Tawanan Cinta sang Cassanova

Tawanan Cinta sang Cassanova
Ibu yang sama


__ADS_3

" Kak , itu baju aku semua? " tanya Keina penasaran dengan apa yang dilakukan Calvin di kamar. Ia tidak habis pikir rupanya barang yang diambil oleh Axel dan Ara rupanya di bawa ke apartemen semua.


" Hhmm. " lagi- lagi Calvin hanya bergumam singkat .


" Maksud kakak apa?! " seru Keina yang berusaha mendapatkan perhatian Calvin yang terus mengacuhkannya.


Calvin berjalan melewati Keina keluar kamar tanpa mempedulikan gadis itu yang tampak ternganga memperhatikan dirinya. Keina benar-benar kesal tidak dianggap saat berbicara rupanya menyakitkan. Dan keina menyadari akan hal itu.


Kali ini ia benar-benar merasa bersalah terhadap Calvin. Pantas jika Calvin mendiamkannya saat ini.


Keina memutuskan berjalan menyusul Calvin ke ruang tamu . " Kak kita harus bicara baik-baik. " Keina duduk tepat di sebelah Calvin yang kini sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, Mengenakan hotpants berwarna pink dengan kaos rumahan oversize adalah style seorang Keina.


" Hhmm. " melirik sekilas ke arah Keina . Mencium aroma sabun yang memanjakan indera penciuman nya.


wangi banget . batin Calvin. Tentu wajah datar itu belum mau menunjukkan keramahannya seperti biasa.


" Kak, gak ada ya jawabannya selain kata 'Hhmm'? Aku ca. ... "


cup


" Gak usah berisik atau mau aku cium lagi? "


" Kakak aku serius! " kesal Keina. Gadis itu sudah tidak terlalu terkejut saat Calvin menciumnya secara tiba-tiba. Seperti sudah mulai terbiasa meski hal itu salah dan pasti akan menyakiti Gevan kekasihnya, Namun mau bagaimana lagi? Perasaan seseorang untuk nyaman terhadap siapapun tidak dapat diatur bukan?


" Aku juga serius. " Calvin menatap lekat wajah Keina yang tanpa menggunakan make up apapun.


Aroma wangi sabun yang sama dengan sabun yang dipakainya sungguh membuat Calvin merasakan sengatan yang luar biasa di setiap aliran darahnya. Ini benar-benar membuat dirinya berubah ke mode bahaya .


" Udah dong marah nya, Aku tau aku salah , aku minta maaf. Aku gak mau didiemin kaya gini. " ucap Keina sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Calvin tersenyum samar sepertinya pria itu sudah mulai memaafkan Keina. Namun dia tentu belum mau menunjukkannya. Calvin masih tetap ingin dianggap si pemarah oleh Keina agar gadis itu tidak meremehkan dirinya.


" Terus? "


" Terus apanya? " tanya Keina bingung .


" Jelasin semua sama aku, kamu kemana aja terus ngapain aja sama pacar kamu itu. " pinta Calvin menjelaskan keinginannya.


Keina berdecak kesal, sebenarnya dirinya sangat malas menceritakannya pada Calvin, ia takut pria itu semakin marah . Apa lagi menurutnya Calvin tak punya hak untuk tau semuanya perihal kehidupan pribadinya bersama Gevan. Namun gadis itu tak punya pilihan lain selain menceritakan semuanya. Lagi-lagi Keina memperingatkan dirinya bahwa ia hanyalah tawanan yang harus menceritakan semua tentang dirinya pada sang pemilik sementara.


" Udah, maafin aku ya. Kan aku juga gak ngapa-ngapain sama kak Gevan. " mohon Keina sambil mengerjapkan kedua matanya setelah ia bercerita pada Calvin. Lagi pula mana mungkin ia melakukan hal di luar batas meskipun sudah dua tahun bersama Gevan, hanya bersama Calvin lah dia melakukan hal itu, tidak kah pria itu sadari. Pikir Keina.


" Yakin dia gak nyentuh kamu sedikit pun? " tanya Calvin penuh selidik, sepertinya pria itu belum benar-benar puas dengan jawaban Keina.


Dia pikir semua pria sama brengsseknya seperti dirinya, tapi sayang pikiran Calvin salah. Gevan bukan lah pria seperti itu yang memanfaatkan kesulitan seorang gadis untuk menjeratnya. Andai Keina bisa berkata begitu mungkin sudah ia katakan semua hal yang ada dipikirannya saat ini, tapi ia lebih memilih memendam ketimbang memancing emosi Calvin dengan perkataannya.


Terlebih Gevan memberikan sebuah cincin untuk Keina, awalnya ia ingin menolak tapi Keina tak kuasa mematahkan hati Gevan saat itu apalagi Gevan mengatakan bahwa cincin itu hanya ungkapan rasa cintanya untuk Keina, akhirnya gadis itu menerimanya tapi saat Calvin datang Keina diam-diam bergegas melepas cincin itu tanpa Calvin sadari.


" Hhmm Oke. "


Calvin benar-benar merasa sangat lega mendengar cerita Keina, ternyata hal yang ia takutkan tak terjadi. Meski dia tidak tahu yang sesungguhnya namun Calvin begitu percaya dengan kekasih orang ini.


" Sekarang aku mau tanya. " Keina menjadikan paha Calvin sebagai bantal untuk merebahkan dirinya diatas sofa. Kakinya yang tidak terlalu panjang di biarkan menjuntai kebawah melewati pinggiran sofa.


" Shiitt! " umpat Calvin dalam hati. Bisa - bisanya gadis ini malah tiduran dipangkuan nya . ini sungguh menyiksa bagi Calvin.


Bagaimana tidak menyiksa, dengan posisi seperti ini membuat juniornya merasakan sedikit tekanan dan jangan tanya apa yang terjadi di dalam sana. Pastilah menegang berdiri namun tidak bisa menantang karena Keina masih belum bisa disentuh. Ini sungguh penyiksaan untuknya . Namun Calvin tak kuasa menolaknya, terlalu sayang kalau dia melewatkan momen manis bersama gadis yang sering membuatnya darah tinggi ini.


" Ma-mau tanya apa? " tanya Calvin sedikit terbata karena sebenarnya ia berusaha menahan sesuatu di dalam sana.

__ADS_1


" Kenapa kamu kasih uang ke ibu aku? " tanya Keina.


" Biar dia gak ganggu kamu. " jawab Calvin .


" Kenapa kakak bisa seyakin itu ? " tanya Keina lagi.


" Yang dia butuh uang dan dia gak butuh kamu. Selama dia mendapatkan uang yang dia mau , dia gak akan ganggu kamu lagi. Dan gak akan mengatakan hal-hal yang menyakiti hati kamu. " jawab Calvin sambil membelai lembut rambut Keina.


Keina tidak lantas menjawab, ia malah menyodorkan ponselnya pada Calvin.


" Kenapa? " tanya Calvin merasa aneh karena Keina memberi ponselnya.


" Buka aja chat dari ibu aku. kamu bakalan tau dan pasti menyesal udah kasih uang sama ibu. " jawab Keina .


Calvin membuka menu percakapan pesan singkat di ponsel milik Keina. Dia membaca apa yang dikatakan ibu Rina terhadap Keina sehingga membuat Calvin mendengus kesal. Bagaimana tidak kesal kalau ibu Rina justru meminta Keina memberinya uang lima juta setiap bulan. Bahkan gaji Keina di cafe saja tak sebanyak itu.


" Udah? " tanya sang gadis.


" Hmm, ibu kita sama . Mereka cuma mementingkan uang . Bedanya ibu kandung ku memilih berselingkuh dengan pria yang lebih kaya dari papa, Bahkan sampai meninggalkan anaknya sendiri. "


Secara tidak sadar Calvin mencurahkan isi hatinya pada Keina. Dia menganggap dirinya dan Keina mempunyai nasib yang sama hanya bedanya yang terjadi pada Calvin dengan ibu kandungnya sendiri.


" Sekarang aku makin pusing mau gimana lagi . Kayaknya beneran aku gak usah pulang aja . Lagi juga hutang aku sama kakak semakin banyak , aku harap kakak gak pasang tarif sewa unit ini. " Keina mendongak ke atas demi bisa melihat wajah Calvin yang kembali diam dengan raut wajah sedikit datar.


.


...****************...


minta votenya kalau boleh, jangan lupa like setiap babnya, kalau bisa minta hadiah bunga nya juga.. mohon dukungannya 🙏 Buat yang suka jangan lupa subscribe dan rate bintang 5 makasih guys 😘😘

__ADS_1


__ADS_2