
setelah selesai mengisi acara tersebut Kei mengantar Ceylin dan Haruka pulang ditengah perjalan sebuah mobil warna putuh dengan kecepatan tinggi berusaha menyereper mobil Kei.
"apa ini?? siapa mereka?? apa mau mereka??" tanya Haruka
"Kei hati hati sepertinya mereka sengaja entah apa yang mereka inginkan" ucap Ceylin
"Iya aku akan hati hati,, sepertinya dia mengincar Haruka. hei tuan putri kau jangan takut kami adda disini" ucap Kei sambil terus menghindari mobil putih itu
"siapa mereka?? Kei awas!!" teriak Haruka menginggatkan Kei mibil itu mengghadang mobil Kei orang orang yang ada didalam mobil itu keluar memukul mukul kaca mobik Key
"hei keluar kalian!!" teriak salah seorang pria berbadan besar
"Al sebainya kau tetap disini" ucap Ceylin
"Ruka kunci pintu mobil agar mereka tidak bisa masuk" ucap Kei lalu keluar mobil bersama Ceylin
untunglah aku gak pake dress jadi lebih mudah untuk bergerak. gumam Ceylin
"siapa kalian??" tanya Kei
"jangan banyak tanya kami tahu kalau Haruka ada didalam mobik serahkan dia pada kami"
"lancang sekali kau!!!" tanpa basa basi Ceylin menyerang pria itu
"Cey apa yang kau lakukan??" tanya Kei
"terlalu banyak basa basi"
"kurang ngajar kau" seorang pria melayangkan tangannya kearah Ceylin namun ditahhan oleh Kei
akhirnya mereka bertarung Ceylin dan Kei berhasil membuat mereka babak belur mungkin tulang tulang mereka jadi remuk.
__ADS_1
Ceylin akan memukul salah satu pria yang sudah lemah namun dia dihentikan oleh perkataan pria itu.
"jangan pukul aku lagi kami hanya disuruh"
"apa siapa yang menyuruh kalian??" tanya Ceylin
pria itu sempat terdiam
"katakan siapa!!" bentak Kei
"kami tidak tahu dia soerang perempuan dia cantik badannya tinggi rambutnya sebahu dia selalu berpakaian seksi"
"siapa dia??" tanya Ceylin yang melepaskan para penjahat itu
Kei segera masuk kedalam mobil yang disussul Ceylin Haruka langsung membuka kunci pintu mobil itu
"kau baik baik sajakan tuan putri??" tanya Kei
"hmmmm" jawab Haruka
mereka melanjutkan peralanan.
"sudah sampai" ucap Kei Haruka langsung masuk kedalam rumah sedangkan Ceylin masih berdiri diluar
"Kei aku semakin curiga dengannya" ucap Ceylin
"iya aku juga sama Ceylin" jawab Kei
"kita harus punya rencana yang matang untuk menjebaknya
"benar kita harus pikirkan hal itu"
__ADS_1
setelah selesai berbicara Ceylin langsung masuk dan segera istirahat.
sang surya telah menampakan dirinya Haruka masuk kesalah satu kamar yang tertata rapi
Haruka memcari kakaknya namun dia tidak menemukannya Haruka bergegas kembali.
Praveen sedang berjalan dia melihat seorang gados dengan pakaian seksi berwarna kuning tak lain adalah Amanda
"Amanda" panggil Praveen Amanda langsung meliriknya
"oh hai Hiro ada apa kau kangen??" Amanda langsung memeluk Praveen tapi Praveen melepaskannya
"ada apa Hiro kau sudah tidak sayang lagi sama aku??" tanya Amanda
"kalu iya kenapa??"
"kalau iya aku akan pastikan kau tidak akan pernah lepas dariku karena kau hanya milikku" Amanda berusaha mencium bibir Praveen namun Praveen menghindar
"kenapa kau selalu menghindar dariku Hiro apa aku kurang seksi sampai kau masih menolakku kau bahkan sepertinya tidak tertaik dengan tubuhku??" tanpa basa basi sebuah tamparan keras medarat dipipi Amanda
"plakkkkk"
"awwww apa ini Hiro??" Amanda memegang pipinya
"aku sudah tahu semua sandiwaramu terimakasih Amanda tapi aku juga bisa bersandiwara sepertimu Amanda"
"apa yang kau katakan aku... aku bersandiwara aku tidak tahu apa yang kau katakan" Amanda mengeles
__ADS_1
"Amanda Amanda kau pikir aku tertarik dengan wanita yang rela bermalam dengan orang surhannya sendiri untuk membunuh tunangan mantan kekasihnya,, dasar wanita murahan??" Praveen pergi
"Hiro tega sekali kau!! sial siapa dia siapa yang berani membocorkan apa yang aku lakukan pada Khalisa!! Ahhhh...!!!" Amanda terlihat frustasi