Terbelenggu Masa Lalu

Terbelenggu Masa Lalu
Kantor


__ADS_3

pagi harinya Haruka sudah berangkat bersama Ceylin mereka pergi ke kantor seauai dengan rencana Haruka hari ini


"Al kenapa tiba tiba kamu mau ke kantor??" tanya Ceylin


"ini semester terakhir aku Cey ya alhamdulilah aku bisa menyelesaikan kuliah aku 2 tahun padahal seharusnya 4 tahun,, aku mau nyoba bekerja di kantor" Jawab Haruka


"bukankah tante Savira ngelarang keras kalau kamu sama kak Hiro mengurus perusahaan??"


"hei apa kau pikir aku kurang sibuk dengan pekerjaanku sebagai penyayi??"


"maaf dah sampai ayo masuk"


"ya ya ayo"


Haruka dan Ceylin langsung masuk ke gedung yang sangat tinggi itu Haruka masuk keruangan CEO dia melihat banyak berkas lalu mengmbil dia mempelajari semuanya.


seorang pria tampan datang keruangan tersebut.


"Nona anda disini maaf aku tidak mengetuk pintunya dulu aku gak tahu kalau ada nona Haruka" ucap Tetta


"santai aja" Haruka melihat kearah Tetta sambil tersenyum



"nona akankah anda yang mengambil alih perusahaan ini setelah ayah anda meninggal??"

__ADS_1


"emmm... entahlah,, aku tidak tahu??"


"jika itu benar maka aku akan sangat senang membantu nona mengurus perusahaan ini"


"maaf Tetta" Haruka memandang langsung mata Tetta


"kenapa nona minta maaf??"


"aku tidak bisa aku...." Haruka tidak menyelesaikan kalimatnya dia keluar maninggalkan Tetta


"Cey sudah saatnya aku menemui orang tua kamu" ujar Rey


"Rey kamu gak main main kan??"


"aku sudah membeli dua tiket untuk kita besok lusa"


"Rey apa tidak teralu cepat??"


"apa 8 tahun ini masih kurang cukup??"


"apa maksud kamu Rey??"


"tanpa kita sadari hubungan kita sudah dimulai sejak kita pertama kali bertemu sejak kita mulai menjadi teman,, Cey selama ini aku selalu berusaha menyembunyikan perasaanku sama kamu aku takut aku gak punya keberanian seperti Ken"


"Rey aku juga sama aku menyembunyikan perasaanku sama kamu karena aku takut kamu akan membenciku kalau kamu tahu yang sebenarnya"

__ADS_1


"hemmm" terdengar suara deheman seorang gadis


"Al" ucap Ceylin dan Rey kompak


"jangan lupa undang aku ke pernikahan kalian" Haruka tersenyum lalu pergi


"Al!!" teriak Ceylin yang sedikit resah


"kenapa kamu kelihatan cemas??"


"ini gawat aku belum bgasih tahu semuanya sama Al kamu tahu kan gimana Al setelah kepergian Ken??"


"ya kamu benar dia itu jadi keras kepala padahal yang aku tahi dulukan dia gak kaya gitu"


"itu dia masalahnya"


"sebaiknya kamu kejar dia selesaikan masalah kalian" tenpa basa basi Ceylin lari ngejar Haruka


Haruka pergi ke parkiran menuju mobilnya,, ketika Ceylin sudah sampai Haruka melambaikan tangannya lalu menyakan mobil dan pergi entah kemana dia akan pergi hanya dia yang tahu.


"dasar Ceylin dia pikir aku tidak akan tahu apa?? tapi aku senang karena dia dan Rey akhirnya mengakui perasaan mereka yang selama ini mereka pendam" Haruka tersenyum sambil menyalakan musik


"gak ada hal yang lebih baik dari pada musik"


Haruka mengemudikan mobilnya dengan kecepataan sedang dia berhenti disebuah taman dan duduk di kursi taman sambil memasang earphon mendengarkan musik kesukaannya apa lagi kalau bukan lagu lagunya MM apa lagi kalau yang Haruka Kudo,, Haruka selalu merasa tenang ketika mendengarkan lagu MM semarah apapun dia jika sudah mendengarkan lagu MM kemarahannya itu akan luntur seketika solah tak pernah marah.

__ADS_1


__ADS_2