Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Memprovokasi


__ADS_3

" I Love You. " ucap Calvin membelai rambut Keina yang berantakan karena angin laut yang cukup kencang.


" Ehem! "


Belum sempat Keina menjawab ungkapan cinta Calvin tiba-tiba Gevan datang dan kini berada tepat di samping kedua orang yang sedang bermesraan di atas pasir itu.


Merasa kebersamaannya terganggu, Calvin mendengus kesal. Apa lagi orang yang datang adalah orang yang paling sering membuatnya murka selama ini.


Sementara Keina terbelalak saat menoleh ke arah sumber suara yang menginterupsi kemesraannya bersama Calvin. Ia bertanya -tanya kenapa mantan kekasihnya itu datang? Dan untuk apa menghampiri dirinya dan Calvin ke sini.


" Ngapain loe? " ketus Calvin bangkit dari tubuh Keina kemudian membantu sang kekasih dengan mesranya untuk kembali duduk di atas pasir dan menautkan jari satu sama lain.


" Gue cuma mau bicara sama Keina. " jawab Gevan membuang pandangannya ke arah barat. Dimana semburat jingga sedang indah-indahnya, namun sepertinya sangat bertolak belakang dengan apa yang ada di dalam hatinya saat ini.


Keina semakin kebingungan sebenarnya apa yang ingin Gevan bicarakan lagi dengannya ? Bukankah semua sudah selesai sejak di cafe tempo hari?


Akhirnya ia memilih diam dan mendengarkan apapun yang akan Gevan bicarakan. Sepertinya pria itu saat ini sedang menyiapkan diri untuk memulai percakapan dengannya.


Sama halnya dengan Calvin yang sebenarnya sudah tidak sabar ingin mendengarkan apa yang mantan kekasih pacarnya ingin bicarakan.

__ADS_1


" Ngomong di sini! Gue pacarnya, bisa di bilang calon suami nya jadi loe bisa bicara di depan gue." ucap Calvin mempersilahkan Gevan untuk berbicara. Ia berusaha menahan diri agar tidak mudah tersulut emosi.


" Kenapa kamu milih dia kei? Dia itu cuma playboy." Gevan bertanya dan mulai mengalihkan pandangannya ke arah gadis yang masih ia cintai saat ini dan sedang duduk bersama pria lain.


Tapi bukan Keina yang menjawab pertanyaannya melainkan Calvin yang mulai emosi mendengar pertanyaan konyol Gevan yang mengungkit masa lalunya. Pria itu sepertinya belum bisa merelakan Keina, pikir Calvin.


" Kalau gue playboy kenapa? Apa gue gak bisa bersama Keina? " ketus Calvin yang masih berusaha meredam emosinya. Keina bahkan semakin erat menggenggam tangan itu karena khawatir kalau Calvin aka lepas kendali dan berakhir ribut di tempat umum bersama Gevan.


" Gue cuma ngomong kenyataan kalo Calvin Alexander adalah cassanova yang cuma mempermainkan para gadis demi bisa menyalurkan hasrat nya aja. Setelah puas dan bosan loe bakal ninggalin mereka gitu aja tanpa perasaan dan gue tentu ragu dong sama hubungan kalian berdua! Bisa aja loe cuma manfaatin kepolosan Keina demi hasrat liar loe , mungkin suatu saat nanti loe bakal tinggalin dia gitu aja. Dan andai itu benar, mending loe lepasin Keina."


" Karena gue sendiri pun gak yakin, kalau loe bisa berubah hanya dalam waktu singkat. Gue yakin semua ini hanya sementara, mengingat loe gak pernah mau berkomitmen. Loe hanya gak mau kehilangan keina karena belum puas jadiin dia pemuas loe makanya loe pura-pura mau berkomitmen sama dia supaya loe bisa nikmatin dia sampai loe bosan. " lanjut Gevan dengan kalimat yang sangat santai namun penuh dengan penekanan di setiap kata yang ia ucapkan.


Ia merasakan genggaman tangan Keina semakin mengendur . Tampak semburat kecewa dari gadis cantik yang kini mencintai dan menggantungkan hidupnya pada sang cassanova. Ia yang tak punya siapapun dalam hidupnya, menjadikan Calvin sebagai sandarannya dan hanya pria itu yang ia miliki saat ini. Bisa di bilang Calvin lah dunia Keina saat ini.


Calvin menatap Keina tegas, sorot matanya menyatakan bahwa apa yang dikatakan Gevan tidaklah benar. Calvin benar-benar mencintai Keina begitupun sebaliknya.


Namun sepertinya tatapan itu tidak cukup mampu membuat Keina yakin. Dalam benaknya Keina bertanya-tanya , Bagaimana kalau Calvin meninggalkannya suatu saat nanti, bagaimana kalau ia bosan dan mencari pengganti. Seketika Keina ragu akan perasaan Calvin kepadanya. Ia mulai goyah mendengar penuturan Gevan, karena apa yang dikatakan Gevan mungkin benar adanya. Tak ada yang bisa menjamin bahwa Calvin benar-benar berubah bukan?


" Rupanya loe tau banget ya tentang gue? sampai loe bisa sok tau, menebak bagaimana hubungan gue sama Keina. " jawab Calvin mencibir . Mengeratkan genggaman di jemari Keina yang kian mengendur seiring keraguan yang mulai muncul menyelimuti hati gadis itu.

__ADS_1


" Jelas gue tau! Nyokap loe aja selingkuh lalu ninggalin bokap loe demi pria lain. Dan sifat itu nurun ke loe makanya loe hobby gonta-ganti cewek. Jadi gue gak yakin sifat yang udah menurun itu bakal hilang gitu aja dari dalam diri loe." Balas Gevan yang kini masih berdiri menatap dua orang yang saat ini masih duduk dengan jemari yang bertautan.


" Tau apa loe soal nyokap gue, siallan! " sentak Calvin yang langsung bangkit dari duduknya karena dirinya mulai terbakar amarah. Keina yang melihat hal itu pun akhirnya memilih berdiri di samping Calvin yang kini berhadapan dengan Gevan.


" Banyak. " Gevan tampak sangat puas melihat Calvin mulai kesal karena ucapannya barusan.


" Berhenti menghasut Keina dan berhenti bahas soal nyokap gue atau loe bakalan menyesal udah terlahir ke dunia ini ! " ancam Calvin yang sudah sangat ingin menghantam mantan pacar, kekasihnya namun masih ditahan oleh Keina.


Meski apa yang dikatakan oleh Gevan tidak semuanya salah , namun tentu saja dia tidak akan terima kalau wanita yang telah melahirkannya di dunia ini dihina oleh orang brengssek seperti Gevan .


" Jadi kalau memang ucapan aku benar, Kei . kamu tau hal apa yang harus kamu lakukan, bukan?Atau kamu mau hidup bersama orang yang belum tentu setia dan bisa jadi jiwa cassanovanya akan muncul kembali kalau dia bosan sama kamu. Ingat dia terlahir dari seorang wanita yang suka berselingkuh, Kei dan itu tidak menjamin bahwa dia bisa berbeda dengan ibunya. " ucap Gevan yang masih terus memprovokasi Keina, tidak mempedulikan ancaman Calvin padanya.


Gevan terus menatap Keina yang saat ini tengah membuang pandangannya ke sembarang arah . Asal dia tidak bertemu tatap dengan Gevan ataupun Calvin . Dua pria ini benar-benar hanya bisa membuatnya menangis.


Calvin merasakan bahwa dirinya saat ini benar-benar akan hancur andai Keina akan memilih untuk pergi meninggalkan dirinya. Dia tidak akan pernah bisa hidup tanpa Keina. Bahkan karena gadis itu juga dia bisa percaya dengan sebuah komitmen , dan tidak lagi menilai semua wanita sama saja. Keina satu-satunya gadis yang bisa merubahnya .Lalu bagaimana bisa dia hidup tanpa ada Keina di sisinya ?


Itu sama halnya dia kehilangan separuh dari dirinya. Calvin tidak akan pernah sanggup untuk menerima kenyataan mengerikan itu.


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2