Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Memanfaatkan keadaan


__ADS_3

Setelah makan malam usai Calvin dan teman-temannya memutuskan untuk melanjutkan istirahat malam ini. Perjalanan menyenangkan akan di mulai besok setelah tubuh benar-benar fit dan bugar.


" Ra, kamu kenapa? Ada masalah sama kak Axel? " tanya Keina perlahan. Ia tau bahwa Axel menyukai Ara tapi yang ia heran adalah Ara yang justru tampak murung dan menghindar Axel tidak seperti biasanya.


" Aku dijodohkan Kei, di saat aku mulai membuka hatiku untuk kak Axel, tapi aku malah harus bersama pria lain yang aku gak tau siapa dan bagaimana orangnya. Aku coba ngomong sama ibu, tapi ibu tetap bersikeras kalau aku harus menerima perjodohan ini. Aku bingung Kei." keluh Ara, ia tumpahkan semua kegundahan hatinya selama beberapa hari ini.


Keina hanya terdiam tanpa memberikan tanggapan apapun, karena sejujurnya dia pun bingung mau berkomentar apa. Dirinya pernah ada di posisi seperti Ara hanya bedanya ia di hadapkan pada pilihan antara Calvin dan Gevan sehingga lebih mudah untuknya memilih sementara Ara di hadapkan pada pilihan antara Axel atau pria pilihan ibunya . Keina tak mungkin memberi saran pada Ara untuk melawan ibunya, tapi di sisi lain ia juga kasihan melihat Ara yang dirinya tau bahwa sahabatnya itu mencintai Axel.


Di waktu yang sama namum kamar yang berbeda,


Kini Axel berada di kamar Calvin menceritakan semua keresahan hatinya sambil meneguk tuak khas Bali yang menjadi favorite mereka.


Entah mengapa Tuak Bali seolah mempunyai cita rasa tersendiri . Tentu tidak sama dengan wine mahal yang biasa mereka minum di ibu kota. Namun mereka selalu merindukan minuman ini saat berada di jantung ibu kota.


" Rasa nya gue hampir gila. Takdir seolah gak pernah memihak gue." keluh Axel setelah menceritakan semuanya pada Calvin sambil menenggak satu gelas mungil tuak Bali yang sudah dipesan Calvin siang tadi.


" Terus loe mau berhenti dengan akhir yang kaya gini? Loe bahkan belum berjuang, Xel. " ucap Calvin yang berusaha menyadarkan Axel yang terlihat begitu putus asa.


" Berjuang kaya gimana vin, gue aja gak punya harapan bahkan Ara lebih memilih menerima perjodohan itu , artinya dia gak mau gue perjuangin vin. Dia itu pasrah sama keadaan " oceh Axel.


" Loe beggo banget deh, harusnya loe berjuang dulu jangan ikutan pasrah dan putus asa kaya Ara, kalo loe tau trik nya loe pasti bisa dapetin Ara dan tentu dapet restu dari orang tuanya. " jawab Calvin memainkan gelas sloki, sepertinya ia sudah tidak berniat untuk mengisinya lagi. Calvin hanya ingin menikmati minuman itu saja , bukan ingin mabuk.


" Gue gak bisa kaya loe yang seenak jidat nidurin anak gadis orang. Terus baru loe nikahin " cetus Axel yang tau apa yang ada dalam pikiran Calvin.


" Gue gak bilang loe harus nidurin dia, gila! Siallan!"


Umpat Calvin, pria itu mulai kesal karena Axel nyatanya sangat lambat saat berpikir soal wanita.

__ADS_1


" Ya, terus? apa lagi kalau bukan tidurin terus bikin dia hamil buat dapet restu dan membatalkan perjodohannya? "tanya Axel lagi yang mengejar jawaban dari Calvin.


" Loe beneran mau jalin hubungan sama dia? atau cuma mau main-main kaya biasa? " tanya Calvin memicingkan matanya. Memastikan apakah sahabatnya yang memiliki karakter hampir sama dengannya itu hanya akan bermain dengan Ara atau serius seperti dirinya dan Keina.


" Gue gak tau, yang jelas gue ngerasa gak mau jauh dari dia . gue gak suka liat dia deket sama cowok lain apalagi sampai di sentuh pria lain, hati gue sakit rasanya. Gue pusing sama perasaan gue sendiri. " keluh Axel yang tak mengerti akan perasaannya sendiri.


" Loe harus perjuangkan dia! Jangan sampai loe menyesal, loe datengin orang tuanya minta restu dan bilang kalau loe serius sama anak mereka. Dan minta orang tuanya batalkan perjodohan Ara dengan pria lain . " ujar Calvin memberi saran pada sahabatnya itu.


" Sok tau loe! " cetus Axel tidak menganggap serius saran dari sahabatnya.


" Ya, terserah loe sih! Gue akui kalau sekarang gue udah gila cinta mati sama Keina. Gue gak akan pernah biarin dia di miliki pria lain. " Calvin mencebik membiarkan sahabatnya yang masih dalam mode ngeyel dan tidak mau mendengar saran darinya.


" Siallan loe! bikin gue makin pusing. " umpat Axel lagi-lagi menenggak tuak milik Calvin yang sudah hampir habis dua botol.


Namun dia hanya merasa sedikit mengantuk. Belum sampai mabuk. Pria dengan ketampanan yang tidak jauh berbeda dengan Calvin itu memang memiliki kondisi tubuh yang tahan akan alkohol. Jadi tidak mudah mabuk kalau hanya menghabiskan satu atau dua botol saja seperti sekarang ini.


" Yaudah gue turutin saran dari loe! terus kapan gue ke kamarnya kan ada Keina di sana. "


Calvin menyeringai menampilkan smirk penuh siasat . " Loe tenang aja, gue udah punya rencana."


" Wait, loe gak lagi manfaatin gue kan ?" selidik Axel memicingkan mata ke arah sahabat laknatnya itu.


" Apaan sih loe! enggak lah ! udah loe nurut aja. gue yakin loe gak akan pernah menyesal udah nurutin saran gue. " kilah Calvin tersenyum begitu senangnya.


" Lah loe mau kemana ? " tanya Axel heran melihat Calvin yang akan pergi keluar kamar . Bukankah harusnya dia yang pergi menemui Ara?


" Loe tunggu chat dari gue, sebelum gue chat , loe di larang bergerak!" titah Calvin menunjukkan ponsel sambil menggoyang - goyangkannya lalu pergi menghilang di telan pintu kamar hotel.

__ADS_1


Calvin perlahan masuk ke dalam kamar Keina dan Ara.


Calvin menyentuh pipi mulus gadis yang ia cintai, mengusapnya lembut agar sang gadis terbangun tanpa harus berteriak terkejut karena kehadirannya yang tiba-tiba.


" Kak... "


" Ssstttt ! jangan berisik ! nanti Ara bangun. " bisik Calvin tepat didepan wajah sang kekasih.


" Kakak kenapa di sini? Kenapa bisa masuk? " cecar Keina juga berbisik menuruti Calvin. Karena ia juga tidak ingin Ara menyadari kedatangan Calvin.


Calvin tersenyum sambil menunjukkan sebuah kartu yang dia gunakan untuk bisa membuka kamar yang di tempati Keina. Ya, Calvin memang sudah memikirkan hal ini sejak awal. Nyatanya kartu cadangan itu rupanya benar-benar berguna.


Calvin membantu Keina bangkit dari posisinya.


" Ikut aku ya. " pinta Calvin berwajah memelas.


" Kakak ngapain sih, aneh banget. " seru Keina tertahan . Keduanya berbicara hanya menggunakan bisikkan yang berhasil menciptakan momen lucu, manis juga menegangkan.


" Udah ayo ikut aja ! " Calvin menarik tubuh Keina. menuntun dan membuka pintu secara perlahan, namun tidak menutupnya kembali dengan sempurna.


Calvin mengetik sebuah pesan untuk Axel.


Loe buruan dateng ke kamar Ara , Keina udah sama gue. Loe bebas mau ngapain aja di sana. lebih dari sekedar ngobrol juga boleh. Kemudian diikuti dengan emoticon tertawa .


.


...****************...

__ADS_1


jangan lupa like setiap babnya ya guys, dan minta hadiahnya jangan lupa.. yg mau ngasih vote jg blh. jangan lupa subscribes. Saranghae ❤


__ADS_2