
waktu terus berjalan setelah mengantar kedua temannya Haruka langsung ke kampus dia sangat sibuk dengan dua kelas yang setiap hari harus dia ikuti.
setelah selasai kuliah Haruka bergegas menuju ke tempat latihannya dia kembali beraktifitas seperti biasanya baginya semua kesibukan itu bisa membuatnya berhenti sejenak dari kesedihan karen kehillangan kekasihnya.
malampun tiba Haruka bergegas ke Hotel miliknya setelah dia tahu rencana jahat Riku.
flashback on
ditelpon
"Hallo apa benar ini Kei Minato??" tanya Riku ditelpon
"iya benar siapa ya??" jawab kei
"aku ada job untuk Haruka yah lumayan lah untuk acara kantor,, apa kita bisa bertemu malam ini??"
"menarik baiklah kita bertemu di Hotel Khalisa Asahi"
"oke Hotel Khasila Asahi,, aku akan kesana"
telopon tertutup.
"Kei riwayatmu akan tamat malam ini di Hotel Khalisa Asahi hanya satu pil saja kau akan langsung tamat" memegang sebotol obat. Haruka menyaksikan dan mendengar rencana jahat Riku.
flashback off
__ADS_1
sesampainya di Hotel tempatnya di restorannya Haruka melihat Riku memasukan sebuah pil kedalam minuman Kei,, sedangkan ken tidak terlihat.
"Riku aku akan mengikuti rencanamu" ucap Haruka
tak lama Kei terlihat dan duduk dihadapan Riku,, Kei yang akan minum terkejut dengan kedatangan Haruka
"Ruka kau disini?? ada apa??" tanya Kei
"aku haus" mengambil dan meminum minuman Kei sebelum Riku menghentikan Haruka dia sudah menghabiskan minumannya.
"Ruka kenapa kau meminum minuman orang lain??" tanya Riku dengan penuh kecemasan Haruka sudah merasakan kesakitan mulutnya mulai mengeluarkan darah Kei langsung cemas dengan keadaannya
"Ruka apa yang terjadi??" tanya Kei penuh kecemasan
"Riku aku harap kau puas,, Ken a... aku a...a...akan da...datang tunggu aku Ken,, Ken aku mencintaimu" Haruka langsung menutup matanya dan terjatuh namun sebelum tubuhnya terlentang dilantai karena Kei terlambat menangkapnya namun seseorang menangkap tubuh Haruka dia adalah Reno.
"sebaiknya kau bawa Ruka kerumasakit terdekat sisanya biar aku yang urus" ucap Kei tanpa menatap Haruka dan Reno
Reno bergegas membawa Haruka keruma sakit terdekat sedangkan Kei melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.
dirumah sakit
"Al bertahan lah aku yakin kamu pasti bisa kami wanita yang kuat Al aku mohon bertahanlah" rintih Reno mulut Haruka terus mengeluarkan darah dan langsung dibawa ke UGD Reno berusaha mrnghubungi Praveen.
setelah beberapa menit Praveen datang
__ADS_1
"Ren gimana keadaan Haru??" tanya Praveen dengan cemas
"belum tahu kak dokter masih memeriksa keadaan Al"
tak lama dokter keluar dari ruangan Praveen langsung mengghampirinya
"dokter bagaimana keadaan adikku??"
"tuan pasien kehilangan banyak darah pasien membutuhkan transaksi darah ada masalah stok golongan darah pasien sedang kosong anda kakaknya pasti golongan darah anda sama dengan pasien"
"golongan darah adik saaya sama dengan mama golongan darah aku dan Haru berbeda"
"Hiro jangan khawatir golongan darahku dan Ruka sama" suara Kei yang menghampiri mereka
"itu bagus kalau begitu ayo cepat kita ambil darah anda agar nyawa padien bisa tertolong" ucap dokter Kei dan dokter pergi.
setelah beberapa menit Kei dan dokter datang dokter langsung masuk membawa donor darah dari Kei.
2 jam telah berlalu dokter keluar Praveen langsung menghampiri dokter
"dokter bagaimana keadaan adikku??"
"syukurlah pasien dibawa ke rumah sakit secepatnya dan mendapatkan donor darah dengan cepat,, sekarang pasien sudah melewati masa kritisnya jika kalian ingin menengoknya aku sarankan kalian bergantian menengok pasien"
"terima kasih dok"
__ADS_1
"sama sama kalu begiti aku permisi"
"ya allah terima kasih sudah menyelamatkan adik ku,, aku gak sanggup bila harus kehilangan adik yang sangat aku sayangi" doa Praveen