Terbelenggu Masa Lalu

Terbelenggu Masa Lalu
Aku Rela Terluka Demi Kamu


__ADS_3

setelah cukup lama berpikir Mayu keluar rumah dia melihat Praveen masih berdiri didepan rumahnya.


"Praveen" panggil Mayu Praveen menghampiri Mayu


"jadi apa keputusanmu??" tanya Praveen tanpa banyak basa basi


"aku sudah pikirkan dengan baik aku sudah mengambil keputusan dan akan aku pastikan aku tidak akan menyesali keputusanku,, Praveen aku menerima keputusanmu" jawab Mayu


"aku harap kau tidak tertekan dengan keputusanku" tambah Praveen Mayu tersenyum



*** Jakarta Indonesia


setelah lelah membantu persiapan pernikahan kedua sahabatnya Haruka pulang dia memutuskan untuk pergi ke taman belakang rumahnya.


bagi Haruka kesejukan alam mampu membuat dirinya tenang sama seperti saat dia sedang mendengarkan musik


Haruka berjalan menyusuri taman itu setelah 2 tahun dia pergi ke Tokyo hari ini dia punya waktu yang cukup lama di Jakarta sambil menunggu keputusan kelulusannya.



"Al sayang" panggil mama


"hmm iya ma" jawab Haruka menghampiri mama


"sayang ayo masuk kamu harus banyak beristirahat kamu akan kembali sibuk saat kamu kembali ke Tokyo"


"oke oke mama"


"sebaiknya kamu mandi terus istirahat"


"baik bos" mama dan Haruka tertawa bahagia


setelah selesai mandi bukannya istirahat Haruka malah memainkan Piano.

__ADS_1


"Al kamu disini??" tanya Reno


"ada apa Ren??" tanya balik Haruka


"gak aku cuman mau tanya kamu berapa lama di Jakarta??"


Haruka bangkit dari tempat duduknya dan memiringkan kepalanya



"emangnya kenapa??"


"engga aku cuman nanya aja"


"aku pikir kau merindukan Misaki"


"hei Al"


Haruka tertawa lalu pergi meninggalkan Reno sendiri


Hari sudah mulai gelap Haruka masuk kekamarnya dia langsung tidur.


*** Tokyo Jepang


setelah memutuskan untuk menjadikan Mayu sebagai istri sahnya Praveen berbagai persiapan pernikahan dilakukan oleh mereka namun hanya mereka berdua dan keluarga Mayu yang tahu berhubung keluarga Mayu hanya tinggal kakak laki lakinya.


"Mayu apa sebaiknya kau pikirkan lagi keputusanmu??" tanya kakak Mayu


"tidak kak aku sudah putuskan apa yang akan aku lakukan,, apa kakak tidak ingat tuan Asahi sudah banyak membantu keluarga kita,, sudah waktunya kita membalas kebaikan tuan Asahi meski aku harus mengorbankan diriku sendiri kakak aku rela terluka demi keluarga Asahi" jawab Mayu


"Mayu aku sangat bangga padamu kau memang gadis yang sangat baik aku yakin keluarga Asahi akan menerimamu sebagai menentu mereka dan mereka juga akan memperlakukanmu layaknya putri mereka sama seperti mereka yang memperlakukan satu satunya putri mereka" Kakak Mayu memeluk Mayu yang baru saja selesai berdandan


pernikahan berlangsung sukses tanpa kendala sesuai dengan rencana mereka meski sederhana tapi mereka bahagia tergambar jelas dari wajah Mayu dan Praveen.


*** Jakarta Indonesia

__ADS_1


"Al sayang ayo bangun ada tamu" mama berusaha membangunkan Haruka yang sudah tertidur dengan terpaksa Haruka bangun dari tidurnya


"siapa ma??" tanya Haruka yang kini duduk namun masih memejamkan matanya


"katanya dari stasiun Tv"


"mau ngapain??"


"mama gak tahu tapi mereka bilang mereka sudah berusaha menghubungi dirimu tapi katanya gak bisa"


"ya udahlah aku nanti turun"


"oke mama tunggu kamu dibawah ya sayang"


"iya ma"


tak lama Haruka turun dia berjalan menuju ruang tamu


"ahh itu Haruka" ucap salah satu tamu


"maaf ada apa ya?? aku dekasih tahu sama mama kalau kalian dari stasiun tv" tanya Haruka sambil duduk disebelah mama


"oke kita langsung aja ke intinya,, kita perwakilan dari salah satu stasiun tv swasta rencananya mau ngundang kamu ke acara yang kami sediakan bisa gak??" penjelasan salah satu tamu


"kapan??" tanya Haruka


"besok bisa??"


"jam??"


"jam 19:30"


"oke aku bisa"


"baiklah kalau gitu kami permisi maaf sudah bertamu malam malam"

__ADS_1


"tidak masalah"


__ADS_2