
hari demi hari kondisi Haruka semakin membaik. mama Devina dan mama terus mendampingi Haruka kini Haruka sudah bisa beraktifitas seperti biasanya lagi.
Haruka sedag berjalan disekeliling taman tiba tiba mama Devina datang.
"Al sayang kamu lagi ngapain??" tanya mama Devina Haruka langsung membalikan tubuhnya dan tersenyum
"Al lagi lihat lihat taman ma,, Al pengen deh tanam bunga Lily sama bunga Tulip" jawab Haruka
"ya udah nanti mama suruh Hiro buat tanam bunga yang kamu suka"
"ma apa Al boleh nanya??" seketika terlintas berbagai pertanyaan yang selama ini tidak pernah terlintas sedikit pun dibenak Haruka
"kamu mau tanya apa Al??"
"hmmmm.... jika seandainya Ken tidak bilang untuk tidak membenci Al apa mama sama papa akan membenci Al dan menyalahkan Al atas meninggalnya Ken seperti kebanyakan orang tua lainnya??" pertanyaan Haruka mengejutkan mama Devina tapi mama Devina hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan Haruka dengan tenang.
"Al sayang gak semua orang tua sejahat yang kamu lihat disinetron,, kamu tahu sayang?? saat mama masih belum bisa ikhlas dengan kepergiaan Ken papa Andre selalau bilang setiap kali dia lihat kamu seolah papa melihat Ken karena Ken hidup dalam diri kamu,, Ken selalu hidup dihati kamu" menunjuk bagian tubuh Haruka
"makasih ma" Haruka memeluk mama Devina
__ADS_1
"ya udah ayo masuk"
"iya ma"
Haruka dan mama Devina masuk kedalam Rey Reno masih ada dirumah tiba tiba seorang pria tampan datang dia adalah Kei.
"Ruka... hey tuan putri" panggil Kei semua orang menatap Kei terkejut
"Ke... Ken" ucap Rey
mama Devina yang baru masuk dengan Haruka terkejut dengan apa yang dia lihat
"ahk Kei kau ada apa??" tanya Haruka semua orang menatap Haruka
" ma semuanya ini Kei yang aku ceritain sama mama dan semua orang aku juga sama terkejutnya kaya mama dan yang lainnya saat pertama kalinya aku ketemu sama Kei aku sudah buktikan berkali kali tapi hasilnya sama dia Kei buka Ken" penjelasan Haruka panjang lebar karena tidak mengerti bahasa Indonesia Kei hanya tersenyum mendengarnya
"benarkah itu??" tanya Rey
"memang didunia ini allah meciptakan makhluknya dengan sama percis manusia kebaran 7 jika lebih dari 7 maka yang lebihnya adalah dazal" ucap mama Devina
__ADS_1
"hei tuan putri ada kabar baik untukmu" ucap Kei
"apa??" jawab Haruka dengan penuh penasaran
"kau akan mengadakan concert di Okinawa 2 minggu lagi apa kau siap??"
"apa?? yang benar saja apa selama ini aku pernah tidak siap sekalipun ada concert dadakan" Kei tersenyum mendengat jawaban Haruka
"oke besok kau akan menghadiri sebuah acara live disebuah studio tv,, lusa kau ada jadwal manggung"
"ya ya baiklah"
"oh iya maaf aku gak bisa ikut menjemput dirimu saat kau pulang dari rumah sakit"
"tidak masalah"
disisi lain Praveen terlihat sedang menerima telpon dari seseorang
"apa?? bagaimana bisa dia kabur?? apa kau tahu adikku Haruka bisa dalam bahaya karena pria brengsek itu sebenarnya sapa yang membantunya??" ucap Praveen dengan penuh kegelisahan dan rasa khawatir akan keselamatan adik kesayangannya telpon terputus.
"aku harus segera mengurus masalah ini tanpa ada yang tahu terutama Haruka aku tidak mau kalau Harua sampai terluka papa memintaku menjaga Haruka dengan baik itu adalah amanat terakhir papa dan aku harus menjalanka amanat papa,, kakak janji akan ngelakuin apa aja yang akan membuat kamu bahagia dan kamu benar benar aman kakak gak mau jika ada yang berani menyakiti kamu Haru" ucap Praveen sendiri
__ADS_1