Terbelenggu Masa Lalu

Terbelenggu Masa Lalu
kedatangan Mama


__ADS_3

3 hari telah berlalu Haruka masih terbaring di rumah sakit berita tentang kejadian yang pada Haruka sudah tersebar luas sebelumnya Praveen sudah memberitahu mama agar mama tidak cemas Praveen juga memberitahu Mama Devina.


setiap hari Praveen,, Kei,, Reno,, dan Rey selalu bergantian untuk menjaga Haruka yang masih belum sadar sesekali Aya dan Misaki berkunjung ke rumah sakit.


"pasien atas nama Haruka" tanya seorang wanita yang tak lain adalah mama


"ada dikamar nomor 121 dilantai 2"


tanpa basa basi mama langsung pergi ke ruangan Haruka. sesampainya diruang Haruka mama langsung masuk kedalam.


"Hiro apa yang sebenarnya terjadi sama adik kamu??" tanya mama yang tak kuasa melihat keadaan purtinya air matanya mengalir tak henti


"Hiro juga gak tahu pasti kejadiannya ma,, Haru belum juga menunjukan respon apa pun padahal dokter bilang kalau keadaannya sudah stabil Haru sudah melewati masa kritis nya sudah 3 hari tapi keadaan Haru masih sama" wajah Praveen terlihat sangat sedih


"sayang bangunlah ini mama,, Al sayang jangan tinggalkan mama mama gak sanggup jika harus kehilangan 1 orang yang mama sayangi lagi Al"


"Al sayang buka mata kamu sayang lihat lah mama Devina datang jauh jauh untuk kamu Al kamu kan udah janji sama Ken kalau kamu akan terus berjuang ayo sayang kamu harus tepati janji kamu agar Ken bahagia sayang" Ucap mama Devina sambil menangis,, setelah mendengar apa yang dikatakan mama Devina Haruka memberukan respon jarinya bergerak menandakan Haruka sudah sadar.


"tante tangan Al bergerak" ucap Tsania


"Al al kamu denger mama sayang?? al lihatlah mama,, mama Devina,, kal Hiro,, Tsania,, Ceylin,, Rey,, Reno dan Kei ada disini sayang hanya untuk kamu"


"Ken..." Haruka masih menutup matanya

__ADS_1


"dokter Haru tadi menggerakan tangannga" ucap Praveen pada dokter


"aku akan memeriksanya" dokter langsung memeriksa Haruka


"Ken..." Haruka terus memanggil nama Ken


"maaf siapa Ken??"


"Ken adalah tunangan putriku dokter" jawam mama


"lalu dimana sekarang dia?? hanya Ken yang saat ini pasien butuhkan"


"putraku Ken meninggal 2 tahun yang lalau" jawab mama Devina


"semuanya ada dalam hp lamanya Haru ma,, aku akan pulang untuk mengambilnya klau gak salah aku pernah melihat Haru memainkan Hpnya itu"


"kalau begitu itu sangat bagus,, aku permisi"


"yah terima kasih dokter"


Praveen langsung bergegas pulang membawa Hp lamanya Haruka setelah samapi dirumah Praveen langsung menuju ke kamar Haruka.


kamar yang bernuansa hitam putih dengan desain minimalis itu terlihat sangat rapi.

__ADS_1



"kalau tidak salah Hp nya ada diantara buku buku milik Haru" Praveen terus mencari diantara buku buku yang ada hingga akhirnya ketemu.


"ini dia" Praveen bergegas kembali ke rumah sakit.


setelah sampai dirumah sakit Praveen segera melakukan apa yang dokter sarankan dan benar saja Haruka merespon suar Ken kini matanya terbuka


"Al..." ucap semua orang yang ada didalam ruangan itu


"mama" menatap kearah mama


"iya sayang ini mama"


"mama Devina" menatap ke arah mama Devina


"iya Al ini mama Devina sayang syukurlah kamu sudah sadar"


"kak Hiro"


"Haru kakak sangat cemas dengan keadaanmu de"


Haruka hanya bisa melihat ke sekeliling sesekali ia memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2