Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Tidak dapat menahannya


__ADS_3

Di rasa sudah cukup lama ia tinggalkan, Calvin berjalan pelan keluar kamar untuk melihat Keina apakah sudah tertidur atau belum.


Siapa sangka hanya ditinggal selama 30 menit gadis itu sudah terlelap dengan ponsel yang masih berada di dalam pelukannya .


Seketika rasa kesal dan marah menguap begitu saja melihat wajah sang gadis yang begitu damai dan teduh, membuat Calvin meleleh bagai es krim yang terkena sinar matahari.


Dengan langkah pelan ia berjalan ke sofa dimana Keina sedang tertidur. Ia mengangkat tubuh mungil gadis yang tadi membuatnya kesal dengan perlahan agar tidur nya tidak terganggu dengan pergerakkan Calvin.


" Kita ke kamar, oke? Mana bisa gue tidur gak sama loe, Kei. " Calvin menghujani ciuman lembut ke seluruh wajah Keina saat perjalanan menuju kamar.


Kemudian merebahkan tubuh mungil itu secara perlahan ke atas ranjang, dia tak ingin Keina sampai terbangun lalu mengomel karena telah di pindah ke kamar. Lalu Calvin naik ke atas ranjang, menyusul merebahkan tubuhnya tepat disamping Keina dan berniat ingin memeluk gadis itu.


Namun siapa sangka pada saat bersamaan Keina menggeliat dan secara tidak sengaja kaos tipis yang di pakainya menyingkap ke atas memperlihatkan perut ramping milik Keina.


" Astaga! Loe tidur aja bisa nyiksa gue. " keluh Calvin menelan salivanya susah payah melihat pemandangan yang sebenarnya biasa saja itu.


Namun tentu tidak lah biasa bagi Calvin yang selalu mendamba tubuh indah itu. Tidak ingin terus terganggu dengan pemandangan yang membuatnya cenat - cenut Calvin lantas menurunkan kaos Keina untuk menutupi kembali perut ramping yang terlihat mulus itu.


" Aaaaaaa....! Kakak ngapain? " teriak Keina yang akhirnya terbangun karena tangan Calvin yang tidak sengaja menyentuh kulit bagian perut milik Keina sehingga gadis itu benar-benar bangun dan saat ini duduk menatap tajam pria yang ada disebelahnya dengan posisi masih miring setelah membenarkan kaos miliknya meski berakhir salah paham.


Calvin tersentak dan tidak menyangka Keina akan mudah terbangun karena sentuhan yang tidak dia sengaja.


" A-aku gak ngapa-ngapain ! A -aku.... " Calvin tergagap dan saat ini raut wajahnya tampak bodoh karena tidak bisa melakukan apa-apa setelah di tuduh oleh Keina.


" Ini juga, kenapa aku di kamar? aku kan udah bilang enggak... "

__ADS_1


Hap!


Calvin menutup mulut Keina dengan tangannya dan memaksa gadis itu untuk diam.


" Udah gak usah bawel. Gue sama dia gak bersentuhan cuma ciuman jadi gak ada yang namanya kudis, kurap, panu yang nempel di tubuh gue. Sekarang loe milih tidur lagi atau gue apa-apain beneran? " ancam Calvin berbisik di telinga Keina.


"Ish, lepasin! " sentak Keina sambil menyingkirkan tangan Calvin yang membekap mulutnya.


Keina memeriksa selimut yang saat ini membalut tubuhnya , ia mengurungkan niat untuk murka karena telah dibawa ke kamar tanpa sepengetahuannya.


" Gak usah ngeselin gitu, bisa gak? " ketus Calvin sambil mengunci tubuh gadis itu agar tidak melakukan perlawanan .


" Gak usah deket-deket mulutnya. jijik! " protes Keina saat jarak antara bibir nya dan bibir Calvin hanya beberapa centi saja. Ia tak peduli lagi Calvin akan marah atau tidak karena kalimatnya yang terlampau pedas itu.


Calvin mendessah kesal namun juga tidak bisa meluapkan kekesalannya. Ia tau Keina seperti ini karena ulahnya sendiri yang bercumbu dengan gadis lain. Calvin akhirnya mengakui kesalahannya meski hanya dalam hati.


" Ya, bodo amat ! siapa suruh mandi dan sikat gigi? Aku kan gak minta." ucap Keina mengacuhkan Calvin yang terus meyakinkan dirinya bahwa tubuh dan mulutnya sudah benar-benar bersih .


Melihat bibir Keina yang komat kamit membantah setiap kalimatnya membuat Calvin semakin gemas.


" Awas Kamu ya! " ancam Calvin , hanya dengan satu gerakan, tubuhnya saat ini sudah menindih tubuh mungil Keina.


" Berat, kak ! Minggir ! keluh Keina sambil mendorong tubuh atletis itu dengan seluruh tenaga yang dia punya . Namun tentu saja gagal.


" Gak akan ! aku udah bilang , aku udah mandi dan sikat gigi demi bisa tidur sambil peluk kamu. Dan sekarang sikap kamu bikin aku gerah kaya gini? Kamu emang layak dihukum! "

__ADS_1


Calvin menyeringai . Mengunci tubuh gadis itu dengan seluruh kemampuan anggota tubuhnya tanpa melukai gadis itu.


" Jangan macam-macam! Aku belum bisa di sentuh. " ingat Keina kepada Calvin agar pria itu mengurungkan niatnya untuk memberikan hukuman. Pasalnya Keina tau hukuman apa yang biasa dilakukan oleh seorang Calvin , Apalagi kalau bukan urusan ranjang.


Calvin menghela nafas, ia ingat Keina masih berhalangan. Tapi itu tak membuat Calvin melepaskan Keina begitu saja. Ia memaksa Keina agar mau dia cium tepat di bibirnya .


Keina berusaha menggerakkan kepalanya demi bisa lolos dari serangan Calvin. Namun bukan Calvin namanya kalau dia tidak bisa menaklukan wanita .


" Berikan ciuman terindahmu atau kamu harus tidur tanpa busana malam ini? " tanya Calvin berbisik penuh seringai iblis di bibirnya.


Seketika tubuh Keina membeku . Mulutnya terbuka lebar karena syok mendengar ultimatum yang mengejutkan dari Calvin . Ingin rasanya Keina melawan dan berteriak karena kesal atas sikap Calvin yang seenaknya terhadap dirinya. Namun nyatanya belum sempat dia melakukan itu, bibir Calvin lebih dulu mendarat kemudian menyessap dan menikmati benda kenyal berwarna pink tersebut.


Ciuman yang awalnya hanya ingin menyalurkan rasa gemasnya nyatanya semakin lama semakin panas dan menuntut.


Gairah panas yang ada didalam jiwa Calvin muncul dengan gembira. Ingin disambut hangat oleh gadis yang sudah beberapa saat ini membuat sang pemilik jiwa seakan benar-benar gila.


Ya, Calvin benar-benar gila karena Keina.


Merasakan gadis yang dia kungkung di bawahnya sudah tidak ada perlawanan lagi , Calvin melepaskan kuncian tangannya. Ia mulai meraba, menyentuh setiap inci tubuh gadis itu dan mengaguminya dalam hati. Meski tubuh itu tak semontok Gisel atau pun Livy . Nyatanya Keina mampu membuat seorang Calvin Alexander menjadi tergila-gila. Bahkan dia tidak ingin berjauhan barang sedetik saja .


Gerakkan tangan Calvin benar-benar sudah lihai . Menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain profesional yang sudah sangat familiar dengan tubuh wanita.


Hingga pada saat tangan itu tiba dibagian tengah inti tubuh sang gadis Calvin merasakan sebuah benda seperti bantal lembut yang menghalangi sentuhan tangannya . Sempat tidak peduli dan jemari itu ingin mengusap lembut bagian bawah sana membuat Keina tersadar bahwa Calvin saat ini sudah lepas kendali , akhirnya Keina melepaskan ciumannya. " Stop kak ! Gak boleh! " ujar Keina menatap tajam manik Calvin yang sebenarnya sudah tidak dapat menahan nya lagi .


.

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2