Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Kemarahan


__ADS_3

Calvin dan Keina saat ini sudah berada didalam mobil dalam perjalanan pulang menuju apartemen, tidak ada percakapan apapun diantara keduanya,


Calvin hanya fokus pada jalanan saja.


Sementara Keina merasa sangat tidak nyaman karena berada didalam satu mobil dengan Calvin namun tidak mengucapkan sepatah kata pun.


" Kak. "tegur Keina memulai percakapan.


" Hmm. " sahut Calvin yang hanya dengan deheman tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.


" Maafin aku. " ucap Keina lagi.


Dia menundukkan kepala , memainkan tali tas nya yang berada di pangkuannya. Begitulah Keina di saat Calvin marah dan dia memang dalam posisi bersalah.


" Hmm. " sahut Calvin lagi yang hanya dengan berdehem. Sepertinya pria itu memang tidak ingin banyak bicara di jalan.


Calvin khawatir kalau nanti emosinya akan meledak dan itu akan membahayakan mereka berdua. karena posisinya sedang menyetir saat ini.


Keina hanya berdecak sebal. Saat merasa Calvin memang saat ini benar-benar tidak ingin bicara dengannya. Bahkan saat sampai di apartemen keduanya masih saling diam.


Keina pun menyerah untuk mencoba memulai percakapan dengan Calvin yang terus bersikap dingin padanya.


Keduanya membersihkan diri di kamar mandi yang berbeda. Selesai dengan urusan mandinya, Calvin duduk santai di depan TV sambil memainkan ponselnya.


Keina yang melihat Calvin tampak sedang tidak melakukan apa-apa. Dia mencoba mendekat dan duduk disamping pria yang sedang marah itu.


Menoleh dengan sedikit mendongak , Keina menatap sendu ke arah wajah tampan namun terlihat sangat dingin itu.


Sedangkan yang diamati hanya bersikap biasa saja dan seolah tidak terjadi apa- apa. Merasa masih diacuhkan , Keina memilih tiduran dan menjadikan paha Calvin sebagai bantal.


Calvin masih diam , mengetik pesan yang entah untuk siapa . Tidak menolak juga tidak menyambut . Membiarkan apa saja yang dilakukan oleh Keina terhadap dirinya. Calvin benar-benar sedang tidak mood berbicara dengan Keina .


" Kak, aku setuju dengan ucapan kakak waktu itu. "

__ADS_1


Ujar Keina mencoba meraih atensi Calvin.


Calvin terdiam , menghentikan Aktivitasnya.


" Aku minta maaf kak, aku tau aku salah . Tapi kamu perlu tau kalau aku lebih memilih kamu karena aku lebih nyaman saat sama kamu. " ungkap Keina jujur . Dia benar-benar sudah tidak ingin hubungannya dengan Calvin abu-abu.Dia juga tidak yakin bisa menjalani hari tanpa sang cassanova itu.


" Tapi kamu bisa banget bohongin aku . " cibir Calvin. Ucapan Calvin justru membuat Keina tersenyum, setidaknya Calvin sudah mau membuka suaranya meski masih terdengar ketus di telinganya.


" Aku sayang kamu, kak. " Keina dengan spontan menyatakan isi hatinya.


" Aku gak sayang sama kamu. " balas Calvin yang tidak mau meladeni ucapan Keina yang menurutnya hanya kekonyolan belaka.


Dalam hati Calvin juga kesal karena awalnya dia yang akan mengatakan cinta lebih dulu. Karena kemarin saat ia mengajak Keina menikah dirinya belum mengatakan bahwa mencintai gadis menyebalkan ini. Tapi kini Keina malah mendahuluinya.


" Hah? " Keina terhenyak .


" Kamu gak sayang sama aku. kamu bohong sama perasaan kamu sendiri. Kamu pasti masih mencintai Gevan, bahkan kamu bimbang untuk meninggalkannya. Aku gak mau dijadikan pilihan. "


Calvin kembali fokus dengan ponsel miliknya. Berbalas pesan dengan seseorang yang entah siapa Keina tidak tau.


"Apa? " sahut Calvin santai.


" Kamu denger gak sih, aku itu sayang sama kamu. Bahkan nama kak Gevan perlahan terkikis tergantikan dengan kamu kak. Aku gak bohong. Aku bimbang meninggalkannya karena dia pria yang baik dan tulus. Aku hanya bingung bagaimana caranya untuk berpisah dengannya tanpa membuat dia kecewa kak. " jelas Keina panjang lebar. Ia berusaha mati-matian menjelaskan isi hatinya.


" Kalau kamu benar sayang sama aku seharusnya kamu gak berbohong. " Balas Calvin yang tetap menganggap bahwa apa yang baru saja dikatakan oleh Keina hanya omong kosong belaka.


" Aku tau aku berbohong . Tapi aku melakukannya agar aku bisa keluar dan menyelesaikan masalah ku dengan kak Gevan." Keina berusaha menjelaskan apa yang terjadi karena memang itu lah yang akan dilakukannya. Ia ingin mengakhiri semuanya dengan baik-baik tanpa perlu Gevan tau bahwa dirinya sudah bersama Calvin.Namun kedatangan Calvin semakin membuat Gevan yakin bahwa dirinya telah berkhianat.


" Terserah kamu mau bilang apa. Tetap saja intinya kamu berbohong sama aku. Lalu apa? cincin? Kamu bahkan menerimanya dan kamu malah menyembunyikannya dari ku. " Calvin mengangkat kepala Keina dari pangkuannya dan ingin beranjak pergi.


" Gak mau! " sahut Keina malah memeluk tubuh Calvin agar dia tidak terlepas dari pangkuan sang cassanova, eh maksudnya mantan cassanova .


" Kalau aku kasih tau kamu perihal cincin itu kamu pasti semakin marah sama aku dan aku gak mau itu, kak. Aku juga udah tolak waktu kak Gevan ngasih tapi dia maksa buat nerima itu , karena itu hanya sebagai bentuk ungkapan cintanya sama aku. Makanya tadi aku balikin ke dia. " jelas Keina lagi.

__ADS_1


" Minggir! " seru Calvin lagi yang seakan enggan mendengarkan penjelasan apapun dari bibir Keina.


Keina mengira sikap manjanya kali ini akan mampu meluluhkan hati Calvin yang sedang membeku, namun nyatanya tidak. Calvin berhasil pergi dan meninggalkan Keina seorang diri di ruang TV.


" Kak, maafin aku. " rengek Keina sambil terus berjalan mengikuti Calvin yang akan menuju kamar. Tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari layar ponselnya. Dan hal itu berhasil membuat Keina curiga.


Memicingkan mata ke arah Calvin yang terus berjalan didepan tanpa sedikitpun melihat ke arah dirinya.


sseettt!


Keina dengan sigap , seperti sedang merebut bola basket dari tim lawan . Akhirnya gadis itu berhasil meraih ponsel mahal milik Calvin .


" Eh, Keina ! Balikin gak! " ancam Calvin dengan tatapan tajam mengarah ke sang gadis yang sedang menyembunyikan benda pinter itu di belakang tubuhnya.


" Gak akan !" balas Keina tanpa ada rasa takut sedikit pun. Gadis itu benar-benar sudah nekat ingin melakukan segala macam cara demi bisa mendapatkan perhatian dari Calvin lagi.


" Keina." ucap Calvin menggeram seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.


" Apa? " sahut Keina menantang si pemilik apartemen .


" Balikin atau kamu akan menyesal !" ancam Calvin . Sepertinya pria itu benar-benar tersulut emosi karena sikap kekanakkan Keina.


" Aku memilih menyesal. " jawab Keina kemudian memilih berlari menuju keluar kamar.


Namun sialnya saat Keina akan menutup pintu kamar dan berniat ingin menguncinya dari luar Calvin sudah berhasil menangkap tangan kirinya.


Seketika mata Keina membulat sempurna.


Dengan mulut yang terbuka lebar ia tak menyangka bahwa gerakannya yang dianggap sudah sangat cepat , masih bisa dikalahkan oleh kecepatan gerak tubuh Calvin.


" Balikin gak? " ancam Calvin dingin .Mencengkram kuat pergelangan tangan Keina yang masih tertinggal di dalam kamar sedang kan tubuhnya sudah berada di luar


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2