
Saat mereka sedang ciuman di atas ranjang hotel Calvin sempat menaruh ponselnya agar merekam kegiatan panas nya dengan Gisel mantan partner ranjangnya dulu. Gisel yang tau akan hal itu pun tak mempermasalahkannya.
Setelah puas beradu bibir, Calvin menghentikkan sejenak kegiatannya dengan alasan ingin menghubungi adiknya kalau ia pulang telat malam ini, kemudian dia mengirim pesan dan video itu pada Keina. Gisel pun hanya bisa menunggu Calvin yang terus memainkan ponselnya, ia cukup sebal menunggu Calvin terlalu lama tapi dia bisa apa selain menunggu pria itu selesai dengan ponselnya.
Dengan gelisah Calvin menunggu balasan Keina bahkan sudah lewat 15 menit Keina sudah membaca chatnya tapi gadis itu tak kunjung membalasnya.
" Shittt! " umpat Calvin .
Awalnya dia ingin membuat Keina marah atau kesal terhadap dirinya dan juga gisel Namun justru semua tidak sesuai dengan apa yang di rencanakannya. Dia merasa gagal hingga akhirnya Calvin memutuskan tak lagi melanjutkan kegiatannya bersama Gisel.
" Honey, kamu kenapa? " tanya Gisel yang bingung melihat raut wajah Calvin yang tiba-tiba berubah kesal.
" Sekarang gue anter loe ke bawah. Gue pesen taksi sekarang. " jawab Calvin dingin dan datar. Ia beranjak dari ranjang lalu melenggang keluar kamar hotel meninggalkan Gisel yang masih mematung karena perlakuan Calvin yang tiba-tiba berubah padanya. Tadi pria itu seperti menginginkan dirinya tapi kini Calvin terlihat acuh dan dingin padanya.
" Loe mainin gue vin?" tanya Gisel dengan kesal namun tentu tak dipedulikan oleh Calvin yang terus saja berjalan dengan tergesa-gesa ingin meninggalkan hotel tersebut.
Akhirnya Calvin kembali ke apartemen dengan wajah masamnya. Ia duduk di sofa samping Keina yang sedang asik menonton TV lalu meraih remote TV dari tangan Keina dan merebutnya kemudian menekan tombol merah begitu saja. Semua ia lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian dari Keina.
" Apa sih! " sentak Keina kemudian berusaha merebut remote TV itu dari tangan Calvin.
Dan apa yang terjadi?
Calvin malah mendorong tubuh Keina kemudian menindihnya . Jangan tanya bagaimana jantung keduanya, sama -sama berdebar seolah sedang berlomba siapa yang paling nyaring diantara keduanya.
Calvin mendekatkan bibirnya ke wajah Keina. Merasakan hal itu mata Keina membulat sempurna dan refleks menutup mulut Calvin dengan telapak tangannya.
__ADS_1
" Stop!Aku gak mau bekas orang.Jijik!" teriak Keina sambil menahan bibir Calvin dengan telapak tangannya.
" What? " seru Calvin dengan mata yang membulat sempurna . Suaranya bahkan terdengar seperti seorang yang sedang berkumur karena tertutup telapak tangan Keina.
" Pergi ! sakit tau gak! " ketus Keina mendorong tubuh Calvin dan berhasil pergi dari tindihan tubuh pria yang masih melongo itu.
" Keina! " teriak Calvin menggila ditolak sedemikian kasar oleh gadis yang biasa menyambut ciumannya itu.
" Apa? Jangan deket-deket ! Kamu bau! " ucap Keina sambil berjalan menjauh dari Calvin yang ingin menarik kembali dirinya.
" Gue udah mandi Keina ! Siallan! awas loe ya! " Calvin terus melangkah kemanapun Keina berjalan dan menghindar.
Tampak Calvin benar-benar tak terima dikatakan bau oleh Keina. Karena dirinya memang sudah mandi dan bahkan masih sangat wangi.
" Gak! Itu tubuh kamu bau nya beda, pasti bau cewek yang tadi di hotel sama kamu masih nempel. Aku mau muntah. " teriak Keina berlari menuju kamar mandi karena dirinya memang mual mengingat bagaimana Calvin dengan buasnya mencium Gisel. Dan itu sungguh sangat menjijikan baginya.
" Siallan! " gerutu Calvin kemudian memilih menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar. Ia bergegas mandi dan kembali menggosok giginya sebersih mungkin. Meski sudah malam tetap ia lakukan agar Keina tak lagi mengatakan dirinya bau.
Ingin rasanya Calvin marah dan meledak yang mana awalnya dirinyalah yang ingin memberikan hukuman dan membuat Keina marah. Namun justru sekarang dirinya yang terhukum karena tak bisa mencium Keina.
Dia menggosok dan menyabuni seluruh tubuhnya dengan banyak sabun demi bisa menyentuh Keina. Sungguh Calvin tak terima ditolak seperti tadi.
Sementara Keina yang sudah keluar dari kamar mandi memilih mengambil selimut dan menata bantal di sofa untuk dirinya sendiri istirahat. Ia tak ingin tidur dengan Calvin malam ini.
" Mending tidur di sini, dari pada harus tidur satu kamar dengan kak Calvin yang beraromakan cewek itu. Iyuhh. " gumam Keina bergidik ngeri sambil membenarkan posisinya kemudian membuka ponsel dan memeriksa beberapa pesan masuk.
__ADS_1
" Ngapain loe tidur disitu? " tanya Calvin yang keluar kamar dengan pakaian baru dan rambut yang telihat basah.
" Lah emang kenapa? aku mau tidur di sini aja. " sahut Keina yang tidak mau menoleh ke arah Calvin barang sedikit saja .
" Gak bisa! loe tidur di kamar temenin gue! "Calvin berjalan mendekat lalu menarik selimut yang dipakai Keina dan melemparnya ke lantai.
" Gak mau! Siniin selimut aku ! " sentak Keina kembali meraih selimutnya yang jatuh ke lantai.
" Gak! loe pokoknya tidur di kamar sama gue. Gue udah mandi lagi dan ganti baju. " Calvin menarik kaki Keina agar mau turun dari sofa.
" Gak mau nanti, nanti badan aku gatel-gatel tidur sama kamu. Sana tidur di kamar sendiri ! Aku mau tidur di sini! " teriak Keina masih kekeh tidak ingin tidur bersama dengan Calvin meskipun pria itu sudah mandi dan mengganti baju.
" What? Loe pikir gue penyakitan bikin loe gatel-gatel. " sentak Calvin semakin kesal karena Keina terus ngelantur.
" Gak! Aku gak mau ! pokoknya gak mau! Nanti kalau aku gatel-gatel deket kamu gimana? apalagi tadi kamu abis mesra-mesraan sama cewek itu, kalau cewek itu nempelin penyakitnya di kamu gimana? kudis, kurap, panu. " sahut Keina yang menepi di ujung sofa sambil menutupi tubuhnya dengan selimut seolah menganggap Calvin adalah sebuah ancaman bagi dirinya.
" Astaga, Keina! Loe bener-bener bikin gue emosi ya. " Calvin mengeratkan rahangnya ia tak habis pikir Keina akan seribet ini. Kalau tau akan seperti ini lebih baik tadi ia tak menjalankan ide gilanya bersama Gisel. Sungguh sekarang dirinyalah yang menjadi tersiksa.
" Stop! Jangan mendekat! Atau aku akan marah dan pergi dari sini. " ancam Keina. Agar Calvin tak terus memaksanya.
" Iiihhhh. " Calvin ingin sekali menerkam kepala gadis itu saking kesalnya. Keina malam ini benar- benar menyebalkan padahal dirinya sangat ingin memeluk dan menyentuh tubuh Keina yang hanya berbalut kaos tipis dan hotpants yang panjangnya tak lebih dari sejengkal itu.
Calvin akhirnya memilih pergi ke kamar dan tidak memaksa Keina lagi untuk tidur bersama dengannya . Ia membiarkan gadis itu sampai ketiduran di atas sofa, lalu dirinya berencana memindahkan tubuh gadis itu ke kamar kalau ia sudah tertidur pulas. Hanya dengan cara itu Keina tak bisa berontak dan menolak.
.
__ADS_1
...****************...