Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Pura - pura tidur


__ADS_3

Akhirnya Calvin berhasil menarik tubuh Keina dan kembali ke dalam pelukannya.


" Kakak jangan macam-macam ya ! Aku capek!" ucap Keina mengingatkan. Ia curiga kalau Calvin mungkin saja akan meminta sesuatu yang melelahkan malam ini.


" Apaan sih! orang cuma pengen peluk. Atau jangan-jangan sebenarnya kamu yang pengen, ngaku aja deh. " goda Calvin mencubit gemas hidung Keina yang tidak terlalu mancung itu.


" Gak lah! " Keina kemudian hanya beringsut memposisikan tubuhnya di dada bagian samping milik Calvin. Tempat yang menurutnya sandaran paling nyaman meski dirinya berada di saat kondisi terburuk sekali pun.


" Oh iya , ada yang mau aku tanyain sama kamu. " ujar Calvin mengingat sesuatu yang sudah sejak sore tadi ingin bertanya namun tidak sempat karena momen manis yang terus menyelimuti mereka berdua.


" Soal apa? "tanya Keina mengernyitkan dahi.


" Apa kamu tau soal Gevan yang ternyata juga ada di sini? " tanya Calvin langsung pada intinya.


" Gak tau kak, aku juga gak pernah ada komunikasi apapun sama dia. Aku gak tau dia mau ngapain di Bali dan yang jelas aku juga gak mau tau. " jawab Keina jujur.


Gadis itu tidak akan menutupi soal apapun terutama soal Gevan di depan Calvin, karena itu sama saja dia menggali kuburannya sendiri andai nekat berbohong.


" Oh, baguslah. Aku gak nyangka aja kalo dia menginap di sini. Aneh, bisa kebetulan banget. Aku pikir dia sempat ngasih tau kamu gitu kalau akan ke Bali juga atau kamu mungkin kasih tau dia mau ke sini. " ucap Calvin lagi yang sebenarnya masih sangat penasaran.


" Kakak nuduh aku? kan udah aku bilang aku gak tau dan gak pernah komunikasi sama dia lagi. " kesal Keina yang beralih memutar tubuhnya memunggungi Calvin.


" Oh. " sahut Calvin acuh. Pria itu kembali mengingat adegan dimana Keina berbohong untuk menemui mantan pacar nya yang tak lain adalah Gevan. Mengingat hal itu saja membuatnya menjadi curiga dan kesal bersamaan.


" Maaf, aku masih suka kesal kalau ingat saat kamu bohong hanya untuk ketemu dia . Apalagi tiap kamu ketemu dia terus kalian bersentuhan. Entah itu pegangan tangan, kepala kamu yang di usap lah sama dia bahkan sampai pelukan. " lanjut Calvin lagi mengutarakan perasaannya pada Keina.


" Ya, kan bisa gak usah di ingat-ingat! emang kamu nya aja yang suka cari penyakit bikin kesel diri sendiri. " ketus Keina mulai kesal.


" Ih kamu ya !"balas Calvin gemas lalu memeluk Keina dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di sela pundak dan leher Keina. Menghirup aroma tubuh kesukaannya.


Tidak lagi mendengar suara Keina , Calvin mengangkat kepalanya.

__ADS_1


" Sayang, kamu udah tidur?" tanya Calvin menengok ke arah wajah Keina yang kini kedua matanya telah terpejam.


" Cepet banget perasaan. Kamu bohongin aku ya? " selidik Calvin menarik tubuh Keina yang sudah tidak bergerak.


Masih tidak ada pergerakan apapun , Calvin menyeringai berniat melakukan sesuatu agar keina kembali membuka mata. Pria itu tau betul kalau kekasihnya belum benar-benar tertidur.


" Okay, kalau kamu tidur beneran, aku boleh dong mainan sebentar. "ujar Calvin tersenyum penuh kelicikan.


Namun Keina masih bergeming, tidak ada tanda bahwa dirinya akan terbangun. Dan hal itu membuat Calvin semakin gemas.


Perlahan ia menyingkap baju milik Keina hingga memperlihatkan perutnya yang ramping, terlihat begitu mulus membuat Calvin begitu gemas ingin menggigitnya.


Calvin memulai aksinya , mencium lembut sesekali menyesaap kulit putih itu hingga meninggalkan noda kemerahan di sana. Seolah memberi tanda bahwa tubuh itu adalah miliknya. Namun setelah beberapa kecupan akhirnya terasa getaran dari tubuh sang gadis yang sejak tadi berpura-pura tidur. Keina tertawa terbahak menahan geli akibat ulah yang dilakukan oleh Calvin di atas perutnya.


" Kak Calvin ngapain sih ? " tanya Keina di sela gelak tawanya yang tersisa karena masih merasakan geli di bagian perut bawahnya.


" Emang aku ngapain? Silahkan tidur lagi, aku mau bermain-main sendiri. "balasnya sok cuek kemudian melanjutkan aksinya ingin mencium perut mulus milik Keina.


Calvin tersenyum puas karena akhirnya Keina benar-benar terbangun dan tidak ada tanda-tanda mengantuk sedikit pun.


" Nah , bangun gitu kan enak. Lagaknya mau pura - pura tidur. "


" Enak apanya? "


" Ngobrolnya dong ! Emang mau enak-enak yang lain? " goda Calvin menyipitkan kedua matanya sambil tersenyum penuh kepalsuan.


" Apaan sih, enggak!" Keina melempar bantal ke wajah Calvin yang terus menggoda dirinya dengan tatapan messum itu.


Namun nyatanya usaha Keina untuk menolak Calvin sepertinya gagal. Pria yang sudah di kuasai oleh kabut gairah itu kini tidak bisa lagi menahan gejolak yang ada di dalam tubuhnya.


Meski awalnya Keina menolak , nyatanya sentuhan Calvin sungguh sangat memabukkan.Dia tidak pernah bisa menghindar dari keinginan hasrat pria yang dicintainya itu.

__ADS_1


Calvin mulai melancarkan aksinya , melepas kaos atasannya yang menutupi tubuh atletis miliknya.Dan mulai menerkam bibir Keina yang tampak begitu segar dan seakan mampu melegakan dirinya yang saat ini sedang dilanda kehausan.


Mencium lembut , menyessap sesekali menggigit kecil benda kenyal berwarna pink itu.Jangan tanya bagaimana reaksi Keina saat ini.Tentu saja hanya bisa mendessah dalam kenikmatan pangutan bibir dan juga lidah milik sang kekasih. Tangan kokoh itu mulai bergerilya menyusuri setiap tubuh indah sang kekasih.


Menikmati bagaimana bentuk indah dari wanita yang akhir- akhir ini berhasil membuatnya tergila-gila . Juga melupakan kebiasaan buruknya yang terus bergonta-ganti wanita.


Entah sejak kapan keduanya saat ini benar-benar sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh mereka.


Calvin manatap kagum dua buah bukit kenyal yang kini terpampang di depan matanya. Gundukan daging itu adalah bagian kedua favorite nya setelah tubuh bagian bawah Keina.


Ia memainkan puncak bukit kenyal itu dengan lincah nya , menyessap , dan sesekali menggigit berhasil mengundang dessahan yang begitu dahsyat dari bibir Keina.


" Kak..." Keina tak mampu melanjutkan kalimatnya. Sapuan lidah Calvin berhasil membuatnya melayang bagai di udara. Tubuh Keina semakin terangkat seiring permainan lidah Calvin di atas dadanya. Membuat Keina tidak lagi mampu berkata-kata meski hanya sekedar ingin menyebut nama kekasihnya .


" Yes, baby . Do you like it? " tanya Calvin di sela aktivitas favorite nya memainkan puncak bukit kenyal sang kekasih.


Juga tangan kirinya yang mulai menelusuri bagian bawah tubuh Keina dengan penuh kelembutan. Namun di tangannya seperti sedang terjadi aliran darah penuh gairah yang terasa sangat panas. Ya, tubuh Calvin saat ini terasa benar-benar panas.


Dan hanya dengan menyentuh tubuh Keina lah dia akan kembali merasakan kesejukan yang begitu nyaman.


" Yes, I do, honey! " jawab Keina memekik bersamaan dengan sentuhan jari Calvin yang mulai nakal menyentuh benda segitiga di bagian tubuh bawah sana.


Malam ini Calvin tidak bermaksud bermain menggunakan durasi seperti biasanya saat berada di apartemen.


Memastikan bahwa tubuh Keina benar-benar sudah siap menerima dirinya , Calvin mulai melakukan inti dari permainan ranjangnya.


Ya, apalagi kalau bukan menerobos lu*bang kenikmatan milik Keina. Dan hanya milik Keina lah yang mampu membuatnya mengerang merasakan kenikmatan yang tiada duanya.


Terus melakukannya hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan di atas peraduan berselimut kan cinta yang kian membara.


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2