Terbelenggu Masa Lalu

Terbelenggu Masa Lalu
Kampus


__ADS_3

setelah melewatkan hari libur bersama kakaknya kini Haruka harus beraktifigas seperti biasanya, hari ini dia ada kelas pagi. pagi pagi sekali Haruka sudah pergi ke kampus agar dia tidak telat, Haruka lebih suka pergi ke kampus dengan jalan kaki terlebih posisi dumah yang gak terlalu jauh dari kampusnya hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit jika jalan kakai.


setelah samapai di kampus Haruka langsung bergegas ke kelas karena kelas akan segera dimulai.


Haruka lulus S1 dalam waktu yang cukup singkat, dia mengbil Fakultas Arsitektur dan desainer sewaktu S1 nya kini dia memilih Arsitektur dan Managemen,, karena Haruka ingin mencoba sesuatu hal yang berbeda dari sebelumnya.


setelah kelas selesai Haruka bersama dua temannya yang bernama Misaki dan Aya bergegas ke kantin.


"Ruka... kau tahu corcert musim semi mu kemarin itu sangatlah keren apa lagi semua nya bertema Sakura, bukan cuman itu penampilanmu juga beda banget dari sebelumnya, kau terlihat elegan dengan penampilan yang sederhana" ucap Misaki


"Misaki, Haruka itu mau pake bau apa pun pasti cantik dan elegan ngerti" ucap Aya yang gak mau kalah dari Misaki


"ihk tapi dia beda banget loh dari sebelumnya"


"jelas beda lahk orang tema corncernya juga beda"


"udah udah kalian mau berantem terus? " Haruka yang mencoba melerai pertikaia kedua temannya.


baru saja mereka duduk tiba tiba seorang pria tampan datang menghampiri Haruka, Misaki, dan Aya. dia adalah Riku, Riku adalah pria tampan di kampus tersebut yang menjadi incaran bayak oerempuan untuk menjadikannya kekasih mereka. tapi Haruka berbeda dia bahkan tidak pernah melirik Riku sekalipun.


"hai, gimana concertnya sukses?" tanya Riku sambil duduk sihadapan Haruka


"sukses" jawab haruka singkat dengan nada dingin dan tanpa melihat ke arah Riku karena dari tadi dia hanya memandang bukunya.

__ADS_1


"aku mau bicara denganmu"


"kalau mau bicara bicara aja"


"aku mau bicara berdua aja denganmu"


"emangnya kenapa kalau ada Misaki dan Aya? merak kan temanku"


"masalahnya ini..." sebelum Riku menyelesaikan kalimatnya Haruka mendapat telpon dari seseorang dan langsung mengangkatnya


ditelpon dalam bagasa Indonesia


"halao... ada apa Rey?"


"minggu depan ada reuni, kamu maukan datang? sekalian aku mau ngasih sesuatu yang selama ini aku ingin kasih ke kamu"


"aku juga merindukannya sama seperti kamu, aku juga sangat kesepian setelah kepergiannya. tapi kita harus belahar ikhlas melepaskannya agar dia bisa bahagia disana, Al aku yakin dia ingin kita semua bahagia percayalah dia melakukan hal tersebut karena dia sangat menyayangimu, Al jangan sampai pengorbanannya menjadi sia sia"


"aku... aku gak bisa jika aku harus bahagia sekarang, sedangkan kebahagiaanku sudah direnggut dariku, alasanku untuk tersenyum sudah diambil dariku" air mata terus mengalir, kedua temannya dan Riku yang memeang tidak bisa bahasa Indonesia merasa kebingungan dengan apa yang terjadi pada Haruka yang tiba tiba menangis.


"Al aku juga sama kaya kamu,, Al aku kenal dia sejak kecil kita temenan dari kecil, Al dia tidak ingin jika harus kehilangan kamu. sebaiknya kamu datang aja dulu ke sini nanati aku ceritain apa yang pernah dia alami sampai dia berani mengorbankan dirinya untukmu"


"hmmm" telponpun langsung teruputus, lalu Haruka segera menelpon kakaknya

__ADS_1


di telpon masih dalam bahasa Indonesia


"halo, kakak" mencoba untik tenang agar kakaknya tidak tahu bahwa adiknya sedang menangis


"iya De, ad apa?"


"aku mau pulang ke Jakarta mimggu depan ada reuni, selama dua tahun ini aku gak pernah pulang"


"oke,, kakak akan beli tiket untuk kamu tali maaf kakak gak bisa ikut karena masih banyak lekerjaan"


"gak apa apa aku mau, besok lusa pulang ke Jakarta,, aku akan pergi untuk 2 minggu"


"oke" telpon langsung terputus.


Misaki dan aya ang dari tadi mencoba menenangkan sahabatnya tiba tiba terkejut ketika Haruka bilang dia mau pulang ke Jakarta begitu juga dengan Riku.


"Misaki,, Aya,, besok lusa aku mau pulang ke Jakarta"


"apa" jawab Misaki dan Aya dengan kompak


"kenapa mendadak Ruka?" tanya Misaki


"iya kenapa dadakan gini sih?" tanya Aya

__ADS_1


"apa karena telpon tadi yang membuatmu menangis? sebenarnya apa yang kau sembunyikan Haruka?" pertanyaan Riku membuat Misaki dan Aya sangat terkejut


"bukan urusanmu,, yamg jelas aku tidak akan pernah membirahu publik tentang kehidulan pribadiku karena itu bukan untuk di jadikan bahan pembicaraan orang orang" Haruka langsung pergi berlalu sambil terus menangis orang orang yang ada di kampus menatap kepergian Haruka dalam keadaan menangis.


__ADS_2