
" Aku kangen kamu Kei. Udah setahun aku gak tidur sama kamu, aku hampir gila. " ucap Calvin mengungkapkan perasaannya yang selama setahun ini tidak bisa menyentuh tubuh sang kekasih setiap menjelang tidurnya.
" Untuk malam ini, tidurlah di sini . Tapi gak untuk besok dan seterusnya sebelum kita menikah. " ucap Keina sambil mencubit hidung mancung kekasihnya.
" Gara-gara dua orang tua menyebalkan itu aku tiap malam jadi kedinginan karena gak ada kamu. " ujarnya lagi sambil membenamkan wajah di ceruk leher kekasihnya. Menemukan kehangatan beraroma bunga yang sangat dia rindukan.
" Mereka juga orang tua ku sekarang, jadi jangan menggerutu di depanku. "
" Aku gak peduli , aku akan mengatakan pada mereka kalau setelah menikah kita akan meninggalkan rumah ini . Sungguh aku ingin memiliki kehidupan sendiri , sayang . " rengeknya manja, semakin mengeratkan pelukannya.
" Berdoa aja, semoga mama dan papa mengizinkan aku untuk pindah dari rumah ini. "
" Kenapa begitu? tentu mereka harus mengizinkan apalagi aku udah jadi suami kamu nanti, kamu itu harus patuh pada suami. " sahutnya yang mulai kesal.
" Mereka sangat menyayangiku , mana mungkin mereka asal melepasku ke tangan lelaki nakal kaya kamu. Pasti mereka akan mengajukan syarat yang sangat banyak. "
" No, aku sudah lulus kuliah seperti keinginan mereka dan aku gak mau menerima persyaratan apapun lagi." keduanya tertawa dalam percakapan tentang masa depan mereka berdua.
" Boleh aku membukanya? " tanya Calvin meminta izin sambil menyentuh tali kecil yang bertengger di pundak Keina. Tali gaun tidur berbahan satin dengan gambar hello kitty itu entah kenapa bisa terlihat memukau dan berhasil membuat Calvin semakin bergairah.
" Silahkan. " Keina tersenyum manis mempersilahkan Calvin kembali menyentuh tubuhnya setelah sekian lama keduanya berpuasa.
Tidak dipungkiri sebenarnya Keina juga sangat merindukan sentuhan hangat dari Calvin, Namun sebagai perempuan tentu tidak akan segila Calvin karena telah terbiasa melakukan hubungan ranjang.
" Oh, God. Aku sangat merindukannya. " Calvin menatap kagum dua gundukan kenyal itu.
Kini gaun tidur Keina sudah terlepas dari tubuhnya menyisakan dalaman . Menyisakan dalaman yang sangat mudah sekali dilepas oleh Calvin.
Pria itu tidak berhenti mengagumi apa yang ada dihadapannya saat ini. Menyentuh, mengusap lembut lalu menciumnya. Melummat dan sesekali memainkan puncak bukit kenyal itu menggunakan lidahnya.
" Aaahh. " sebuah dessahan yang tertahan keluar dari bibir Keina. Sejak lama dia tidak merasakan apa yang baru saja dilakukan oleh Calvin membuat tubuhnya seperti sedang merasakan hal itu untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Ini benar-benar mendebarkan. Setiap aliran darah tubuh Keina terasa seperti teraliri arus listrik bertegangan tinggi hingga membuat tubuhnya merasakan kepayahan dalam kenikmatan.
Calvin terus melakukan aksinya. Pria yang sudah setahun tidak melakukan aktivitas favoritnya itu benar-benar sangat liar dan buas malam ini.
Dengan tak sabaran Calvin bergegas menembus milik Keina yang sudah sangat basah itu. Ia menggerakkan tubuhnya begitu bersemangat . Memaju mundurkan pinggulnya hingga membuat Keina belingsatan menahan nikmat. Bibirnya yang terus ingin mendessah saat ini dibungkam Calvin menggunakan bibirnya.
Tubuh mereka benar-benar menyatu dan merasakan kenikmatan surga dunia yang tidak terelakkan . Keina telah mengalami ujung kenikmatannya lebih dulu. Namun nyatanya Calvin masih belum menunjukkan tanda-tanda dia akan mencapai puncaknya.
Calvin terus memompa tubuh gadis yang paling dicintainya itu. Melakukannya dengan penuh perasaan cinta, Calvin benar-benar merasa sangat bahagia. Melihat sang gadis mulai terkulai lemas karena ulahnya,Calvin merasa sangat bangga.
Bangga karena mampu membuat wanitanya merasakan kepuasan lebih dulu barulah dirinya yang kini sedang berusaha mencapai klimakss yang sangat dia rindukan.
Hingga pada saat Calvin sudah tidak mampu lagi menahan sesuatu yang sudah mendesak ia menyemburkan benihnya di dalam rahim Keina .
" I Love You . " bisik Calvin menjatuhkan tubuhnya di samping Keina. Memeluk gadis itu dan membawanya kedalam buaian mimpi indah.
...----------------...
Hari bahagia yang di nanti Calvin dan Keina pun tiba. Terdengar bel berdentang , suara yang begitu bening itu seolah mengomando sang dirigen untuk mengangkat tongkat batonnya. Menginstruksikan para pemain orkestra memulai memainkan nada pertama.
Kedua orang pemuda dengan pakaian setelan jas rapi dengan dasi kupu-kupu, membuka pintu tersebut dengan kedua tangan mereka yang mengenakan sarung tangan putih.
Seorang wanita dari deretan tamu terdepan langsung mengeluarkan sapu tangan dari tas tangannya. Dia menyeka ujung matanya dengan buru-buru . Wanita itu tak mau melunturkan riasannya, bahkan sebelum Holy Matrimony itu di mulai.
Semua tamu langsung memicingkan mata sejak kedua belah daun pintu itu di buka. Keina memasuki aula dengan anggunnya digandeng oleh seorang pria paruh baya, yang merupakan papa Calvin. Melihat betapa menawannya Keina yang berbalut gaun putih cantik itu membuat Calvin tak kuasa untuk menahan air matanya.
Calvin menunduk sesaat menatap ujung sepatunya dan menyeka kedua netranya. Sementara Keina berjalan mantap perlahan dengan mengulaskan senyum terindahnya.
Dilihatnya dekorasi pernikahannya itu begitu elegan , wajar saja dia menikahi Calvin yang merupakan seorang anak pengusaha kaya raya yang cukup terkenal dan terpandang. Mama Eva tentu memastikan segala persiapan untuk pernikahan anaknya itu berjalan sesuai harapan semua pihak. Karena para tamu yang datang pun bukan orang sembarangan, mereka para rekan bisnis papa Calvin.
Keina mati-matian menahan air matanya itu agar tak meleleh ke pipinya seiring dengan perjalanannya itu. Ia tidak pernah membayangkan seumur hidupnya bahwa sebagai seorang anak yatim piatu ternyata bisa mendapatkan nasib yang berbeda ketika ia tumbuh dewasa . Teringat kenangan demi kenangan seperti potongan gambar yang terbit di dalam isi kepalanya.
__ADS_1
Namun Keina tidak mau berlarut dalam kenangan itu dan mengacaukan hari bahagianya ini. Dia segera mengalihkan perhatiannya dengan memandang jauh lurus ke depan altar.
Pandangan wanita itu terpaku pada calon suaminya ,ia mengagumi sosok pria yang tak ubahnya pangeran berkuda putih dihidupnya itu.
Calvin mengenakan tuksedo yang pas membungkus tubuhnya yang tegap dan proporsional dengan bunga putih dan sapu tangan sutera menyumbul di saku jasnya. Pria itu tersenyum sangat tampan menatap balik Keina.
Langkah Keina berhenti didepan altar.Jantungnya serasa berhenti berdetak . Pendamping mempelai wanita pun langsung menyingkir dari altar. Sang pendeta segera memimpin jalannya pemberkatan.
" Saya bersedia. " Ucap Calvin yang kemudian diikuti juga oleh Keina.
Setelah semua dinyatakan telah sah mengucap ikrarnya,pendeta pun mempersilahkan adegan pemasangan cincin. Keina menggenggam buket bunga dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya diulurkan pada Calvin. Pemuda itu tampak gemetaran ketika akan memasangkan cincin di jari manis wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.
" Thank you, kak. " bisik Keina lirih, lalu melakukan hal yang sama pada jemari pria yang sudah dinyatakan sah sebagai suaminya tersebut.
Setelah pembawa acara mengambil alih acara penuh berkat itu dan mengatakan mempelai pria diperkenankan untuk memberikan ciuman pertamanya pada mempelai wanita , sorak sorai kembali terdengar . " Cium...cium...cium ! " teriak para teman-teman Calvin. Tak ketinggalan juga Axel, Jourdy dan Ara yang merupakan sahabat baik Calvin dan Keina. Mereka paling bersemangat berseru mendukung sahabatnya itu. Membuat kedua mempelai terkekeh menutupi rasa malunya.
Setelah melakukan ciuman , kemudian acara khidmat yang diakhiri dengan sungkeman itu pun segera di ganti dengan pesta kebun yang sangat meriah di belakang gedung tersebut.
" Akhirnya kamu resmi menjadi milikku, sayang.
I love you. " bisik Calvin saat mereka tengah berdansa di tengah-tengah acara dan tentunya menjadi pusat perhatian para tamu undangan.
" Aku sangat bahagia sekali hari ini, kak. I love you more. "
Menyatukan kening mereka , dua tatapan, dua hembusan nafas yang menjadi satu. Tiada hari yang lebih bahagia selain hari ini bagi pasangan Calvin dan Keina.
** **END *
.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih untuk dukungan nya 🙏 , sampai ketemu di novel ku yg lain. Aku tamatin sampai di sini ya, meskipun sebenarnya msh pengen panjangin cerita ini, tp berhubung aku abis sakit berjamaah satu rumah dan skrg masih dlm masa pemulihan, dr pd novelnya gantung gak tau kapan lagi aku bisa up jadi aku tamatin aja biar kalian gak nunggu² kelanjutannya. Maaf kalo end nya kurang memuaskan krn kondisi ku blm sepenuh nya baik.
Saranghae ❤***