Terbelenggu Masa Lalu

Terbelenggu Masa Lalu
Kritis


__ADS_3

Praveen duduk di sebelah Haruka dia menggenggam tangan Haruka.


"Haru bangun kakak mohon lihatlah mama Mayu ada disini dan bukankah selama ini kau ingin melihat Ken kau ingin seperti dulu lagi bersama Ken,, lihatlah Ken ada disini sepanjang malam dia menemanimu disini berhenti bermain main denganku Haru buka matamu" tak terasa air mata mengalir dipipi Praveen


Haruka menghela nafas panjang seperti kesulitan bernafas


"Haru kau kenapa?? dokter Dokter!!" Praveen sangat cemas melihat keadaan Haruka


Dokter datang dan memeriksa keadaan Haruka Praveen menunggu diluar.


"Ya allah hamba mohon kembalikan Al seprti sedia kala" doa mama


"kamu yang tegar ya Al pasti sembuh" ucap mama Devina


"iya apa yang Devina katakan benar,, sebaiknya kita berdoa Savira Khalisa gadis yang kuat aku yakin dia pasti sembuh" ucap papa Andre


"amin amin ya robal'alamin" ucap mama


Tiba tiba hp Ken berdering Ken pergi menjauh dari keluarganya dan keluarga Haruka


ditelepon


"hallo siapa ya??" tanya Ken

__ADS_1


"bagaimana kau suka kejutan dariku??" jawabnya


"apa maksud kamu??"


"aku tahu Khalisa dia adalah kekasih yang selama ini kau lindungi benarkan?? tapi sayang kau tidak bisa menyelamatkannya bukan??" dia tertawa keras


"apa kau yang sudah menabrak Al sampai keadaannya seperti sekarang?? apa masalahmu?? kenapa kau ingin menyakiti Al??"


"gadis yang malang dia menjadi korban seharusnya dia tidak ikut campur dengan menjadi seseorang yang paling oenting dalam hidupmu tapi sayang dia ngeyel inilah akibatnya"


"apa maksudmu??"


"aku akan pastikan orang orang yang kau sayangi akan meninggalkanmu satu persatu hari ini Cintamu munglin besok ayah atau ibumu mungkin juga sahabatmu itu" telepon terputus


"siapa dia apa motip dia melakukan semua ini??" berbagai pertanyaan muncul dibenak Ken.


"dok bagaimana keadaan putriku??" tanya mama


"kondisinya saat ini kritis jika dalam waktu 24 jam pasien tidak sadar ada kemungkinan pasien tidak akan selamat" Jawab Dokter


"apa??" mama kaget mendengar jawaban Dokter


"dokter pasti ada cara untuk mrnyelamatkannya" ucap Praveen

__ADS_1


"sebaiknya kita berdoa kami akan terus berusaha semaksimal mungkin"


mendengar semua itu Ken langsung berlari masuk ke ruangan Haruka.


Ken duduk disebelah Haruka dia menggenggam tangan Haruka.


"toling jangan ganggu pasien untuk sementara" ucap suster


"Al aku mohon buka matamu lihat lah aku ada disini Al kalau kamu marah kamu bisa menghukum aku tapi aku mohon jangan tinggalkan aku" Ken menundukan kepalanya jari jemari Haruka bergerak


"ini keajaiban Dokter pasien menggerakan jarinya" ucap suster


Dokter langsung memeriksa Haruka,, perlahan Haruka membuka matanya.


"Ken" panggil Haruka pelan Ken yang masih menundukan kepalanya langsung mengangkat kepanya melihat Haruka


"Al al kamu sudah sadar terima kasih ya allah"


"syukurlah kondisi pasien sudah membaik" ucap Dokter


mama dan yang lainnya merasa bahagia


Haruka berusaha bangun namun Ken melarangnya karena kondisinya masih sangat lemah.

__ADS_1


meski dokter bilang Haruka sudah membaik namun keadaannya masih belum stabil tidak boleh ada tekanan untuk Haruka karena itu akan membuat kondisi Haruka memburuk sewaktu waktu.


mama dan mama Devina masuk menjenguk Haruka papa Andre juga ikut masuk. kemudian Praveen dan Mayu yang masuk menjenguk Haruka air mata yang semula berlinang kini menjadi senyuman yang terukir diwajah semua orang.


__ADS_2