
sudah satu minggu Haruka di Jakarta,, pagi hari yang sangat mengejutkan ketika dia terbangun sebuah kotak berwarna beby pink ada diatas meja rias Haruka.
Karena penasaran Haruka membuka kotak tersebut.
"dari siapa ini gak ada suratnya"
ketika dia membuka kotak tersebut dia sangat terkejut dengan isinya,, apa lagi kalau bukan kotak musik apa lagi dengan edisi terbatas. tiba tiba hp nya berbunyi tertulis nomor tak dikenal Haruka mengangkat teleponnya.
"Hallo siapa ya??" orang yang menelepon tidak menjawab
"hallo siapa ya??" orang itu masihu tidak menjawab
"hallo ini dengan siapa ya??" tanya Haruka kesekian kalinya
"Khalisa" akhirnya orang tersebut bicara Haruka terkejut tak terasa air matanya menetes dia menjatuhkan Hpnya sekujur tubuhnya terasa lemas dia pingsan.
Mayu masuk kekamar Haruka untuk mengajaknya keluar rumah karena merasa bosan
"Haruka kau didalam??" Mayu terkejut melihat Haruka yang tergeletak dilantai
"Haruka,, Praveen!!! Mama!!!" teriak Mayu Praveen dan mama langsung datang
"Al apa yang terjadi??" tanya mama khawatir
__ADS_1
"Haru bagaimana bisa dia pingsan??" tanya Praveen kemudian menganggkat tubuh Haruka dan membaringkannya diatas tempat tidur
"saat aku masuk Haruka sudah pingsan" jawab Mayu
Reno yang mendengar teriakan Mayu datang kekamar Haruka.
"Mayu ada apa kenapa kamu teriak??" tanya Reno
"Ren tolong panggil dokter ya" ucap mama
"i...iya tante" Reno dengan segera menelepon dokter keluarga
"kak Hiro sebenarnya apa yang terjadi sama Al??" tanya Reno
dokter sudah selesai memeriksa kondisi Haruka
"dok gimana keadaan putri saya??" tanya mama
"nyonya jangan cemas putri nyonya baik baik saja sia hanya shock sebentar lagi dia akan siuman" jawab dokter
"syukurlah Haru baik baik saja" sambar Praveen
"kalau begitu saya permisi" pamit dokter
__ADS_1
"biar saya antar dokter sampai depan" ucap Reno
tak lama kemudian Haruka siuman sikapnya yang tidak bisa dikendalikan membuat mama Praveen dan Mayu kesulitan menenangkannya.
"sayang kamu kenapa coba cerita sama mama" mama berusaha menenangkan Haruka yang masih hilang kendali dan terus menangis
"Ke....Ken ma ken" Haruka masih menangis dia mencoba mencari hp
Harukaa berusaha menelepon nomor itu tapi tidak diangkat Haruka tidak putus asa dia terus mencoba menghubungi nomor itu.
"ahhh!!! tidak berguna!!!" Haruka melempar Hpnya namun Praveen berhasil menangkap Hp Haruka
"Al apa ini kenapa kamu seperti ini sayang??" tanya Mama
"Haru apa apaan ini mama dan papa tidak pernah mendidik kita seperti ini" tambah Praveen
Haruka masih kehilangan kendalinya dia melempar semua barang yang ada didekatnya
"Haruka tenanglah jika kau punya masalah kita bicarakan baik baik kita pasti akan membantu memecahkan masalah yang kau hadapi" Mayu berusaha menenangkan Haruka namun bukan ya tenang Haruka malah semakin marah sebelumnya dia tidak pernah seperti ini
"jika memang kalian bisa membatuku maka hari dimana Ken meninggalkan aku itu tidak akan pernah teradi!!! dan jika kalian mau membantuku kembalikan Ken kepada diriku!!!!" Haruka berteriak sesekali dia melemparkan barang yang ada didekatnya.
"semua karena Ken jika saja Al tidak mengenal Ken dia tidak akan seperti ini,, Ken kau luar biasa kau sudah mengubah sahabatku selama aku mengenalnya aku tidak pernah melihat Al semarah ini bahkan dia berani berteriak pada mama dan kakak nya" ucap Reno yang tak berani menghampiri Haruka.
__ADS_1