
setelah 2 jam lamanya Haruka kehilangan kendali akhirnya Praveen berhasil menenangkan Haruka saat ini dia masih menangis dipelukan kakaknya.
air mata terus mengalir tubuhnya sangat lemas karena terus menangis pada akhirnya Haruka pingsan.
disis lain seorang pria sedang duduk memegang hpnya.
"maaf ini yang terbaik untukmu dan aku,, aku tahu kau terluka tapi aku juga sama terlukanya" ucap pria itu
selang beberapa hari Haruka kembali seperti biasanya dia bahkan terlihat sangat ceria seolah tak ada masalah apa pun yang dia hadapi.
Haruka mengambil gitar milik Reno yang sering dia mainkan ketik tidak ada kerjaan Praveen melihat Haruka memainkan gitar dan mencoba menghodanya.
"sejak kapan kau bisa mainingitar??" tanya Praveen dengan nada mengejek
"kau meledeku" Haruka memasang wajah cemberut
"loh itukan Fakta kalau kau tidak bisa main gitar" lalu pergi
"awas kau ya"Haruka menyimoan gitar tersebut lalu mengejar Praveen
"ade sayang ada apa?? kakak kamu juga jangan ngedain ade terus dong" ucap mama yang melihat kelakuan kedua anaknya
"tahu dasar Haru tuhh ma" ucap Praveen
"kakak yang mulai awas kau ya" Haruka terus mengejar Ppraveen hingga akhirnya Mayu datang dan berhasil memisahkan mereka dari pertengkaran.
"ini lebih baik,, Praveen sebagai kakak harusnya kau bisa menjaga adikmu apa lagi adikmu itu perempuan" ucap Mayu
__ADS_1
"tahu tuhh kakak" sambar Haruka memasang wajah masam
"dan untuk mu Haruka,, tidak baik lari lari begitu bagaimana kalau kau jatuh dan terluka"
"dengerin tuhh" sambar Praveen
"payah!! dasar payah!!" teriak Haruka pada Praveen lalu pergi kekamar untuk ganti baju kemudian dia pergi keluar.
Dia berniat untuk bertemu dengan Tsania
"Al" panggil Tsania Haruka tersenyum
"Al kamu cantik banget" puji Tsania
"ohh iya ku dengar kak Hiro udah nikah ya?? kok bisa sih??" tanya Tsania
"entahlah aku juga bingung,, ohh iya resepsi pernikahan Kak Hiro minggu depan jangan lupa datang ya"
"tentu saja aku pasfi datang"
"kau tidak sakit hati??"
"kenapa untuk apa??"
"secara kau kan sangat menggilai Kak Hiro"
"Al sayangku cintaku aku akui aku emang selalu cari cari kesempatan sama kak Hiro tapi aku bukan gadis rendahan yang harus merebut suami orang lagi pula aku juga mau kali punya suami yang umurnya gak beda jauh dari aku"
__ADS_1
"oke oke maaf" Haruka dan Tsania tertawa
"aku berharap semoga kamu terus tertawa seperti ini,, ini yang terbaik maaf jika aku melukaimu" ucap seorang Pria yang sedang mengawasi Haruka dan Tsania
Haruka dan Tsania pergi ke toko buku seperti biasanya mereka sangat suka dengan buku setiap minggu seolah jadi agenda wajib untuk mereka pergi ke toko buku.
"Kamu mau beli buku apa Al??" tanya Tsania
"aku amu beli buku yang hari ini baru diterbitkan,, bukunya bagus loh" Jawab Haruka
"ohh iya buku yang itukan"
"hmm"
"ehh Al kamu punya novel Gaara Hiden kan??"
"punya,, aku punya semua novel dari filmnya Naruto emang napa??"
"aku pinjem boleh??"
"emang nya ngerti gitu bahasa Jepang??"
"lahh kamu gak punya yang versi bahasa Indonesianya??" tanya Tsania memasang wajah lesu
"enggak" jawab Haruka sambil menggoda Tsania
"iya iya aku cuman becanda kok,, kau tahukan kalau anime Naruto adalah salah satu favorit aku jadi gak mungkinlah kalau aku gak punya tuhh sufenir Naruto"
"ahhh makasih Al" Tsania memeluk Haruka
__ADS_1