keina heran.
" Turun. " pinta Calvin.
" Kakak masih marah? " tanya Keina mulai kembali cemberut.
" Enggak, tapi kesel boleh dong? kamu udah bohong sama aku. " jawab Calvin berdusta. Padahal pria itu sudah tak sanggup lagi menahan gejolak yang ada didalam tubuhnya.
" Jadi kakak maafin aku gak sih? katanya tadi udah maafin, tapi sekarang bilang masih kesel. " oceh Keina yang sebal dengan Calvin.
Calvin memejamkan mata erat hingga muncul kerutan di wajahnya karena tak sanggup lagi menahan sesuatu yang sudah sangat urgent . Sesuatu di bawah sana harus segera diatasi.
" Kei... " lirih Calvin kemudian meraih wajah Keina dan . .. hap!
__ADS_1
Calvin melahap bibir kenyal dan lembut milik Keina. Runtuh sudah pertahanannya. Tubuh Keina seolah menjadi candu baginya.
Mengecap, menyessap lembut bibir yang terasa manis itu. Sementara Keina yang awalnya terkejut kini mulai membuka mulutnya dan mengimbangi ciuman panas Calvin.
" Eemmhh . " hanya terdengar lenguhan yang memenuhi ruangan.
Calvin terus melakukan aksinya, tangan yang awalnya membingkai wajah Keina kini sudah bergerilya menyentuh setiap lekuk tubuh milik Keina.
Melepaskan pangutannya , Calvin menatap sayu ke arah sang gadis . Tatapan pria itu sudah berkabut menandakan dirinya sangat menginginkan Keina saat ini. entah apa yang membuat Calvin begitu tergila- gila dengan Keina sedangkan banyak gadis di luar sana yang lebih cantik dan seksi.
" Aku mencintaimu, Keina Arlova. "Calvin kembali menyambar bibir Keina yang basah akibat ulahnya.
" Kamu milikku kan? " tanya Calvin kembali melepaskan ciumannya.
Keina mengangguk lalu mencium bibir Calvin lebih dulu. Ia merasa bahagia karena Calvin mengatakan cinta padanya. Kata-kata yang sangat ia tunggu sejak sebulan yang lalu, sempat ragu dengan ajakan menikah Calvin karena pria itu tak pernah mengatakan mencintainya tapi sekarang dia benar-benar yakin ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama pria pemarah itu .
Keina tak ingin Calvin pergi dari hidupnya , dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya kalau tidak ada pria yang selama ini menjadikannya seorang tawanan.
Dalam hati Calvin begitu senang karena saat ini dirinya sudah tidak terus menggila dengan banyak wanita . Calvin merasa bahwa dirinya telah menemukan rumah tempatnya pulang. Menemukan tempat dimana seorang Calvin bisa hidup dengan yang namanya cinta.
Calvin menggendong Keina dengan posisi yang masih sama, seperti seekor panda yang manja. Tanpa melepaskan ciuman panas mereka Keina dibawa masuk ke dalam kamar yang selama ini telah menjadi saksi pertempuran panas mereka.
Kini di ranjang hangat ini, mereka seolah saling mengungkapkan cinta lewat sentuhan-sentuhan yang penuh dengan pemujaan.
Hanya butuh waktu singkat untuk keduanya meloloskan seluruh kain yang menempel di tubuh mereka. Calvin memainkan ujung bukit kenyal milik Keina, menyessap sesekali memainkan nya menggunakan lidah dan juga bibirnya .
Jangan tanya bagaimana Keina saat Calvin melakukan aktivitas favoritenya. Tubuh gadis itu sampai menggelinjang hebat. Permainan Calvin diatas ranjang memang luar biasa . Tidak heran banyak gadis yang pernah disentuhnya terus merengek meminta kenikmatan surgawi yang luar biasa dari si mantan cassanova.
" Kak. " ucap Keina di sela dessahannya yang terdengar sangat indah dan selalu berhasil membuat Calvin semakin bergairah dan ingin melakukan hal yang lebih.
" Yes, Baby. " balas Calvin memposisikan tubuhnya tepat di hadapan bagian inti tubuh Keina.
.
__ADS_1
...****************...
udah dulu ah, nanti lagi dilanjut...belum buka puasa guys. Nanti otak aku terkontaminasi membayangkan yang hiya-hiya 😂😂😂