
Di sebuah Cafe yang cukup sepi tidak banyak pengunjung, Gevan sedang menunggu seseorang.
Wajahnya tampak sedikit gelisah namun entah apa yang membuatnya terlihat seperti itu.
Sekitar sepuluh menit telah berlalu akhirnya seseorang datang dan benar seseorang yang ditunggu Gevan adalah Keina. Gevan memang baru saja tiba di ibukota subuh tadi, ia sengaja ingin menemui Keina, oleh sebab itu ia langsung menghubungi Keina dan mengajak gadis itu bertemu.
Keina siang ini keluar bukan untuk bertemu dengan Ara seperti yang dikatakannya kepada Calvin. Namun Keina sebenarnya sudah sepakat untuk bertemu dengan Gevan dan memilih cafe lain yang tak jauh dari apartemen Calvin untuk mereka bertemu, bukan cafe biasa tempatnya bekerja. Dan Keina harus membohongi Calvin untuk bisa bertemu dengan sang kekasih.
Gevan akhirnya mengendus hubungan kekasihnya dengan Calvin. Siapa lagi kalau bukan Livy yang memberitahunya .
Gadis itu sempat membuntuti Calvin saat bersama Keina. Ia tak sengaja bertemu dengan dua insan yang terikat dalam hubungan rumit itu. Sehingga dirinya luar biasa penasaran jadi dia mengikuti Calvin dan Keina, Dan Livy baru tau kalau Keina dan Calvin ternyata tinggal bersama. Ia memang tau Calvin mendekati Keina tapi Livy tak menyangka hubungan mereka seserius ini sampai Calvin mengajak Keina tinggal bersama.
Tak percaya begitu saja dengan apa yang Livy katakan, Gevan meminta bukti pada gadis yang pernah menyukainya dulu, Setelah Livy menunjukan foto dan video yang ia kumpulkan baru lah Gevan sadar sang kekasih telah mengkhianatinya selama ini.
" Keina! " seru Gevan memanggil gadis itu agar segera menoleh ke tempatnya berada di meja paling ujung. Karena tidak mau mengulur waktu lebih lama lagi agar hal yang ingin dia bahas segera selesai dan melegakan hatinya.
Keina tersenyum kemudian beranjak mendekat menuju meja dimana pacarnya itu sedang menikmati segelas kopi.
" Kak Gevan tumben ngajak ketemu di sini? " ujar Keina sambil menengok ke kanan dan ke kiri seperti orang yang khawatir kalau ada orang yang sedang mengintai dirinya. Ia takut Calvin mengikutinya sejak keluar dari apartemen.
" Kamu juga tumben diajak ketemu di sini sampenya cepet banget. " balas Gevan yang berhasil membuat hati Keina sedikit tertohok karenanya.
" Ah, iya kak. Ini kebetulan tadi lagi di suruh ibu beli sesuatu didekat sini , jadi ya cepet sampe sini nya." Keina berkelit dihadapan sang kekasih karena tentu dia tidak ingin Gevan tau kalau saat ini ia sudah tidak tinggal dengan ibunya.
__ADS_1
Bahkan Calvin membayar semua hutang keluarga Keina kepada Herman dan memberikan uang 500 juta untuk ibu Rina, asal ibu Rina tidak lagi mencari keberadaan Keina dan mengganggu hidup gadis itu lagi.
Entah sampai kapan dirinya akan berbohong , ia pun tidak tau. Namun yang pasti sampai sekarang dia masih bimbang, dia belum siap mengatakan apapun soal keadaan dirinya yang sesungguhnya kepada orang yang selama ini sudah menemani dan bersikap baik pada dirinya.
" Oohh.. " Gevan tampak sangat ragu dengan jawaban Keina yang terlihat tidak jujur itu. Semakin meyakinkan dengan yang Livy katakan tentang kekasihnya. Keina kemungkinan sudah tinggal dengan Calvin dan menjalin hubungan spesial di belakangnya.
Hampir lima menit tidak ada percakapan apapun karena Gevan juga sibuk dengan pikirannya dan perasaan nya sendiri yang semakin gelisah. Takut menerima keadaan yang sebenarnya dia tidak akan pernah bisa menerimanya.
Sedangkan Keina sedang tenggelam dengan pikirannya yang semakin merasa bersalah karena terus membohongi Gevan yang sangat tulus menyayanginya.
" Eemmm, kei . " tegur Gevan yang tampak berusaha meyakinkan diri soal apa yang akan dikatakannya pada sang kekasih.
" Iya kak. " sahut Keina mendongakkan kepalanya . Karena sejak tadi gadis itu menunduk dan memainkan ponselnya yang sebenarnya tidak ada notif apapun. Itu semua ia lakukan untuk mengalihkan rasa gugupnya.
" Kenapa kakak nanya kaya gitu ?" bukan menjawab Keina malah balik bertanya . Karena dia merasa sikap Gevan sangat aneh hari ini termasuk tatapan mata pria itu.
" Ya, tanya aja. Mungkin saat ini perasaan kamu udah berubah sama aku. " jawab Gevan dengan nada yang sangat santai di tengah hati yang bergemuruh melihat ekspresi Keina yang tampak tidak nyaman dengan pertanyaan yang ia ajukan. Hatinya terasa sakit luar biasa terlebih saat Keina tak langsung menjawab dan malah tampak sedang berpikir.
" Eeemm, aku.... " Keina tak dapat melanjutkan kalimatnya, bibirnya terasa berat mengatakan hal yang sebenarnya ia rasa. Hatinya semakin tak menentu rasa bersalah terus melukai, menyayat hati dan menghujam jantung . Seakan dia tidak tega mengatakan yang sebenarnya tapi juga merasa bersalah di saat bersamaan karena terlalu sering membohongi pria tulus seperti Gevan.
Gevan tersenyum getir, ternyata apa yang dipikirannya selama ini memanglah benar. Perasaan Keina terhadap dirinya sudah berubah tak seperti dulu, kini mengatakan sayang saja sangat membuat gadis itu tampak tertekan.
Cincin pemberiannya waktu itu pun tidak lagi ia kenakan saat ini . Hal itu membuktikan bahwa Keina sudah tidak mencintainya lagi.
__ADS_1
" Apa ada orang lain yang membuatmu nyaman? " tanya Gevan lagi . Terdengar sangat lembut tapi mampu menyayat hati Keina.
Keina terdiam dan tidak bisa menjawab apa yang baru saja ditanyakan oleh Gevan.
" Ternyata benar. Aku dengar kamu sekarang dekat dengan Calvin. " lanjut Gevan lagi yang semakin terlihat menyedihkan. "
Deg
Jantung Keina seakan berhenti berdetak saat itu juga. Bagaimana dia bisa tau? batin Keina.
Mengatur nafas yang mulai tersendat, mencoba mengendalikan jantung yang terus berdebar karena menahan rasa sakit dan takut secara bersamaan.
" Bukankah aku sudah pernah bilang tentang uang dua puluh juta itu kak? Aku memang dekat dengan nya karena hutang itu." jelas Keina mencoba menjelaskan secara perlahan dan berhati-hati dalam bicara agar pria di hadapannya tidak semakin merasa kecewa terhadapnya.
" Ya, aku masih sangat ingat dan akan terus mengingatnya . Karena uang itu mungkin aku akan segera kehilangan orang yang aku cintai. Andai waktu itu aku yang membayar uang dua puluh juta itu, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini .Aku tidak akan pernah melihat gadis ku akan merasa nyaman berada di genggaman tangan pria lain. " ucap Gevan yang begitu menusuk jantung Keina.
Keina meraih jemari Gevan yang berada di atas meja , namun pria itu menolaknya . Menghindari tangan Keina yang akan menyentuhnya .
" Kak.. " lirih Keina dengan menahan rasa sesak karena menerima perlakuan Gevan yang menolak sentuhannya.
" Keina ku tidak akan mau di sentuh oleh pria lain. " ucap Gevan sambil mengeluarkan foto kekasihnya saat bersama Calvin. Pria itu bahkan merangkul, menggenggam dan mencium pucuk kepala Keina. Seolah memperlihatkan pada dunia gadis yang berada di sampingnya adalah miliknya.
.
__ADS_1
...****************...