
setelah Ken meninggal aku menutup hatiku untuk pria lain,, apakah aku bisa mencintai Kei yang kini mengganti posisi Ken?? apa aku tidak akan menyakiti perasaan Kei?? aku gak akan sanggup jika harus melukai perasaannya,, aku berharap aku bisa mencintai Kei seperti aku mencintai Ken,, hatiku beku setelah kepergian Ken rasanya hatiku mati rasa. gumam Haruka yang sedang membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk.
hari demi hari telah berlalu musim sudah berubah Haruka berusaha membuka hatinya untuk Kei,, sore ini Kei mengajak Haruka ke pantai.
Haruka sangat cantik dengan warna biru putih dengan motif bunga
"Haruka" panggil Kei
"ya" jawab Haruka
"kau tahu pantai adalah tempat terbaik untuk menikmati indahnya sunset,, aku sangat suka suasana sunset" ucap Kei
"aku juga suka menikmati indahnya matahari terbenam dulu aku selalu meniknati indahnya sunset dengan Ken" jawab Haruka meneuruni tangga
"maaf aku tidak bermaksud mengingatkan dirimu padanya" seketika Haruka berbalik dan tersenyum manis
"tidak perlu minta maaf,, oh iya aku dapat email dari Ceylin dia mengundang kita untuk ke pernikahannya"
"waw jadi endingnya Ceylin akan menikah,, dengan siapa??" Tanya Kei Haruka kembali membalikan tubuhnya dengan sedikit rasa kesal
__ADS_1
"tentu saja Rey kau ini" jawab Haruka Kei tersenyum dia sangat suka menggoda Haruka
Haruka berjalan dibibir pantai yang diikuti Kei,, dia teringat akan kenangannya dengan Ken dimana dia selalu menikmati indahnya sunset bersama Ken.
Ken aku sangat merindukanmu aku rindu saat kita menikmati sunset bersama rasanya hatiku hancur saat kau meninggalkanku dihari pertunangan kita. seharusnya 6 bulan dari pertunangan kita kita langsung menikah. gumam Haruka
tanpa Haruka sadari Kei memandangnya dari sisi lain
Haruka apa kau benar bener ingin memberikan aku kesempatan jika iya tolong aku mau kau mengambil keputusan dari hati yang paling dalam,, selama ini hatimu seolah membeku sangat sulit melelehkannya. gumam Kei
"Kei ayo pulang" ucap Haruka menyadarkan lamunan Kei
sepanjang perjalanan Haruka tak bersuara sedikitpun klesunyian menyelimuti mereka padahal mereka sudah resmi menjadi pasangan kekasih.
"Haruka" Kei mencoba memulai pembicaraan
"apa??" tanya Haruka tanpa menatap Kei
"boleh aku tahu seperti apa Ken??"
"kenapa??"
__ADS_1
"aku penasaran aja"
"dia pria yang sangat baik aku merasa sangat nyaman ada didekatnya aku tidak tahu harus berkata apa karena sangat sulit untuk diriku menggambarkan sosok Ken yang jelas dia tipe pria yang akan melindungi orang yang dia sayangi sekalipun mengorbankan hidupnya semua itu sudah terbukti dengan Ken mengantikan posisiku saat dihari itu" Haruka memandang tangannya yang masih dilingkari Cincin pertunangannya dengan Ken
"perempuan manapun pasti sangat beruntung mendapatkan pasangan seperti Ken benarkan"
"maaf"
"untuk apa??"
"aku gak bisa melepaskan cincin ini dari jariku"
"tidak masalah aku sangat menghargai perasaanmu"
"aku tidak bisa melupakan Ken dia segalanya untukku dia hidupku setelah Ken meninggalkanku sendirian aku juga ikut mati dengannya aku ada disini ya iti benar tapi ini hanya ragaku saja jiwaku sudah ada diatas sana bersama Ken" Haruka meneteskan air mata namun seketika Kei menghentikan mobilnya dan menghapus air mata Haruka.
"jangan menangis aku mohon saat kau menangis rasanya hatiku hancur"
"hatiku sudah membeku setelah Ken pergi apa kau masih menginginkan hubungan hampa ini Kei??"
"jika kau ingin mengakhiri hubungan kita maka aku akan menerimanya bagiku yang terpenting kebahagiaanmu"
"maaf maaf jika aku melukai hatimu tapi aku lebih nyaman dengan hubungan kita yang dulu"
"aku mengerti jika itu akan membuatmu bahagia maka aku akan menerimanya"
__ADS_1
"sekali lagi aku minta maaf" Kei tersenyum pada Haruka