Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Menggila


__ADS_3

Kini tatapan Gevan tak seperti saat baru datang. Sekarang sudah mulai tenang dan kembali menatap Keina dengan sorot mata teduh dan menenangkan.


" Aku ngerti, maafin aku Kei. Aku udah salah paham sama kamu. Disaat kamu butuh aku , justru aku gak ada dan malah menyalahkan kamu , maaf ya? " Gevan menggenggam erat jemari Keina di atas meja.


" Ehem... maaf masih ada orang di sini . " sindir Ara agar Gevan dan Keina tidak melanjutkan kemesraan mereka di hadapannya.


Sontak Keina menarik tangannya dan tampak malu di hadapan Ara . Didalam hatinya juga ada keraguan saat Gevan menyentuh tangannya.


apakah aku seorang gadis murahan yang membiarkan diriku disentuh banyak pria ?


Bagaimana bisa aku membiarkan Gevan yang sangat baik ini berada di dalam ruangan hitam yang bernama pengkhianatan. Banyak pertanyaan menyakitkan yang terus memenuhi isi kepalanya . Terlebih saat Gevan malah memaafkan dirinya yang harus berada dalam genggaman pria lain. Itu semakin menyakiti hati Keina.


Ketiganya melanjutkan obrolan ringan penuh candaan. Keina tampak cukup bahagia melihat tak ada lagi raut kecewa di wajah Gevan seperti sebelumnya .


Hingga tanpa mereka bertiga sadari , saat ini ada seorang pria yang sedang manatap mereka dengan tatapan mengerikan. Seolah ingin rasanya menerjang meja yang mereka gunakan untuk bersenda gurau.


Api didalam hatinya memantik , hingga mengobarkan amarah yang mungkin bisa membakar apapun yang berada di dekatnya.


...----------------...


Jam istirahat Keina akhirnya selesai, ia dan Ara kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Ra, nanti aku pulang duluan ya. Kalau ada yang nanyain aku jangan bilang aku kemana dan sama siapa ya. " pinta Keina .


" Maksud kamu kalau kak Calvin nanya? " tebak Ara tepat sasaran.


" Iya lah siapa lagi , aku gak enak sama kak Gevan yang ingin menghabiskan waktu sama aku. Biar bagaimana pun dia masih pacar ku, Ra. " Keina tampak lesu mengingat kekasihnya lagi. Karena pada akhirnya, pria baik itu akan menjadi orang yang paling tersakiti olehnya.


Setelah jam kerjanya selesai , Keina bergegas keluar lebih dulu untuk menghindari Calvin.


" Kei, Ayo! " seru Gevan yang tiba-tiba sudah ada di depan cafe dengan menaiki motor sport berwarna merah andalannya.


" Ra, aku duluan ya. Jangan lupa pesan aku tadi. " ucap Keina mengingatkan sahabatnya.

__ADS_1


" Siap! yaudah kalian hati-hati. Bye.. have fun ya. " sahut Ara seraya melambaikan tangannya pada Keina.


Seorang pria tampan saat ini baru saja memarkirkan mobilnya di cafe. Wajahnya tampak begitu senang hari ini. Mungkin karena dua malam ini tidurnya ditemani Keina , makanya hari ini senyumnya terus merekah dan tidak membuat keributan seperti biasanya.


Tapi langkah Calvin terhenti saat ia berpapasan dengan Ara yang hendak menuju parkiran.


" Ara! Keina mana? kok loe pulang duluan, biasanya nungguin Keina gue jemput dulu." cecar Calvin karena Ara tak seperti biasanya.


" Eemmm itu... "


Calvin menatap datar wajah Ara yang saat ini tengah gugup . Di mata Calvin gadis itu sedang berusaha mempersiapkan diri untuk mengatakan sesuatu yang pasti akan di tanyakannya.


siaal! kenapa jadi gak bisa ngomong gini ,astaga! perasaan dia natap gue datar aja, tapi kenapa di mata gue serem banget sih, bikin gue takut. Kei tolong aku! batin Ara menjerit.


Calvin semakin menatap Ara tajam karena gadis itu tak kunjung melanjutkan bicaranya. " Jawab Ara! "


" Apa Keina udah pulang? " tanya Calvin lagi dengan suara selembut mungkin agar Ara tak takut padanya.


" U-udah kak. Tadi 10 menit yang lalu naik ojol" jawab Ara terbata. Dia takut seandainya dirinya gagal dalam misinya menyembunyikan Keina dari incaran Calvin hari ini.


" Hah? Pulsa abis? Gimana maksudnya kak? " tanya Ara heran hingga ia tak bisa mencerna kalimat Calvin dengan baik. Tadi yang Calvin tanya Keina lalu tiba-tiba berubah minta tolong pulsanya habis. Bagaimana Ara tidak bingung dibuatnya.


Lagi pula apa itu? pulsa habis? Seorang Calvin kehabisan pulsa atau kehabisan kuota? Rasanya tidak mungkin bukan ?


" Iya pulsa sama kuota gue habis , boleh pinjam ponsel loe? " tanya Calvin dengan tatapan yang berhasil mengoyak jantung Ara saat ini.


Otaknya yang terhambat akibat kegugupan yang terus menyiksa dirinya membuat Ara begitu saja menuruti permintaan Calvin tanpa curiga sedikitpun.


" Bo-boleh, ini kak. " Ara menyodorkan benda pipih miliknya pada Calvin .


" Terima kasih banyak, Ara. " Calvin tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ara . Seketika gadis itu ingin muntah saja rasanya.


Begitu lembut dan manis, pantas saja di juluki cassanova kampus, Calvin sangat pandai merayu dan membuat lawan bicaranya seperti terhipnotis begitu saja hingga menuruti semua keinginannya.

__ADS_1


Calvin mencari nomer telepon yang ada di kontak


ponsel Ara. Tentu saja membuat si pemilik ponsel merasa curiga, kenapa Calvin mencari nomer kontak di ponselnya?


" Kakak ini mau telepon siapa? " tanya Ara memicingkan matanya.


" Keina. " sahut Calvin santai. Dirinya tau bahwa kalau ia yang menghubungi Keina langsung, gadis itu pasti akan mengabaikannya. Sehingga Calvin meminjam ponsel Ara, karena sudah pasti Keina akan menjawabnya.


" Hah? A-apa? Jangan! " pekik Ara yang ingin merebut kembali ponselnya dari tangan Calvin.


Setelah menemukan nama Keina, Calvin langsung menekan tombol panggilan, ia menunggu sampai sang pemilik nomer mengangkat panggilan darinya .


" Hallo, Ra . Ada apa? " tanya Keina yang saat ini baru saja sampai di parkiran sebuah Mall yang tidak terlalu jauh jaraknya dari Cafe. Dia dan Gevan berencana untuk makan dan menonton film hari ini, Keina ingin menghabiskan seharian bersama Gevan walaupun ia tau setelah ini dirinya mungkin harus mendapat amukan dari Calvin karena ia telah melanggar peraturan dari pria itu. Tapi tak apa asal dia bisa membuat Gevan bahagia hari ini.


Sementara Ara masih terus berusaha merebut ponselnya dari tangan kekar Calvin. Bahkan Ara sampai melompat tapi tetap gagal mendapatkannya. Tanpa Ara sadari mereka berdua kini menjadi pusat perhatian.


Tidak sedikit dari mereka yang saling berbisik dan mengira bahwa Ara juga seperti Keina , gadis murahan yang menggoda sang cassanova.


" Kamu dimana? sengaja menghindar dari aku? " tanya Calvin menurunkan ponselnya dari udara ke samping telinganya. Dan tentu saja dia mulai kesal karena Keina tak mematuhi perintah nya padahal tadi pagi saat mengantar gadis itu, ia sudah berpesan untuk menunggunya dan mereka akan pulang bersama.


" Ka-kak Calvin? " seru Keina tidak menyangka kalau Calvin akan memanfaatkan Ara agar bisa menemukannya.


" Loe dimana? " Bentak Calvin yang darah nya sudah mendidih dan siap meledak saat ini juga.


Merasa heran dengan Keina yang wajahnya tiba-tiba panik dan memucat membuat Gevan penasaran, terlebih samar-samar ia mendengar Keina menyebut nama Calvin. Gevan menghampiri Keina yang tadi menggeser sedikit posisinya untuk mengangkat telepon. " Ada apa Kei? " tanya Gevan.


Namun hal itu membuat Keina langsung memutus panggilan teleponnya secara sepihak. Ia takut Calvin mendengar suara Gevan. Dan itu jelas membuat emosi Calvin kian memuncak.


prang.......


Calvin benar-benar menggila, Keina menghindar darinya saja dia sudah emosi di tambah ternyata gadis yang ia klaim menjadi miliknya pergi bersama pria lain. Sejak siang melihat Keina bersama Gevan ia mencoba menahan emosinya tapi lagi-lagi gadis itu menguji kesabarannya.


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2