
matahari mulai menunjukan cahaya indahnya menembus jendela menyentuh lembut wajah Haruka namun sayang kali ini dia tetap memilih tidur dengan ditutupi selimut.
*kamar Praveen
Hp Praveen berbunyi menandakan pesan masuk Praveen baru selesai madi langsung melihat hpnya.
"pesan dari Amanda hahh... untuk aku tidak tertarik dengan gadis sepertinya setelah aku tahu siapa diasebenarnya,, Amanda adalah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan jika saja Rey tidak memberitahuku waktu itu" Praveen bicara pada dirinya sendiri sambil memegang hp tanpa membuka pesan dari Amanda
flashback on
setelah Rey memberitahu Praveen tentang siapa sebenarnya Amanda,, Praveen merasa tidak puas dengan alasan Rey memintanya menjauhi Amanda kemudian dia menelepon orang kepercayaannya.
ditelepon
"hallo tuan ada pekerjaan baru apa kali ini??" ucap orang kepercayaan Praveen yang sudah bisa menebak alasan Praveen meneleponnya
"aku ingin kau cari tahu siapa Amanda sebenarnya aku ingin tahu secara detail latar belakang Amanda yang paling penting adalah tentang kejadian kira kira 2 tahun yang lalu" jawab Praveen tanpa basa basi
"baik tuan besok dijam yang sama aku akan memberikan semua yang tuan minta"
"bagus"
telepon terputus,, keesokan harinya dijam yang sama orang suruhan Praveen menelepon
"bagaimana??" tanya Praveen
"Amanda anak dari keluarga yang terkenal akan ke egoisannya mereka mengmbil apa yang mereka inginkan seolah hati meteka mati,, kebanyakan perusahaan yang mereka jalankan ilegal tuan. tentang 2 tahun yang lalu Amanda membunuh pria suruhannya dia takut kalau rahasianya terbongkar tuan"
"rahasia?? rahasia apa??"
"entahlah tuan tapi yang jelas dia selalu berusaha mencari cara untuk kembali pada mantan pacarnya"
"siapa?? siapa mantan pacarnya Amanda??"
"Ken,, Ken Zein Pratama anak dari tuan Zein Pratama pengusaha terbesar se Asia"
"oke cukup untuk infonya"
__ADS_1
telepon ditutup
"Amanda jadi kau yang menjadi titik hitam dalam kehidupan adik kesayanganku" Praveen merasa sangat marah dengan Amanda.
*Flashback of**f*
tok... tok....tok... Suara ketukan pintu membangunkan Praveen dari lamunanya dengan buru buru dia membuka pintunya tetnyata Kei.
"ada apa??" tanya Praveen
"kapan kita kembali ke Tokyo??" tanya Kei Praveen diam sejenak suara seorang gadis menarik perhatian mereka.
"hari ini,, aku mau ke Tokyo hari ini juga" jawab Haruka
"apa tapi kenapa Haru??" tanya Praveen
"pokonya aku mau pulang hari ini jika kalian masih ingin disini biar aku sendiri yang pulang" ancam Haruka
"oke oke kita pulang hari ini" jawab Kei yang selama ini tidak pernah bisa menolak keinginan Haruka
"bagus Ceylin sudah membantuku mengemasi barang barangku aku mau sarapan dah.." Haruka berlalu pergi
"maaf Hiro mau bagaimana lagi adikmu itu sangat misterius suasana hatinya sangat mudah berubah" jawab Kei
"aku tidak memerima alasan apapun,, minggir aku mau pergi" Praveen pergi meninggalkan Kei.
Kei mulai mengurus semuanya untuk kepulangan mereka.
"hei kei" sapa Haruka seketika Kei melihat ke arah suara
"ada apa??" tanya Kei
"maaf aku...." Haruka seolah enggan menyelesaikan kalimatnya
"katakan saja"
__ADS_1
"aku tidak terlalu suka suasana di sini makannya aku mau cepat pulang"
"tidak masalah lagi pula bagus juga kita pulang hari ini karena besok kau ada pemotretan aku sedah beritahu semuanya pada Ceylin dia akan mengurus semua jadwalmu besok"
"baiklah" Haruka beralalu pergi meninggalkan Kei
ditempat lain Rey sedang memunggu Ceylin
tak lama Ceylin datang
"maaf aku harus membantu Haruka mengemasi barang barangnya" Ceylin memberi penjelasan pada Rey
"tidak masalah ayo pergi"
"ya"
mereka pergi keluar,, ketika sedang berjalan mereka melihat pemandangan yang selama ini tidak ingin mereka lihat Ceylin dan Rey melihat Amanda yang sedang berjalan sambil tersenyum.
"hai Rey apa kabar??" tanya Amanda
"Rey..." Ceylin menatap Rey dengan penuh tanda tanya
"ohh hai kau temannya Rey waktu kuliah bukan?? aku ingat betul denganmu"
"untuk apa kau berbasa basi dengan calon istriku"jawab Rey membuat Ceylin terkejut
"Rey" ucap Ceylin
"oh selamat ya,, aku harap kau ingat dengan apa yang selalu aku katakan pada teman temanmu Rey" Amanda pergi dengan perasaan kesal
"Rey apa yang kau katakan pandanya tadi??"
"ya Cey tapi Cey pernikahan kita gak akan terwujud jika kau tidak setuju"
__ADS_1
"Rey jujur saja sejak dulu aku memang mencintaimu" Rey langasung memeluk Ceylin ketika dia mendengar langsung dari mulut Ceylin bahwa dia juga memendam perasaan yang sama selama ini.