
" Kamu cukup temani aku tidur dan kamu bebas melakukan apapun di apartemen ini. " Calvin mengusap lembut wajah cantik Keina hingga membuat gadis itu memejamkan matanya menikmati sentuhan hangat itu.
Setelah selesai membaca chat dari ibu Keina. Calvin iseng melihat-lihat isi chat Keina sampai akhirnya pandangannya menemukan percakapan Keina dengan seseorang yang sering membuat darahnya mendidih akhir-akhir ini.
Dia adalah Gevan , pacar Keina. Gadis yang saat ini sedang bermanja di atas pangkuannya. Ia membuka dan membaca isi dari percakapan tersebut , mata Calvin terbelalak melihat apa saja isi di dalamnya. Memang bukan chat yang cukup berarti, namun mampu memantik amarah Calvin hingga ke ubun-ubun.
" Kei. " tegur Calvin dengan nada bicara lain , tidak seperti saat membahas hal yang sebelumnya mereka bicarakan.
" Sweetheart itu siapa? " tanya Calvin pura-pura tak tau. Padahal tentu dirinya sudah tau siapa pemilik nomer itu . Siapa lagi kalau bukan pacar dari gadis yang saat ini masih betah berada di pangkuannya.
Keina tertegun . Jantungnya mulai kembali berpacu lebih cepat lagi dari sebelumnya. Gadis itu mulai sadar ada percakapan terakhirnya dengan Gevan yang membahas tentang kepergiannya dari restoran tanpa pamit.
" I-itu Kak Gevan. " jawab Keina terbata. Dan tidak berani menatap wajah Calvin yang saat ini menunduk menatap dirinya.
" Kamu foto berdua sama dia sedekat ini? bahkan pipi kalian saling menempel? " tanya Calvin dingin . Terdengar begitu mengerikan di telinga Keina.
mati aku. keluh Keina dalam hati
" Jawab. Kamu tau kan aku gak suka milikku di sentuh sama pria lain " lanjut Calvin lagi karena Keina masih diam seribu bahasa.
Memberi alasan pun tidak ada gunanya . Lebih baik dia mengakui semuanya dari pada terus diam malah membuat Calvin semakin murka. Walaupun sebenarnya saat ini pria itu ingin meledak sekarang juga.
Dari baju yang ada di dalam foto, jelas sekali foto itu baru di ambil tadi saat Keina pergi bersama Gevan kemudian pria itu mengirim hasil foto mereka berdua ke ponsel Keina. Dan yang lebih bodohnya Keina memberikan ponsel pada Calvin dan dia lupa menghapus foto dan chat itu. Ia tak menyangka Calvin akan membuka isi chatnya yang lain selain chat dari ibunya.
Ingin Rasanya Calvin berdiri saat ini juga , berharap Keina akan jatuh tersungkur ke lantai. Namun nyatanya hatinya tak cukup tega untuk melakukan hal itu.
" Memang kenapa kak? " tanya Keina sok polos.Tentu saja sebenarnya dirinya tau kalau Calvin tak menyukai Gevan. " Aku hanya tawananmu sementara, milikmu sementara. Tapi dia pacar aku kak yang lebih berhak atas diriku. "
Tapi apa masalahnya? Apa mungkin dia cemburu? Ah, tentu saja tidak mungkin.
__ADS_1
" Tetap aja, aku gak suka. " ketus Calvin . Ingin rasanya ia melempar Keina ke lantai dan memberinya pelajaran agar gadis itu mengerti soal apa yang dia rasakan saat ini.
" Kakak cemburu? "
deg
Apa iya? Ah, mana mungkin!
Dalam hati Calvin terus menyangkal bahwa dirinya tidak mungkin cemburu . Untuk apa cemburu? terhadap Keina dan kekasihnya? gak mungkin?
Lalu perasaan tidak suka setiap melihat Keina bersama Gevan atas dasar apa? Apakah karena ia beranggapan Keina saat ini adalah tawanannya oleh sebab itu ia tak suka miliknya disentuh orang lain. Apa iya hanya karena itu.. Lalu setelah dua bulan? rela kah dia melepaskan Keina kembali bersama Gevan . Calvin terus bertanya- tanya di dalam hatinya.
" Enggak lah. Aku kaya gini karena kamu saat ini masih tawanan ku, jadi aku gak suka kamu disentuh pria lain. " ketus Calvin mengelak dari perasaanya yang tidak jelas unsurnya itu.
" Oh kirain gitu. "
" Ish, mau kemana? " kesal Keina yang seakan tidak ingin ditinggal sendiri di apartemen ini.
" Ke minimarket . " sahut Calvin yang terdengar sangat ketus. Kemudian melemparkan ponsel Keina ke atas sofa. Lalu ia mengambil dompet dan ponselnya di kamar dan pergi keluar tanpa sepatah kata pun yang terucap dari bibir Calvin lagi.
Keina hanya menatapnya dengan sedikit rasa bersalah, memang dirinya saat ini harus banyak berterima kasih karena Calvin telah banyak menolongnya. Ya, meskipun tubuhnya yang harus jadi jaminan. Tapi saat merasakan sikap yang hangat dari Calvin membuatnya merasa semakin nyaman. Hingga perubahan kecil pada sikap Calvin terhadapnya seolah bisa ia rasakan dengan sangat jelas.
...----------------...
" Calvin. " panggil seorang gadis berambut cokelat dengan tubuh berbalut krop toptop warna hitam dengan celana jeans robek tidak berbentuk.
Calvin yang baru saja selesai membayar rokok nya di kasir sontak menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya .
" Oh, Hai! " sahut Calvin sekenanya. Mood yang masih sangat buruk membuatnya tidak ingin banyak bicara dengan siapapun.
__ADS_1
" Loe ngapain. " tanya gadis cantik itu. Berjalan ke arah Calvin yang kini sudah menggeser posisinya .
" Beli rokok. " jawabnya singkat. Seperti orang yang bingung ingin menanggapi lawan bicaranya seperti apa.
" Loe kenapa sih? duduk dulu yuuk. " tawar gadis itu mengajak Calvin duduk di bangku depan minimarket untuk sekedar minum dan berbincang.
Keduanya terlibat obrolan ringan. Calvin tampak sangat mengenal gadis itu. Begitu juga sang gadis yang terus menunjukkan keagresifannya.
" Loe sekarang aneh banget. Kita udah lama gak ketemu tapi loe biasa aja gitu. " protes sang gadis sambil menyeruput kopi miliknya yang ia beli di minimarket tadi.
" Gak kenapa- kenapa gue. Emang aneh ya? " tanya Calvin balik.
" Gak aneh sih, cuma lain aja . Loe gak kangen sama gue? " tanya gadis itu lagi. Dia menunjukkan bahwa dirinya menginginkan Calvin untuk bersamanya malam ini.
Seketika Calvin mendapatkan ide gila, tersenyum penuh siasat. Dia bahkan menyentuh tangan gadis itu yang berada di atas meja.
" Kangen dong. Hotel yuuk. " ajak Calvin tanpa basa basi.
Sementara Keina merasa jenuh ditinggal Calvin sendirian di apartemen. Sejak tadi dirinya hanya sibuk memindahkan chanel TV terus menerus .
Hampir satu jam merasa bosan akhirnya ia memutuskan meraih ponselnya di atas sofa dan coba menghubungi Calvin. Tapi sayang pria itu tak menjawab nya. Malah ada satu notif pesan masuk dari pria itu yang mengatakan jangan menunggu nya karena ia akan pulang larut malam tak lupa ia mengirim video dirinya dan gadis yang bertemu dengannya di minimarket tadi sedang bercumbu, bahkan ciuman mereka sangat liar di dalam sebuah kamar yang di yakini Keina itu adalah kamar hotel.
apa-apaan ini, menjijikan. gumam Keina bermonolog.
Namun ternyata Keina tidak menggubris video yang Calvin kirimkan, ia hanya sekedar membaca pesannya dan melihat videonya kemudian menghapusnya tanpa berniat membalas pesan Calvin karena menurutnya itu sangat menjijikan.
.
...****************...
__ADS_1