
Hari ini hari yang sangat melelahkan untuk Haruka terlebih Ceylin dan Rey yang memutuskan untuk pulang ke Jakarta karena Rey akan melamar Ceylin.
"jadwal hari ini sangat padat" ucap Haruka pada diriny sebdkiri
*isi daftar jadwal hari ini
- kampus
-latihan vokal
-latihan dance
-pemotretan untuk photobook
-rekaman untuk singles terbaru
-les biola*
"ada apa tuan putri??" tanya Kei
"hahhh" Haruka menghela nafas
"hari yang melelahkan maaf aku harus segera kekampus ak harus menyerahkan sskripsi,, besok lusa hari terakhir aku mau lebih awal" Haruka pergi menunggalkan kei
"baiklah" Jawab Kei sambil menatap kepergian Haruka
"ada apa dengannya hari ini dia terlihat berbeda?? dia lebih kelihatan misterius hari ini" ucap Kei pada dirinya sendiri
__ADS_1
hembusan angin musim gugur menyentuh tubuh indah Haruka waktu terus berjalan Haruka menyelesaikan jadwal terakhirnya les piano.
seorang pria tampan sudah menunggunya siapa lagi kalau bukan Praveen
"kakak" ucap Haruka manja sambil memeluk kakaknya
"kau pasti sangat leleh sebaiknya kita pulang sekarang agar kau bisa langsung istirahat" Praveen membukakan pintu mobil untuk adiknya.
selama perjalanan Harua hanya diam saja menatap ke arah jendela mobil,, sikap yang dia tunjkan bukan sekali ini saja tapi sering ketika dia merindukan Ken sikap inilah yang akan dia tunjukan sama ketika dia merindukan ayahnya.
"siapa yang kau rindukan kali ini Ken atau ayah??" tanya Praveen
"ayah dan Ken" jawab Haruka singkat
"baiklah"
Haruka menuju ke dalam kamarnya,, bukannya langsung memebersihkan diri dia malah menjatuhkan tubuhnya diatas kasur empuk yang cukup besar.
tanpa terasa air mata mengalir tak henti hentinya sampai dia ketiduran.
malam telah bergati pagi jam menunjukan pukul 7:15 Praveen masuk kekamar Haruka.
"Haru ayo bangun kita sarapan" ucap Praveen tapi Haruka masih tidak bangun dati tidurnya
"Haru bangun" berkali kali Praveen membangunkan Haruka
__ADS_1
kali ini Praveen menggoyangkan tubuh Haruka agar dia bangun
"Haru bangun,, badannya panas sekali,, Haru kau demam??"
"aku akan memanggil Dokter Aiko"
setelah 15 menit dokter Aiko akhirnya datang dia langsung memeriksa kondisi Haruka
"bagaimana keadaan Haruka??" tanya Praveen
"dia demam tinggi sepertinya ada banyak hal yang dia tanggung sendiri batinnya sangat tergunjang ditambah dia kelelahan aku akan memeberikan resep obat tapi jika kindisinya masih tetap sama Haruka harus dirawat secara intensif dirumah sakit" jawa dokter Aiko yang memberikan resep obat pada Praveen lalj pergi
"Haru sampai kapan kau akan menyiksa diri kamu sendiri??"
Reno yang baru keluar dari kamar langsung menuju kamar Haruka
"kak Hiro kenapa ada dokter Aiko??" tanya Reno
"Haru dia demam tinggi" jawab Praveen
"Al lalu apa kata dokter??" Praveen menjelaskan segalanya Reno terkejut dengan hasil pemeriksaan Dokter
"dia persu seoramg teman yang bisa dia jadika tempat berbagi cerita tapi siapa,, tidak mungkin Kei selama ini Haru bahkan tidak pernah mengatkan siapa Ken sebenarnya pada Kei"
"Ceylin sedang pulang,, Al bilang Aya sudah pindah,, apa Misaki??"
"tidak aku tidak percaya pada Misaki,, aku tahu Ren tolong jaga Haruka aku akan segera kembali" Praveen meninggalkan kamar Haruka dia bergegas menemui seseorang.
__ADS_1
dengan penuh rasa cemasdan khawatir Praveen mengemudikan mobilnya,, perasaannya campur aduk dia gak tahu harus berbuat apa untuk membuat adik kesayangannya terbebas dari bayang bayang masa lalu yang membuat kondisinya semakin drop.