
Keduanya hanya berbatasan dengan pintu yang seolah menjadi labirin yang memberi jarak antara cinta atau benci.
" Gak. " sahut Keina mantap. Melihat kedua bola mata yang melotot sebenarnya membuat Keina cukup bergidik ngeri.
Namun akhirnya dia menemukan celah untuk melepaskan diri dari cengkraman Calvin. Ya, pria itu sedikit lengah . Keina memutar pergelangan tangan nya dengan sangat cepat lalu akhirnya Keina berhasil kabur.
Berlari sekuat yang dia bisa kemudian masuk ke dalam kamar mandi dekat dapur.
" Keina! awas kamu ya! " ancam Calvin mengeratkan rahangnya menahan amarah yang sebentar lagi mungkin akan meledak. Keina telah berhasil menyelamatkan diri dari Calvin.
Membuka isi pesan dari aplikasi percakapan yang masih terbuka ,sehingga gadis itu tak perlu repot- repot memikirkan apa password untuk membukanya.
" Livy? " gumam Keina bertanya-tanya.
Ada satu pesan masuk yang menginterupsi dirinya.
" Keina! keluar kamu! " teriak Calvin dari depan pintu kamar mandi.
" Gak mau ! " balas Keina sambil berteriak juga. Dalam hati gadis itu mulai bergemuruh dan mulai ada percikan api didalam sana. Melihat nama gadis yang selalu mengusiknya dan menuduhnya merebut Calvin .
Sedikit ragu, gadis itu membuka pesan yang terus masuk karena sejak tadi tidak ada balasan dari Calvin.
Keina membaca percakapan pesan singkat mulai dari awal hingga akhir. Ya, di sana ada percakapan saat Livy memberitahu Calvin, bahwa Keina bertemu dengan Gevan hingga ada rencana Livy meminta bertemu dengan Calvin.
Namun di situ Calvin jelas menolaknya dengan ketus. Bahkan Livy sempat memohon ingin bertemu sekedar untuk melepas rindu. Gadis itu pikir Calvin akan bertengkar dengan Keina saat tau gadis kesayangan Calvin itu bertemu dengan kekasihnya siang tadi. Namun Calvin tetap menolak bahkan sesekali ada kalimat makian khas Calvin untuk Livy.
Keina tersenyum senang . Dia sangat percaya diri bahwa Calvin menolak ajakan gadis lain pasti karena sudah ada dirinya . Keina menekan opsi bergambar gagang telepon di percakapan Calvin dan Livy. ia berniat menghubungi gadis yang membuat nya terjebak bersama dengan mantan cassanova, Calvin Alexander.
Hanya butuh satu kali bunyi tanda bahwa panggilan sudah tersambung. Keina sudah bisa mendengar suara centil Livy di seberang sana .
__ADS_1
" Kak, Calvin ! pasti mau ajakin aku jalan. Iya kan ? Aku kangen banget sama kamu. Pasti Keina si cewek gatel itu sudah bikin kamu kecewa iya kan ? mending kamu balik lagi sama aku. " terdengar Livy terus mengoceh. Dia tidak tau saja bahwa orang yang menghubunginya saat ini adalah gadis yang sedang dia hina.
" Halo, Livy si centil, gatel dan gak tau diri!" sahut Keina sengaja menekankan kata-katanya agar Livy tau bahwa dirinya juga bisa melakukan hal yang sama.
" Keina! ngapain kamu? keluar gak! " teriak Calvin lagi dari luar.
Pria itu ternyata masih menunggu di depan pintu kamar mandi . Dan pastilah mendengar kalimat pedas Keina yang baru saja ditujukan untuk Livy.
Keina sama sekali tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Calvin. Dia memilih meladeni Livy lebih dulu , baru dia menyelesaikan masalahnya dengan Calvin.
" Keina! ngapain loe pegang-pegang ponsel kak Calvin? udah gila loe ya? " pekik Livy terdengar sangat memekakkan telinga Keina sampai Keina menjauhkan sedikit benda pipih itu dari telinganya.
" Loe bisa gak, gak usah berisik ? gue kasih tau sama loe ya ! mulai sekarang jangan hubungi kak Calvin lagi. Ngerti loe! " belum sempat Livy menjawab peringatan dari Keina, gadis itu sudah memutuskan panggilan secara sepihak.
Keina benar-benar tidak ingin meladeni Livy yang pasti hanya akan menambah beban pikirannya saja. Meskipun gadis itu menjadi penyebab pertengkarannya dengan Calvin. Karena dia lah yang memberitahu pada Calvin kalau dirinya bertemu dengan Gevan.
" Keina, awas kamu macem-macem, ya! " ancam Calvin lagi dari luar. Sementara Keina tersenyum penuh kemenangan.
Keina membuka pintu dan rupanya benar sesuai dugaannya. Calvin masih setia menunggunya didepan pintu kamar mandi. Dengan senyum yang mengembang Keina melompat ke tubuh Calvin. Memeluk dan menautkan kakinya di tubuh pria itu.
Seperti seekor panda yang sedang berpegangan pada sebatang bambu. Ya, Keina melakukan hal konyol ini terhadap Calvin yang galak dan mengerikan.
Calvin terkejut namun juga tidak mau membiarkan Keina terjatuh . Secara refleks pria itu menangkap tubuh Keina dan memeluknya . Juga keseimbangan yang tidak siap hampir saja membuat tubuhnya terjatuh.
" Keina, turun gak kamu! " titah Calvin berusaha melepaskan Keina dari tubuhnya.
Keina tidak menjawab hanya menggelengkan kepala tanda bahwa dia tidak mau turun dari posisinya. Sementara Calvin memilih berjalan dan duduk di sofa. Calvin sedang tidak ingin memanjakan gadis ini. Karena Keina benar-benar membuatnya marah.
" Turun! " bentak Calvin semakin keras dan terdengar begitu dingin hingga menusuk jantung.
__ADS_1
" Gak mau! " rengek Keina manja. Saat ini posisinya masih berada di atas pangkuan Calvin yang duduk di sofa. Tubuh mungil itu sangat kuat membelit tubuh Calvin yang kokoh.
" Keina! " Sentak Calvin. Terdengar sangat jelas bahwa pria itu masih sangat marah. Namun Keina tetap pada pendiriannya. Tidak akan turun sebelum Calvin bersikap lembut padanya.
" Berhenti mengancam atau akau akan terus di sini sampai pagi . " ujar Keina yang saat ini bergelayut manja di pundak pria yang masih saja merajuk itu.
Keina tidak berani sedikitpun menatap wajah yang sudah bisa ia tebak seperti apa ekspresinya itu. pasti sangat menyeramkan .
Menghela nafas kasar, Calvin sepertinya akan mengalah saja. Dan sadar akan hal itu Keina tersenyum penuh kemenangan.
" Oke, sekarang turun! " ucap Calvin sangat berat dan terpaksa . Sungguh dia tidak tahan dengan posisinya saat ini. Posisi yang sangat rawan, kemungkinan Calvin tak bisa bertahan dengan amararahnya lagi, Bahkan juniornya di bawah sana sudah meronta ingin menemui rumahnya.
...----------------...
Calvin benar-benar tidak habis pikir, Keina tega membohonginya hanya untuk bertemu dengan Gevan. Pada akhirnya ia memilih diam sebagai bentuk amarahnya kepada Keina. Tidak ada lagi makian atau umpatan yang keluar dari mulutnya. yang ada hanya rasa sesak didalam dada karena dia sudah tidak tau lagi bagaimana cara mengungkapkan amarahnya. Keina benar-benar telah merubah hidupnya.
Hingga seperti saat ini Keina terus saja menempel di tubuh Calvin. Berharap ada pengampunan dari dirinya. Karena sang gadis menyadari berada diposisi yang salah.
Keina terus memeluk erat tubuh Calvin yang kini terduduk pasrah di atas sofa dan terpaksa harus menerima sikap konyolnya. Tanpa gadis itu sadari posisi seperti ini sangat menyiksa Calvin.
" Peluk, cium dulu baru aku lepasin ! " rengek Keina yang semakin manja.
Gadis itu kekeh tidak ingin melepaskan tubuh nya dari pangkuan Calvin , sebelum pria itu bersikap manis dan hangat kepada dirinya.
" Astaga, Keina! " keluh Calvin semakin tidak tahan. juniornya terasa sudah sangat sesak didalam sana , Keina benar-benar membuatnya gila. Ia harus menahan hasratnya dengan susah payah .
" Bodo amat! " ucap Keina yang semakin mengeratkan tubuhnya yang memeluk Calvin dengan posisi duduk.
.
__ADS_1
...****************...